MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Universitas Negeri Malang (UM) resmi meluncurkan inovasi media pembelajaran ekonomi digital bernama D-ACT ECO (Deep Learning Adaptive Collaborative Technology for Economics). Pengembangan ekosistem digital ini secara khusus membidik Madrasah Aliyah (MA) untuk menggeser orientasi belajar dari sekadar hafalan materi menuju pemahaman konseptual, berpikir kritis, dan kolaborasi aktif peserta didik.
“Berdasarkan hasil analisis kami, sebagian besar guru memang sudah memakai teknologi digital, namun pemanfaatannya masih didominasi oleh media presentasi dan berbagi dokumen semata,” ungkap perwakilan tim pengembang UM menjelaskan latar belakang inovasi tersebut.
Lebih lanjut, tim pengembang menyatakan bahwa kondisi tersebut membuat peserta didik kehilangan kesempatan untuk mengeksplorasi konsep ekonomi secara mandiri. D-ACT ECO kemudian dirancang untuk menjawab tantangan tersebut dengan memadukan teknologi, pedagogi, dan substansi materi. “Platform ini membantu guru menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, mendalam, serta selaras dengan kebutuhan Kurikulum Merdeka,” jelasnya.
Baca juga: Kolaborasi UB dan BRIN Dorong Pengembangan Material Fungsional Berkelanjutan Berbasis Biomassa
Dalam proses pengembangannya pada Juli hingga Agustus 2026, UM menerapkan metode Research and Development (R&D) melalui model ADDIE. Untuk memastikan relevansinya, pengujian produk langsung digandengkan dengan praktisi pendidikan.
“Kami turun langsung melakukan pengujian bersama guru-guru yang tergabung dalam MGMP Ekonomi MA di Kabupaten Kediri dan Blitar,” papar perwakilan UM.
Para guru di lapangan memberikan respons positif sekaligus masukan substantif terkait kemudahan penggunaan, tampilan website, dan kesesuaian materi. Mereka sepakat bahwa pendekatan Meaningful
,Mindful, dan Joyful Learning yang diusung sangat membantu siswa mengaitkan teori dengan realitas di sekitarnya.
Dari sisi kualitas, inovasi yang menyediakan fitur asesmen berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) ini telah diuji oleh ahli media, materi, dan TPACK. “Hasil validasi mencatat nilai Aiken’s V di atas 0,80, yang berarti platform ini sangat valid dan layak digunakan,” terang tim peneliti UM.
Pihak universitas menegaskan bahwa inovasi ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 mengenai pendidikan berkualitas. Ke depannya, UM berencana menyempurnakan platform ini dengan penambahan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang lebih adaptif serta gamifikasi agar pengambilan keputusan pembelajaran berbasis data menjadi semakin komprehensif.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.