Langsung ke konten
Jumat, 25 September 2026
Headline Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Wujudkan Sekolah Sehat Mental, Mahasiswa S2 UM bersama Poli Psikologi Ciptakan Media Peer Counseling untuk Mendukung Siswa Sehat dan Berdaya di SMAN Taruna Nala Jawa Timur

Media Kartu Inovatif untuk Dukung Konseling Sebaya

Media Kartu Inovatif untuk Dukung Konseling Sebaya

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa S2 Psikologi Universitas Negeri Malang (UM) berkolaborasi dengan Poli Psikologi SMAN Taruna Nala Jawa Timur menghadirkan inovasi media peer counseling melalui Mission Card Peer Counselor Guide. Uji coba media dilaksanakan pada 18 Agustus 2026 dengan melibatkan 15 siswa yang berperan sebagai peer counselor. Kehadiran media ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya saling mendukung di lingkungan sekolah sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, empati, dan pendampingan teman sebaya secara terarah.

Mission Card, Media Pendukung Percakapan Antarsiswa

Uji coba Mission Card Peer Counselor Guide dilakukan melalui simulasi roleplay yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba secara langsung penggunaan media dalam percakapan peer counseling. Media ini dirancang sebagai panduan praktis untuk membantu peer counselor membangun percakapan yang hangat, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan teman sebaya.

Mission Card terdiri atas tiga jenis kartu, yaitu Insight Mission, Reflection Mission, dan Action Mission. Ketiganya dirancang untuk mengarahkan percakapan secara bertahap, mulai dari mengenali pengalaman dan perasaan, memahami makna dari pengalaman tersebut, hingga menemukan langkah sederhana yang dapat dilakukan oleh siswa.

Setiap kartu dilengkapi dengan pertanyaan pemantik dan panduan respons bagi peer counselor. Dengan demikian, .kartu tidak hanya berfungsi sebagai media simulasi interaktif, tetapi juga instrumen praktis yang membuat proses percakapan lebih terstruktur.tetap memberikan ruang bagi peer counselor untuk merespons secara fleksibel.

Selama proses uji coba, para siswa menunjukkan antusiasme dalam menggunakan Mission Card. Media ini dinilai membantu memberikan gambaran mengenai pertanyaan yang dapat digunakan untuk membuka percakapan dan mengembangkan pembicaraan secara lebih bermakna. Pengalaman tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar membangun komunikasi yang empatik dan suportif dengan teman sebaya.

“Mission Card kami kembangkan sebagai media yang dekat dengan karakter siswa. Harapannya, kartu ini bukan hanya membantu peer counselor menemukan pertanyaan, tetapi juga membuat mereka lebih percaya diri dalam membangun percakapan yang hangat dan bermakna dengan teman sebaya.” Ungkap Sonia Bella Prastika, Mahasiswa S2 Psikologi Universitas Negeri Malang

Mendorong Siswa Sehat dan Berdaya

Kehadiran Mission Card menjadi bagian dari upaya memberdayakan siswa sebagai bagian dari lingkungan sekolah yang saling mendukung. Melalui peran sebagai peer counselor, siswa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan mendengarkan secara empatik, berkomunikasi secara efektif, mengajukan pertanyaan yang relevan, serta memberikan respons yang suportif.

Iklan

Pengalaman menggunakan Mission Card juga memberikan ruang bagi siswa untuk belajar bahwa percakapan yang bermakna tidak selalu membutuhkan jawaban yang rumit. Dengan pertanyaan yang tepat dan proses mendengarkan yang baik, siswa dapat membantu teman untuk mengenali pengalaman mereka, memahami apa yang dirasakan, dan menemukan langkah sederhana yang sesuai dengan dirinya.

Inovasi ini turut memperkuat peran Poli Psikologi SMAN Taruna Nala sebagai ruang pendukung bagi perkembangan kesehatan mental dan kesejahteraan emosional siswa.  Kehadiran media berbasis peer counseling ini semakin mengasah potensi kepedulian yang telah dimiliki siswa, sehingga budaya saling mendukung dapat berjalan lebih terstruktur dalam ekosistem pendampingan sekolah dan tenaga profesional.

Selaras dengan Semangat Sustainable Development Goals

Inovasi mahasiswa S2 Psikologi UM bersama Poli Psikologi SMAN Taruna Nala Jawa Timur sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being melalui penguatan dukungan terhadap kesejahteraan emosional dan kesehatan mental siswa di lingkungan pendidikan.

Kegiatan ini juga mendukung SDG 4: Quality Education dengan memberikan pengalaman belajar yang mengembangkan keterampilan sosial dan emosional siswa. Melalui aktivitas peer counseling, siswa tidak hanya belajar dalam konteks akademik, tetapi juga mengembangkan empati, komunikasi, refleksi diri, dan kemampuan membangun relasi positif dengan lingkungan sekitarnya.

Iklan

Kolaborasi antara mahasiswa S2 Psikologi UM, dosen pembimbing, Poli Psikologi SMAN Taruna Nala, dan siswa sebagai peer counselor juga mencerminkan semangat SDG 17: Partnerships for the Goals. Kolaborasi tersebut mempertemukan perguruan tinggi, sekolah, tenaga profesional, dan siswa dalam satu ekosistem yang bersama-sama mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat dan berdaya.

Membangun Budaya Saling Mendukung dari Lingkungan Sekolah

Pengembangan Mission Card menunjukkan bahwa inovasi dalam layanan psikologis dapat dikemas melalui media yang sederhana, komunikatif, dan dekat dengan keseharian siswa. Melalui kartu-kartu misi tersebut, siswa diajak untuk membangun percakapan yang lebih terarah sekaligus mengembangkan keterampilan interpersonal yang dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Ke depan, Mission Card Peer Counselor Guide diharapkan dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai salah satu media pendukung layanan peer counseling di Poli Psikologi SMAN Taruna Nala Jawa Timur. Inovasi ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan layanan berbasis siswa di lingkungan pendidikan lainnya.

Menurut Ahmad Syafiin, Psikolog di Poli Psikologi SMAN Taruna Nala Jawa Timur, “Poli Psikologi hadir sebagai ruang aman untuk mengoptimalkan potensi dan kesehatan jiwa Warga Sekolah.  Kolaborasi ini semakin memperkaya ekosistem pendampingan yang sudah ada di sekolah, memastikan bahwa semangat resiliensi dan kepedulian tumbuh secara alami dalam interaksi sehari-hari para taruna secara konsisten”

Poli Psikologi SMAN Taruna Nala berkomitmen untuk senantiasa menyediakan ekosistem belajar yang sehat dan membahagiakan. Kolaborasi ini memperkuat tradisi empati yang terus kita rawat di sekolah, sehingga siswa semakin percaya diri untuk saling mendengarkan dan merawat kesejahteraan emosional sesamanya,” tegas Ahmad Syafiin, S.Psi., M.Psi., Psikolog, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung pencapaian SDGs. Melalui ruang percakapan yang dibangun antarsiswa, Mission Card hadir sebagai media untuk menumbuhkan budaya saling mendengarkan, memahami, dan mendukung di lingkungan SMAN Taruna Nala Jawa Timur.

Penulis berita: Innaha Fahrish Safitri (Mahasiswa Univ Negeri Malang)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.