MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Ada yang berbeda dari lapangan SMP Ar-Rohmah Putra Malang, Senin (31/8/2026). Puluhan pasang mata tertuju pada siswa kelas 7 angkatan ke-33 yang berdiri rapi mengenakan seragam. Hari itu bukan sekadar akhir dari sebuah program. Bagi mereka, ini adalah hari ketika perjalanan sebagai siswa SPARTA benar-benar dimulai.
Selama hampir satu bulan sejak 27 Juli 2026, para siswa menjalani program matrikulasi. Mereka tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, tetapi juga ditempa untuk mengenal karakter disiplin, karakter adab, karkter bilingual dengan berbahasa Inggris, tanggung jawab, hingga kebersamaan dalam jiwa korsa.
Kini, semua proses itu bermuara pada satu momen yang paling ditunggu: pembaretan.
Satu per satu siswa menerima penyematan baret dari Kepala SMP Ar-Rohmah Putra, Ustadz Syarif Hidayatullah. Suasana seketika berubah khidmat. Baret yang terpasang di kepala bukan sekadar atribut.
Baca juga: Disematkan Baret Merah Kopassus, Kapolri: Jangan Ragukan Sinergisitas TNI-Polri Jaga NKRI
Bagi SPARTA, baret menjadi simbol legitimasi bahwa mereka telah resmi dan layak menjadi bagian dari keluarga besar SPARTA Malang.
“Baret ini bukan sekadar atribut. Ada tanggung jawab yang ikut disematkan bersamanya. Setelah menerima baret, mereka bukan lagi sekadar siswa baru yang sedang beradaptasi. Mereka sudah menjadi bagian dari keluarga besar SPARTA,” ujar Syarif Hidayatullah.
Dari Canggung Menjadi Kompak
Satu bulan tentu bukan waktu yang panjang. Namun, bagi para siswa kelas 7, matrikulasi menjadi fase penting untuk beradaptasi dengan kehidupan baru.
Hari-hari yang awalnya mungkin diwarnai rasa canggung perlahan berubah menjadi kebersamaan. Mereka belajar mengikuti aturan, membangun kedisiplinan, menjaga adab, sekaligus berani menunjukkan kemampuan masing-masing.
Seorang siswa mengaku matrikulasi memberinya pengalaman yang tidak didapat hanya dari pembelajaran di kelas.
“Awalnya saya harus banyak beradaptasi dengan lingkungan dan teman-teman baru. Setelah menjalani matrikulasi, saya belajar lebih disiplin, menjaga adab, dan lebih bertanggung jawab. Yang paling berkesan adalah kebersamaan dengan teman-teman dari seluruh Indonesia,” tuturnya.
Pengalaman itu pula yang diharapkan tidak berhenti ketika matrikulasi resmi ditutup.
Wakur SPARTA Malang, Ustadz M. Zaki Hidayat, mengatakan matrikulasi memang dirancang sebagai pintu masuk bagi siswa untuk mengenal karakter budaya sekolah sekaligus membangun kebiasaan positif.
“Yang kami bangun selama matrikulasi bukan hanya kemampuan akademik. Kami ingin anak-anak memahami bahwa menjadi siswa SPARTA berarti siap dengan kedisiplinan, adab, tanggung jawab, dan semangat untuk terus berkembang,” kata Ustadz Zaki.
Bukan Sekadar Ranking, Mereka Diberi Panggung
Menariknya, penutupan matrikulasi tidak hanya menjadi seremoni pembaretan. Sekolah juga memberikan penghargaan kepada siswa yang menunjukkan capaian menonjol selama program.
Tiga penghargaan utama diberikan dalam Awarding Program Matrikulasi 2026.
The Best Student in Character’s Discipline Category, sementara The Best Student in Character’s Billingual Category dan The Best Student in Character’s Adab Category.
Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa matrikulasi tidak hanya melihat siapa yang paling unggul secara akademik. Sikap, kebiasaan, kemampuan berkomunikasi, dan kedisiplinan juga mendapatkan tempat yang sama pentingnya.
Mereka yang Bersinar di Program Matrikulasi
Di kategori The Best Student in Character’s Billingual Category, siswa yang memperoleh apresiasi adalah Ghani Atha Hibatullah (Exac), Hylmi Fatih Adikara (Espro), Agsa Reyhan El Rafif (Four C), Fadhil Danendra Irawan (DClever), Aidan Ahmad Balawan (Brandent), Ar Rayyan Althaf Maulana (EMaster), Maulidan Arjuna Alfianto (Scout), dan Daariz Muhammad Rafif (Ellitra).
Sementara kategori The Best Student in Character’s Discipline Category diberikan kepada Mika Aryasatya Rafardan (Exac), Moh. Kenzie Al-Ghifari (Espro), Muhammad Naufal (Four C), Muhammad Zhafran (DC), Razzaq Ali Rahman (Brandent), Khainza Ikhsan Zubair (EM), Rafan Muhammad Hafidz (SC), dan Marah Muharram Dhaifa Z (ELL).
Untuk kategori The Best Student in Character’s Adab Category, apresiasi diberikan kepada Adzka Kenzie Arghani (Ex), Andra Jagapati Al Ishaq (Es), Sayyid Ahmad Hibban Wildani (Four C), Umar Muzakki (DC), M. Syauqiel Athari Nachrawy (Brandent), Asraaf Naufaleqsa Rushdiy Hisyam (EM), Muhammad Hanif Alfatih Abqory (SC), dan Arkhana Rajendra Saputra (EL).
Delapan Nama di Balik Momen Pembaretan
Ada pula delapan siswa yang terpilih dalam prosesi pembaretan dari masing-masing kelompok. Mereka adalah Adzka Kenzie Arghani (EX), Andra Jagapati Al Ishaq (ES), Sayyid Ahmad Hibban Wildani (4C), Muhammad Zhafran (DC), Aidan Ahmad Balawan (BR), Khainza Ikhsan Zubair (EM), Rafan Muhammad Hafidz (SC), dan Arkhana Rajendra Saputra (EL).
Prosesi tersebut menjadi salah satu titik paling emosional dalam penutupan matrikulasi. Setelah baret terpasang, para siswa bersama-sama membacakan ikrar siswa.
Ikrar itu menjadi pengingat bahwa perjalanan mereka baru saja dimulai.
Matrikulasi Selesai, Perjalanan Justru Baru Saja Dimulai
Di penghujung kegiatan, doa dipanjatkan. Barisan kemudian dibubarkan setelah penghormatan terakhir kepada pembina apel.
Namun, berakhirnya apel bukan berarti berakhir pula proses pembentukan karakter.
Justru sebaliknya.
Matrikulasi telah selesai. Perjalanan menjadi siswa SPARTA baru dimulai.
Kepala SMP Ar-Rohmah Putra Malang, Syarif Hidayatullah, berharap baret yang kini melekat di kepala para siswa menjadi pengingat bahwa ada nilai yang harus terus dijaga.
“Harapan kami, setelah pembaretan ini mereka tidak berhenti pada rasa bangga menjadi siswa SPARTA. Mereka harus membuktikannya melalui sikap, adab, kedisiplinan, prestasi, dan tanggung jawab dalam keseharian,” tegasnya.
Senin itu, mereka datang sebagai siswa kelas 7 yang baru menyelesaikan matrikulasi.
Mereka pulang dengan identitas baru: keluarga besar SPARTA Malang. SPARTA 30th BRAVE! By ZLion


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.