SURABAYA | JATIMSATUNEWS COM: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi meluncurkan Pusat Riset Pesantren dan Diniyah Jawa Timur sekaligus memberikan Kuliah Umum dalam acara Stadium Generale Mahasiswa/Mahasantri Baru Penerima Beasiswa Pemprov Jatim 2026 di Islamic Center Surabaya, Kamis (10/9/2026).
Pada tahun ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan beasiswa kepada 1.100 santri dari berbagai pesantren untuk menempuh pendidikan jenjang S1, S2, hingga S3, baik di dalam negeri maupun di Universitas Al-Azhar Kairo. Gubernur Khofifah menyampaikan ucapan selamat dan berpesan agar para penerima beasiswa terus bersemangat menempuh pendidikan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di pondok pesantrennya masing-masing. Ia menegaskan bahwa Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Jatim mengemban amanah besar, yakni tidak hanya mencetak sarjana dan ulama, tetapi juga harus mampu menangkap peradaban dunia melalui pendekatan Islam moderat, toleran, dan damai.
Menghadapi tantangan global seperti disrupsi teknologi, kecerdasan buatan, hingga polarisasi informasi, Khofifah mengingatkan bahwa peran mahasantri kini semakin strategis. “Mahasantri tidak cukup hanya mampu membaca kitab, tetapi juga harus mampu membaca zaman dan membaca kebutuhan umat,” tegas Khofifah di hadapan ribuan peserta. Hal ini sangat relevan mengingat besarnya ekosistem pesantren di Jawa Timur yang kini mencapai 7.347 lembaga, menjadikannya sebagai pusat dakwah, pembentukan karakter, dan pemberdayaan masyarakat.
Baca juga: Zajuli, Anak Pesantren yang Betah Kuliah di Universitas Ma Chung
Baca juga: Meningkat Drastis, Expo Pesantren 2025 Dihadiri Ribuan Mahasantri
Terkait peresmian Pusat Riset Pesantren, Gubernur Khofifah meyakini bahwa fasilitas ini akan memperkuat posisi pesantren sebagai produsen pengetahuan, bukan lagi sekadar objek penelitian. Ia mengaku sangat takjub melihat para mahasiswa penerima beasiswa yang telah sukses menghasilkan produk karya intelektual luar biasa. “Produk intelektual itu dipublikasi menjadi lebih dari 40 buku hasil riset mereka, dan semester ini target kami dari Jawa Timur akan melepas 125 periset pesantren,” ujarnya bangga.
Senada dengan hal tersebut, Ketua LPPD Provinsi Jatim Prof Abdul Halim Soebahar menyatakan bahwa program beasiswa ini telah menjadi bagian tak terpisahkan sejak era kepemimpinan Gubernur Khofifah, dengan total 7.796 penerima manfaat. Ia mengungkapkan bahwa mahasiswa penerima beasiswa angkatan 2022 hingga 2025 telah melahirkan 170 karya ilmiah yang dikompilasi menjadi 17 buku. “Semua yang ada di sini adalah karya mahasiswa penerima beasiswa dari Provinsi Jatim, dan insyaallah semester ini mahasiswa S2 di Mesir akan mempublikasikan 30 buku hasil resume dari 150 kitab berbahasa Arab,” pungkas Prof Halim.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.