MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Salma Rofidatul Hasanah, siswi kelas XII G MAN 2 Kota Malang menorehkan prestasi internasional. Berhasil meraih empat penghargaan sekaligus dalam ajang 19th International Earth Science Olympiad (IESO) 2026 yang berlangsung di Turin, Italia, pada 20–27 Agustus 2026.
Dalam kompetisi tersebut, Salma berhasil meraih Second Prize YoRI Award, Bronze Medal Earth System Project (ESP), Silver Medal International Team Field Investigation (ITFI), serta Bronze Medal kategori Individual Test.
Baca juga: Perkuat Spiritual, GTK MAN 2 Kota Malang Awali Aktivitas Jumat dengan Ngaji Bersama
Baca juga: Cegah Anemia dan Diabetes, MAN 2 Kota Malang Gandeng Puskesmas Arjuno Gelar Skrining Kesehatan Siswi
Mendarat di bandara Abdurrahman Saleh Minggu pagi 30/8/2026 Salma disambut langsung Kepala Madrasah Dr. H. Samsudin, M. Pd, Waka Alif Rifa’i, S.S, Faizal Hadi Nugroho, M. Pd. dan Dra. H. Wulaida Zuhriyana
Wulaida Zuhriyana ketua bidang pengembangan prestasi akademik, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian luar biasa yang diraih Salma.
“Hadza min fadhli Rabbi. Alhamdulillah. Selamat dan sukses, ananda,” ungkap Wulaida
Salma mengungkapkan, perjuangan dalam kompetisi internasional tersebut tidak mudah. IESO 2026 diikuti peserta dari lebih dari 50 negara. Para peserta harus melewati rangkaian seleksi dan pembinaan panjang sebelum berkompetisi di tingkat internasional.
Jalur menuju IESO diawali melalui Olimpiade Sains Nasional (OSN). Para peraih medali OSN kemudian mengikuti pelatihan nasional serta proses pembinaan dan seleksi yang berlangsung dalam dua tahap.
Dari proses tersebut, peserta terbaik kemudian dipilih untuk mewakili Indonesia di ajang internasional.
Salah satu tantangan terberat dirasakan dalam kategori kelompok. Anggota tim tidak selalu berasal dari negara yang sama, tetapi diacak dan digabungkan dengan peserta dari berbagai negara.
Kondisi tersebut menuntut kemampuan beradaptasi, komunikasi, kerja sama, sekaligus penguasaan materi.
Persaingan juga berlangsung ketat dengan negara-negara yang selama ini dikenal kuat dalam kompetisi sains internasional, seperti China, Amerika Serikat, Jepang dan India.
Meski demikian, perjuangan tersebut berbuah hasil membanggakan. Salma berhasil membawa pulang medali perunggu pada kategori individu, medali perak pada kategori kelompok pertama dan medali perunggu pada kategori kelompok kedua, ditambah penghargaan Second Prize YoRI Award.
Atas pencapaian tersebut, Salma menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada pihak madrasah dan orang tua yang selama ini memberikan dukungan penuh.
Keberhasilan Salma tidak terlepas dari dukungan keluarga dan pembinaan intensif yang diberikan MAN 2 Kota Malang.
Orang tua Salma, Sumarni, mengungkapkan bahwa potensi akademik putrinya telah terlihat sejak usia dini. Semangat belajar dan kemampuan untuk fokus menjadi modal penting dalam mengikuti berbagai kompetisi, khususnya di bidang kebumian.
“Dari kecil memang sudah kelihatan potensinya. Kalau fokus ikut pembinaan, dia tidak kenal lelah,” ujar Sumarni.
Menurutnya, keluarga selalu memberikan dukungan terhadap proses pendidikan dan kompetisi yang diikuti Salma, termasuk ketika harus mengikuti rangkaian seleksi hingga tingkat nasional maupun internasional.
Sumarni juga mengapresiasi pola pembinaan yang diterapkan MAN 2 Kota Malang. Pembinaan dilakukan secara berjenjang dan intensif, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, nasional hingga persiapan menuju kompetisi internasional.
Dalam proses tersebut, madrasah juga menghadirkan pembina dari kalangan pakar dan akademisi perguruan tinggi, termasuk dari IPB dan ITB, serta alumni yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri seperti Jepang melalui pembinaan secara daring.
“Pembinaannya tidak instan, bisa berbulan-bulan. Kami dari pihak keluarga tentu mendukung penuh proses tersebut demi pencapaian prestasi yang maksimal,” tambah Sumarni.
Kepala MAN 2 Kota Malang, H. Samsudin, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian Salma. Menurutnya, penghargaan yang diraih Salma semakin menegaskan konsistensi MAN 2 Kota Malang dalam mengantarkan siswa berprestasi hingga tingkat internasional.
“Bangga. Ini adalah yang keenam tahun ini siswa mendapatkan penghargaan internasional. Luar biasa, Salma Rofidatul Hasanah memperoleh empat penghargaan sekaligus dalam ajang internasional ini,” ujar Samsuddin.
Ia menjelaskan, empat penghargaan yang diraih Salma terdiri atas satu Second Prize YoRI Award, satu medali perak dan dua medali perunggu.
“Ini medali internasional yang diraih siswa yang ditugaskan atau mewakili Indonesia. Ini menjadi medali internasional yang keenam bagi MAN 2 Kota Malang pada tahun 2026,” katanya.
Samsudin berharap capaian tersebut dapat dipertahankan dan menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi di berbagai bidang.
“Alhamdulillah. Dari tahun lalu kita juga termasuk salah satu penyumbang terbanyak untuk prestasi internasional yang ditugaskan mewakili Indonesia. Dengan perolehan ini, semoga kita tetap istiqamah meraih prestasi,” harapnya.
Prestasi Salma sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan yang konsisten, dukungan orang tua, ketekunan siswa dan lingkungan pendidikan yang kuat dapat menjadi kombinasi penting untuk melahirkan generasi berprestasi.
Bagi MAN 2 Kota Malang, empat penghargaan Salma bukan sekadar deretan medali, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan panjang madrasah dalam mencetak siswa yang mampu bersaing di tingkat dunia. Ans


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.