Langsung ke konten
Kamis, 17 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Harlah Ke-20 Ponpes Al-Fatimah Bojonegoro, DPD RI Lia Istifhama Diserbu Santri dan Apresiasi Kemajuan Pesantren

Suasana kemeriahan mewarnai peringatan Harlah ke-20 Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah di Bojonegoro pada Minggu (13/9/2026).

Anggota DPD RI Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama (tengah), tampak tersenyum lepas saat dikelilingi santriwati yang antusias mengajak berfoto bersama dalam perayaan Harlah ke-20 Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah di Bojonegoro, Minggu (13/9/2026).

Anggota DPD RI Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama (tengah), tampak tersenyum lepas saat dikelilingi santriwati yang antusias mengajak berfoto bersama dalam perayaan Harlah ke-20 Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah di Bojonegoro, Minggu (13/9/2026).

BOJONEGORO | JATIMSATUNEWS.COM: Suasana kemeriahan mewarnai peringatan Harlah ke-20 Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah di Bojonegoro pada Minggu (13/9/2026). Kehadiran Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, sukses memicu antusiasme luar biasa dari para santri yang mendadak riuh dan langsung bergegas berebut untuk menyapa, bersalaman, hingga meminta foto bersama.

Senator yang akrab disapa Ning Lia ini dengan sabar dan penuh senyuman melayani permintaan para santri satu per satu sembari sesekali berbincang ringan. Di sela-sela perjumpaan spontan yang hangat tersebut, Ning Lia menyampaikan rasa kagumnya terhadap keceriaan yang terpancar dari wajah para santri, yang menurutnya memiliki makna mendalam. Ia menyebut bahwa kebahagiaan para santri merupakan bukti nyata bahwa pesantren tidak hanya mentransfer ilmu, melainkan juga berhasil melakukan proses edukasi yang menyentuh hati.

“Ini menunjukkan bahwa pesantren adalah wajah pendidikan kita,” tegas politisi yang juga mantan model tersebut.

Baca juga: Khofifah Resmikan Pusat Riset Pesantren Jatim dan Serahkan 1.100 Beasiswa Santri

Baca juga: Produk Paving Block Plastik dan Pupuk Organik sebagai Usaha Kreatif Pesantren Hijau

Lebih jauh, Ning Lia memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan pesat Pondok Pesantren Al-Fatimah. Ia menilai pesantren ini telah sukses beradaptasi dengan kebutuhan zaman dari sisi fasilitas maupun pembenahan fisik, tanpa pernah meninggalkan nilai-nilai luhur pembentukan karakter.

Menurut pandangannya, pendidikan di pesantren menghadapi tantangan nyata untuk memahami generasi muda, sehingga mutlak harus mampu menciptakan ruang belajar yang nyaman sekaligus memupuk cita-cita besar para santrinya di masa depan.

“Pesantren ini memahami kebutuhan zaman, mereka membaca apa yang dibutuhkan masyarakat dan apa yang diperlukan agar santri terus memiliki cita-cita. Ini yang menurut saya luar biasa,” ungkap senator pecinta batik tersebut.

Iklan

Ia pun turut mendoakan agar di usianya yang ke-20 tahun ini, Al-Fatimah terus tumbuh menjadi pesantren besar yang kuat pengabdiannya, senantiasa berkah, sukses, dan kelak menjadi salah satu pesantren percontohan di Indonesia.

Kemeriahan Harlah ini juga dirangkaikan dengan peluncuran kolaborasi pelayanan bimbingan dan pendampingan ibadah haji serta umrah antara KBIHU Al-Fatimah dan PT Insan Madani Wisata (Imawa Tour & Travel). Ning Lia turut ambil bagian secara langsung dengan melakukan prosesi pemotongan balon sebagai simbol dimulainya kerja sama tersebut.

Sementara itu, Pengasuh sekaligus Pendiri Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah, Dr. KH. Tamam Syaifuddin, M.Si., menuturkan bahwa di usia dua dekade ini, jenjang pendidikan di lembaganya telah berdiri paripurna. Ia merinci bahwa saat ini Al-Fatimah telah memiliki kelompok bermain, RA, MI, MTs, MA, SMP, SMA, hingga jenjang perguruan tinggi melalui Institut Agama Islam Al-Fatimah.

KH Tamam menegaskan bahwa pengembangan pesantren tidak boleh berhenti pada pendidikan formal saja. Oleh karena itu, pihaknya memperluas pengabdian sosial melalui pelayanan haji dan umrah agar perjalanan ibadah umat senantiasa lancar dan barokah.

“Ini momentum untuk bangkit, membangun kemandirian dan prestasi pondok pesantren. Pondok pesantren harus mandiri dan menjadi pilar Jawa Timur, Gerbang Baru Nusantara bersama pondok pesantren,” terang KH Tamam dengan penuh semangat.

Turut hadir melengkapi perayaan hari bersejarah tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni, S.Kep., Ns., Anggota DPR RI Fraksi Golkar Eko Wahyudi, pengusaha ternama asal Pamekasan H Khairul Umam yang akrab disapa Haji Her, beserta keluarga besar pesantren, jajaran alumni, dan wali santri.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.