MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Politeknik Negeri Malang (Polinema) sukses menggelar acara jalan sehat bertajuk Polinema Prima pada Minggu (6/9/2026). Diikuti oleh sekitar 2.500 peserta yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, masyarakat eksternal, hingga pelaku UMKM, agenda ini menjadi ajang merajut kebersamaan dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke-44 sekaligus penegasan arah visi institusi ke depan.
Direktur Polinema, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T., M.T., menegaskan bahwa seluruh rangkaian Dies Natalis tahun ini tidak hanya sekadar dikemas sebagai kegiatan seremonial. Ia menjelaskan bahwa seluruh agenda secara khusus diarahkan untuk memperkuat konsep kampus berdampak, terutama melalui dorongan inovasi yang diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan nyata di masyarakat maupun dunia industri.
“Secara filosofis, konsep kampus berdampak adalah bagaimana kampus bisa membantu menyelesaikan problematika yang ada di lingkungan sekitar, masyarakat, industri dan sebagainya,” ujar Supriatna. Menurutnya, eksistensi dan keberlanjutan sebuah perguruan tinggi sangat ditentukan oleh sejauh mana kehadirannya dapat dirasakan dan menjadi solusi langsung bagi masyarakat.
Baca juga: Dies Natalis FMIPA 39 Tahun Grand Launching FSTeM UB, Honoring the Legacy, Shaping the Future
Baca juga: Dies Natalis ke-28, FTP UB Bertransformasi Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem
Semangat luhur tersebut turut diwujudkan melalui ajang Expo Inovasi yang dijadwalkan berlangsung pada 8 hingga 9 September 2026. “Bagaimana kita bisa menunjukkan inovasi dari para mahasiswa, khususnya untuk menyelesaikan problematika yang ada di masyarakat dan mitra-mitra. Nanti kita tampilkan dalam acara Expo itu,” tambahnya.
Pameran tersebut akan menjadi ruang pembuktian bahwa proses pendidikan vokasi di Polinema tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi benar-benar menghasilkan karya terapan yang solutif.
Sementara itu, Ketua Panitia Dies Natalis ke-44 Polinema, Darmawan Iqbal Akbar, mengungkapkan bahwa semarak peringatan ini sejatinya telah bergulir sejak Februari 2026 lalu. Ia menjelaskan bahwa rangkaian diawali dengan upacara, kemudian dilanjutkan dengan berbagai kegiatan olahraga, kompetisi, hingga aksi sosial kemasyarakatan.
“Salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian tersebut adalah Tilik Desa di Tulus Besar, di mana sivitas akademika Polinema memberikan pelatihan eco enzyme kepada masyarakat. Kegiatan ini juga dirangkai dengan gowes bersama alumni,” jelas dosen Jurusan Akuntansi tersebut.
Antusiasme peserta pada gelaran jalan sehat ini juga tak lepas dari pesona ragam doorprize yang disediakan. Panitia menyiapkan hampir 200 item hadiah, dengan hadiah utama meliputi tiga unit sepeda motor—termasuk satu motor listrik—serta tujuh unit sepeda pancal, kulkas, hingga mesin cuci.
Rangkaian kemeriahan Dies Natalis ini dipastikan masih akan terus berlanjut. Usai Expo Inovasi, Polinema dijadwalkan menggelar orasi ilmiah sekaligus penyampaian laporan kinerja institusi dalam rapat terbuka pada 9 September. Puncak acara akan ditandai dengan pengukuhan tujuh profesor baru pada 10 September, yang kemudian akan ditutup secara resmi dengan malam tasyakuran dan penganugerahan Polinema Award bagi para mitra dan sivitas akademika berprestasi.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.