Langsung ke konten
Jumat, 18 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Truk Muatan Sembako Diduga Rem Blong, Tabrak Warga dan Sejumlah Kendaraan di Gucialit,Satu Orang Meninggal Dunia

LUMAJANG|JATIMSATUNEWS.COM: Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di wilayah Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, tepatnya di Dusun Sido Makmur.

Kecelakaan maut terjadi di Dusun Sido Makmur, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang. Sebuah truk bermuatan sembako yang melaju dari arah barat diduga mengalami gangguan pengereman saat melewati jalan menurun.

Kecelakaan maut terjadi di Dusun Sido Makmur, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang. Sebuah truk bermuatan sembako yang melaju dari arah barat diduga mengalami gangguan pengereman saat melewati jalan menurun. (Foto: Puji)

LUMAJANG|JATIMSATUNEWS.COM:

Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di wilayah Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, tepatnya di Dusun Sido Makmur. Sebuah truk bermuatan sembako mengalami kecelakaan setelah diduga mengalami masalah pada sistem pengereman saat melaju dari arah barat.

Insiden tersebut terjadi ketika kondisi jalan sedang ramai oleh aktivitas masyarakat. Di sekitar lokasi diketahui sedang berlangsung hajatan warga yang juga dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian reog. Sejumlah warga berkumpul di pinggir jalan untuk menyaksikan pertunjukan tersebut.
Truk yang dikemudikan oleh Kasim (69), warga Sumberjo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, tiba-tiba mengalami kendala ketika melintas di jalan yang menurun.

Baca juga: Peringati Maulid Nabi dan HUT ke-17, BTQ Shiddiqiyyah Gucialit Lumajang Gelar Tasyakuran

Baca juga: Tasyakuran dan Silaturahmi BTQ Shiddiqiyyah Gucialit, Peringati HUT ke-17 dan Maulid Nabi Muhammad SAW

Berdasarkan keterangan sementara dari kernet truk, kendaraan tersebut sebelumnya melaju dari arah barat. Pengemudi kemudian berupaya mengurangi kecepatan dengan menurunkan gigi perseneling. Namun, kendaraan justru mengalami mati mesin.

Dalam kondisi jalan menurun, laju kendaraan semakin sulit dikendalikan. Sistem pengereman disebut tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya sehingga truk terus melaju dengan kecepatan tinggi.

Truk kemudian melibas area di pinggir jalan yang saat itu dipenuhi warga. Sejumlah kendaraan yang sedang terparkir tidak luput dari hantaman. Sedikitnya enam unit sepeda motor dan dua mobil pikap dilaporkan mengalami kerusakan akibat kecelakaan tersebut.
Situasi semakin mencekam karena kecelakaan terjadi saat masyarakat sedang ramai menyaksikan pertunjukan reog dalam kegiatan hajatan. Warga yang berada di sekitar lokasi sontak panik dan berusaha menyelamatkan diri setelah melihat truk melaju tanpa kendali.

Iklan

Seorang warga setempat, Nyoto (58), mengaku melihat langsung situasi sebelum kecelakaan terjadi. Menurutnya, kendaraan tersebut datang dari arah barat dengan kecepatan cukup tinggi.

"Mobil itu dari arah barat sangat kencang sekali, Mas. Tepat orang-orang lagi asyik nonton pertunjukan reog. Waduh, ngeri Pak waktu itu," ungkap Nyoto.

Benturan keras membuat sejumlah sepeda motor berserakan di sekitar lokasi. Salah satu mobil bahkan dilaporkan masuk ke selokan, sementara kendaraan lainnya mengalami kerusakan.
Kepala Desa Gucialit, Sutam, mengatakan dirinya langsung menuju lokasi setelah mendapat informasi mengenai kecelakaan tersebut dari warga.

"Saya waktu itu di-bel warga, langsung merapat ke TKP. Waduh, semua sudah hancur, Mas. Sepeda motor berserakan, mobil ada yang masuk ke selokan, yang satu ringsek. Untung ada dua mobil itu, Mas. Andaikan tidak terhalang, mungkin banyak korban jiwa," kata Sutam.

Menurut Sutam, keberadaan dua kendaraan yang berada di sekitar lokasi diduga turut menghalangi laju truk sehingga dampak kecelakaan tidak semakin luas. Meski demikian, insiden tersebut tetap mengakibatkan sejumlah warga menjadi korban.

Dalam kecelakaan tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia. Korban diketahui bernama Tutik (50), warga Cepoko, wilayah Tengger, Kabupaten Probolinggo. Korban sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Selain korban meninggal dunia, sedikitnya enam orang lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Para korban kemudian dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis.

Pasca-kecelakaan, suasana di sekitar lokasi langsung dipenuhi warga dan petugas yang berupaya membantu proses evakuasi. Ambulans Puskesmas Gucialit terlihat silih berganti melakukan evakuasi korban dari lokasi kejadian menuju Puskesmas Gucialit.

Iklan

Warga bersama perangkat desa dan petugas kepolisian turut membantu penanganan para korban. Kondisi sejumlah kendaraan yang mengalami kerusakan juga menjadi perhatian warga karena sebagian kendaraan berada dalam posisi berserakan di sekitar lokasi kecelakaan.

Tak lama setelah mendapatkan informasi, anggota Polsek Gucialit turun langsung ke tempat kejadian perkara (TKP). Petugas melakukan pengamanan lokasi serta membantu proses evakuasi sebelum unit kecelakaan lalu lintas dari Satlantas Polres Lumajang tiba di lokasi.

Kehadiran petugas kepolisian diperlukan untuk mengamankan lokasi mengingat banyak warga yang berdatangan untuk melihat kejadian tersebut. Selain itu, petugas juga melakukan pendataan terhadap kendaraan yang terlibat serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Dari keterangan awal yang diperoleh, kecelakaan diduga bermula ketika truk mengalami gangguan saat melaju di jalan menurun. Pengemudi berusaha mengurangi laju kendaraan dengan menurunkan gigi perseneling, tetapi kendaraan kemudian mengalami mati mesin. Dalam kondisi tersebut, rem tidak dapat digunakan sehingga truk melaju tanpa kendali.

Namun demikian, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penanganan dan penyelidikan pihak kepolisian. Kondisi kendaraan, sistem pengereman, kecepatan kendaraan, serta faktor lain yang berkaitan dengan kecelakaan masih perlu diperiksa lebih lanjut.

Kepala Desa Gucialit Sutam membenarkan adanya kecelakaan maut tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa warga langsung bergerak membantu setelah mengetahui kejadian.
Peristiwa tersebut meninggalkan kepanikan bagi warga yang berada di lokasi. Terlebih, kecelakaan terjadi ketika masyarakat sedang berkumpul untuk menyaksikan pertunjukan reog dalam rangkaian kegiatan hajatan.
Warga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi, terutama di ruas jalan yang memiliki kondisi menurun dan digunakan masyarakat untuk beraktivitas. Keselamatan pengguna jalan maupun warga yang berada di sekitar jalan menjadi perhatian setelah terjadinya kecelakaan tersebut.

Sementara itu, petugas kepolisian masih melakukan penanganan terhadap kasus kecelakaan tersebut. Pendataan korban dan kerusakan kendaraan dilakukan, sedangkan proses penyelidikan terus dilakukan untuk mengetahui secara pasti rangkaian kejadian serta penyebab kecelakaan.(Puj)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.