Sorotan
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi momentum bagi mahasiswa untuk merefleksikan kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini berlangsung di Masjid At-Tarbiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ahad (6/9/2026).
Ratusan mahasiswa Fakultas Syariah pun antusias mengikuti agendanya, yang turut dihadiri Wakil Dekan III Fakultas Syariah Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H.
Ia hadir bersama jajaran pengurus DEMA dan SEMA Fakultas Syariah.
Majelis Shalawat Alabama di Maulid Nabi
Suasana Maulid Nabi semakin semarak dengan penampilan Majelis Shalawat Alabama Kota Malang (Aliansi Banjari Malang).
Lantunan shalawat mengiringi rangkaian acara sekaligus menghadirkan suasana religius dan penuh kebersamaan di kalangan mahasiswa.
Ketua Alabama Kota Malang, Moch. Faisal Umam, S.Pd., menyampaikan bahwa kolaborasi dengan mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi pengalaman pertama bagi pihaknya.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus terjalin melalui berbagai kegiatan keagamaan dan kemahasiswaan di masa mendatang.
Sementara itu, Ketua DEMA Fakultas Syariah, Fawwaz Fudhail Muhammad Fawwas, menegaskan bahwa Maulid Nabi Muhammad SAW tidak semestinya berhenti sebagai agenda seremonial atau kegiatan tahunan.
Menurutnya, momentum tersebut perlu menjadi ruang refleksi untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah sekaligus mengamalkan nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan mahasiswa.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi kita sebagai mahasiswa untuk kembali meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah SAW,” ungkap Fawwaz.
“Kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diungkapkan melalui shalawat, tetapi juga harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.
Baca juga: Dekan Fakultas Syariah UIN Malang Tutup PKPA 2026, Peserta Diminta Junjung Kebenaran dan Keadilan
Refleksi Maulid: Ilmu Harus Berjalan Bersama Akhlak
Wakil Dekan III Fakultas Syariah, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H., mengapresiasi DEMA Fakultas Syariah yang telah menyelenggarakan Maulid Nabi melalui kolaborasi dengan Majelis Shalawat Alabama Kota Malang.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap penampilan Alabama yang turut menghidupkan suasana acara melalui lantunan shalawat.
“Vokal dari Alabama luar biasa, suaranya merdu dan enak didengar. Semoga pada kesempatan lain kita dapat kembali berkolaborasi,” ujarnya.
Namun, Miftahul Huda menekankan bahwa Maulid Nabi tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial.
Lebih dari itu, momentum tersebut perlu menjadi refleksi bagi mahasiswa untuk menghidupkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Maulid Nabi jangan berhenti pada kegiatan seremonial. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menghidupkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari sebagai mahasiswa,” tegasnya.
Ia menjelaskan, Rasulullah SAW telah memberikan teladan dalam berbagai aspek kehidupan. Seperti kejujuran, amanah, kedisiplinan, kerendahan hati, sikap menghargai sesama, serta semangat untuk memberikan manfaat bagi orang lain.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut dapat diterapkan mulai dari hal-hal sederhana di lingkungan kampus.
Mahasiswa dapat memulainya dengan jujur dalam mengerjakan tugas, amanah ketika menerima tanggung jawab organisasi, menghormati dosen dan sesama mahasiswa, menjaga perkataan, serta menggunakan ilmu yang dimiliki untuk kebaikan.
Miftahul Huda menegaskan bahwa pendidikan di perguruan tinggi tidak semata-mata bertujuan mencetak mahasiswa yang unggul secara intelektual. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk pribadi yang memiliki integritas dan akhlak yang baik.
“Jangan sampai kita menjadi mahasiswa yang tinggi ilmunya, tetapi rendah akhlaknya. Ilmu akan semakin bermakna ketika tercermin dalam perilaku dan akhlak kita,” tegasnya.
Maulid Nabi yang diselenggarakan DEMA Fakultas Syariah dapat menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan mahasiswa.
Selain itu juga menjadi pengingat bahwa ilmu dan akhlak merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
Melalui semangat shalawat dan keteladanan Rasulullah SAW, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya mahasiswa Fakultas Syariah yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan akhlak mulia.(MFT)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.