Sorotan
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Khotmil Al-Qur’an bertema “Menjalin Kebersamaan dan Silaturahmi dalam Pengembangan Lembaga”, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat di lantai 1 Gedung Fakultas Syariah tersebut menjadi momentum memperkuat spiritualitas sekaligus membangun kebersamaan sivitas akademika.
Kegiatan diikuti jajaran rektorat, dekanat, guru besar, dosen, tenaga kependidikan (tendik), serta seluruh sivitas akademika Fakultas Syariah.
Rangkaian kegiatan diisi dengan Khotmil Al-Qur’an, dilanjutkan pembacaan tahlil, istighosah, dan doa bersama.
Fakultas Syariah Jadi Tuan Rumah Khotmil Alquran dan Istigasah UIN Malang
Fakultas Syariah dipercaya menjadi tuan rumah Khotmil Al-Qur’an dan istighosah yang merupakan agenda rutin di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Selain menjadi bagian dari tradisi keagamaan kampus, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun sinergi antarelemen sivitas akademika.
Kegiatan ini sekaligus dimanfaatkan sebagai momentum untuk berbagi informasi serta menyampaikan sejumlah agenda strategis antara jajaran rektorat dan fakultas, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan kelembagaan dan peningkatan kualitas lulusan.
Dekan Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Rektor, para wakil rektor, jajaran dekanat universitas, guru besar, dosen, dan seluruh sivitas akademika dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, Khotmil Al-Qur’an telah menjadi bagian dari aktivitas dan budaya religius di Fakultas Syariah yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin.
Pelaksanaan bersama pimpinan universitas dan seluruh sivitas akademika pada Jumat tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, membangun sinergi, sekaligus memanjatkan doa bagi kemajuan lembaga.
“Khotmil Al-Qur’an merupakan bagian dari napas dan aktivitas Fakultas Syariah yang rutin dilaksanakan setiap hari Senin. Pada Jumat, 4 September 2026, kegiatan ini dilaksanakan bersama pimpinan universitas dan seluruh unsur sivitas akademika sebagai momentum mempererat silaturahmi, membangun sinergi, dan memperkuat budaya religius di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,” ujar Prof. Umi.
Ia menambahkan, doa bersama tersebut juga menjadi bagian dari ikhtiar spiritual menjelang pelaksanaan wisuda periode III dan IV.
Doa dipanjatkan agar para calon wisudawan diberikan keberkahan, kemudahan, dan kelancaran dalam menapaki kehidupan setelah menyelesaikan studi, baik dalam memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.
“Kita juga memohon kepada Allah SWT agar seluruh keluarga besar Fakultas Syariah diberikan kesehatan, kelancaran dalam menjalankan amanah, serta keberkahan,” lanjutnya.
“Semoga Khotmil Al-Qur’an ini menjadi daya lecut bagi kemajuan Fakultas Syariah dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,” harapnya.
Prof. Umi juga menjelaskan bahwa pembacaan tahlil dalam kegiatan tersebut diniatkan untuk mendoakan para muassis, para pendahulu, serta keluarga besar Fakultas Syariah yang telah wafat.
“Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa mereka dan bagi kita yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, serta kemampuan untuk meneruskan kebaikan yang telah mereka teladankan,” tuturnya.
Rektor Tekankan Triple B
Sementara itu, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., mengapresiasi Fakultas Syariah yang telah menjadi tuan rumah kegiatan Khotmil Al-Qur’an dan istighosah tersebut.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Fakultas Syariah yang sudah semangat melaksanakan kesepakatan kita bersama, yaitu Khotmil Al-Qur’an dan istighosah/tahlil. Ini semuanya untuk kita, untuk kampus kita, untuk anak didik kita, baik anak biologis maupun anak ideologis kita,” ujarnya.
Rektor menegaskan, Khotmil Al-Qur’an dan istighosah tidak seharusnya berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan keberkahan sekaligus memberikan dampak nyata bagi seluruh warga kampus.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ilfi mengajak seluruh sivitas akademika memperkuat tiga nilai yang disebutnya sebagai Triple B, yakni Being, Belonging, dan Becoming.
Nilai pertama, Being, berkaitan dengan kesadaran diri. Setiap individu, menurutnya, perlu memiliki kesadaran terhadap nilai dan makna dari setiap ucapan maupun perbuatan yang dilakukan, termasuk dalam mengikuti kegiatan keagamaan di lingkungan kampus.
“Kalau waktunya Khotmil Al-Qur’an, ya tetap datang. Ada undangan atau tidak ada undangan, kita hadir karena sadar bahwa ini menjadi kebaikan untuk kampus dan mahasiswa. Tidak perlu diperintah dan tidak perlu dipaksa,” tuturnya.
Nilai kedua, Belonging, dimaknai sebagai upaya membangun rasa memiliki terhadap lembaga.
Rektor menekankan bahwa seluruh sivitas akademika memiliki tanggung jawab untuk menjaga, membimbing, dan mendoakan mahasiswa yang telah dititipkan orang tua kepada perguruan tinggi.
“Orang tua menitipkan anak-anaknya kepada kita, maka kita doakan selalu, termasuk melalui Khotmil Al-Qur’an ini. Kalau kita mengingat bahwa kita mempunyai derajat yang tinggi, maka kumpulkan kebaikan-kebaikan,” katanya.
Adapun Becoming merupakan dorongan untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik bagi lembaga.
Setiap individu yang memperoleh amanah, mulai dari rektor, wakil rektor, dekan, ketua program studi hingga dosen, memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam mewujudkan kampus yang unggul.
“Kalau kita sudah diberi jabatan sebagai rektor, wakil rektor, dekan, kaprodi, maupun sebagai dosen, semuanya adalah amanah. Kewajibannya adalah menjalankan Being, Belonging, dan Becoming,” jelasnya.
Prof. Ilfi menambahkan, kedekatan dengan Allah SWT harus tercermin dalam kehidupan dan pekerjaan sehari-hari.
Menurutnya, ketika hati seseorang terpaut kepada Allah, kebahagiaan akan berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan dan lembaga tempatnya mengabdi.
“Dengan mengingat Allah, kita akan bahagia. Kalau hati kita sudah terpaut dengan Allah, hidup kita harus berdampak dan mempunyai rasa memiliki. Kita turut menjaga mahasiswa kita agar tidak ada yang terjerumus narkoba, tidak lulus, dan berbagai persoalan lainnya,” ungkapnya.
Baca juga: Dosen UIN Malang Jadi Reviewer ICOSLAW UINSA, Telaah Naskah Hukum Islam dan Isu Gender
Kampus Unggul, Lulusan Semakin Berdaya Saing
Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa seluruh program prioritas kampus pada akhirnya harus diarahkan untuk kepentingan dan masa depan mahasiswa.
Peningkatan kualitas, rekognisi, dan reputasi internasional perguruan tinggi, menurutnya, akan memberikan dampak langsung terhadap daya saing lulusan.
“Kalau kampus kita baik, kalau kampus kita unggul, memiliki rekognisi dan reputasi internasional, maka mahasiswa kita akan lebih mudah mencari pekerjaan,” tegasnya.
Karena itu, Prof. Ilfi meminta seluruh program studi segera mengajukan skema sertifikasi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang sesuai dengan bidang keilmuan dan kompetensi mahasiswa.
“Saya minta kepada semua prodi mengajukan skema LSP. Sertifikasi apa yang akan kita berikan kepada anak didik kita, tolong segera diajukan,” pintanya.
Menurutnya, sertifikasi kompetensi yang diakui LSP maupun lembaga internasional dapat menjadi salah satu modal penting bagi lulusan ketika memasuki dunia kerja.
Sertifikasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kompetensi sekaligus meningkatkan daya saing lulusan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Kita tidak boleh hanya memikirkan diri sendiri, tetapi harus memikirkan anak didik kita. Apa yang kita lakukan hari ini harus memberikan manfaat bagi masa depan mereka,” pungkas Prof. Ilfi.(MFT)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.