Langsung ke konten
Senin, 21 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Gubernur Khofifah Konsisten Kendalikan Inflasi Jatim, Pasar Murah Tembus 139 Kali

Senator yang akrab disapa Ning Lia itu menilai langkah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melalui program pasar murah menjadi bentuk nyata

DPD RI Lia Istifhama

DPD RI Lia Istifhama (Foto: Humas Ning Lia)

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Konsistensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga keterjangkauan harga pangan mendapat apresiasi dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama. Senator yang akrab disapa Ning Lia itu menilai langkah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melalui program pasar murah menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat pengendalian inflasi.

Apresiasi tersebut kembali mengemuka setelah Pemprov Jatim menggelar Pasar Murah ke-139 dalam rangka Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan Jawa Timur Tahun 2026 di Halaman Kantor Balai Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jumat (18/9/2026).

Ning Lia menilai keberlanjutan program tersebut menunjukkan bahwa pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui kebijakan di tingkat makro, tetapi juga melalui intervensi langsung yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Baca juga: Utang Ratusan Juta Bikin Rumah Miliaran Disita, DPD RI Lia Istifhama Turun Tangan Bantu Warga Surabaya

Baca juga: DPD RI Lia Istifhama Sampaikan Transformasi UNITABAH Lamongan untuk Peradaban Pesisir

“Pasar murah ini menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah. Masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sehingga daya beli tetap terjaga,” ujar Ning Lia.

Menurutnya, konsistensi Gubernur Khofifah menghadirkan pasar murah di berbagai daerah patut diapresiasi. Terlebih, kebutuhan pangan merupakan salah satu komponen penting yang sangat dirasakan masyarakat ketika terjadi perubahan harga.

Sebelumnya, Ning Lia juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan pasar murah Pemprov Jatim. Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat menjadi indikator bahwa program tersebut menyentuh kebutuhan riil warga.

Iklan

“Ketika masyarakat datang dan kebutuhan pokok yang disediakan terserap, itu menunjukkan programnya memang dibutuhkan. Pemerintah hadir memberikan solusi terhadap kebutuhan masyarakat, terutama ketika harga pangan terus mengalami dinamika,” kata Ning Lia.

Pasar Murah ke-139, Harga Sejumlah Komoditas di Bawah Pasar

Dalam Pasar Murah ke-139 di Mojokerto, Pemprov Jatim menyediakan sedikitnya 10 komoditas pangan strategis dengan harga yang diupayakan lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Komoditas tersebut antara lain beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, serta gula pasir Rp14.000 per kilogram.

Selain itu, tersedia bawang putih dan bawang merah masing-masing Rp6.000 per 250 gram, paket cabai Rp5.000 per 200 gram, telur ayam ras Rp20.000 per pak, serta daging ayam ras Rp32.000 per pak.

Gubernur Khofifah mengatakan pasar murah tersebut merupakan bagian dari upaya stabilisasi inflasi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok.

“Upaya penjangkauan melalui pasar murah di tahun 2026 ini sudah yang ke-139. Harapannya, ini semakin bisa mendekatkan akses kepada masyarakat, memberikan ruang sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat,” kata Khofifah.

Khofifah menjelaskan, pelaksanaan pasar murah dilakukan secara bergilir di berbagai daerah. Pemprov Jatim berupaya melengkapi langkah yang telah dilakukan pemerintah kabupaten dan kota dalam menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok masyarakat.

“Ini juga bagian dari stabilisasi inflasi. Maka kita memang keliling,” ujarnya.

Ning Lia: Pengendalian Inflasi Butuh Sinergi

Ning Lia menambahkan, pengendalian inflasi tidak dapat hanya mengandalkan satu program. Menurutnya, pasar murah perlu berjalan beriringan dengan penguatan pasokan, kelancaran distribusi, pemantauan harga, serta sinergi pemerintah dengan pelaku usaha dan pemangku kepentingan lainnya.

Iklan

Ia juga menilai pasar murah memiliki dampak ganda. Selain membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, kegiatan tersebut dapat membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produknya.

“Jadi bukan hanya masyarakat yang mendapatkan akses kebutuhan pokok dengan harga murah. Ketika produk UMKM dan IKM juga dilibatkan, ada multiplier effect ekonomi yang ikut bergerak,” tutur Ning Lia.

Pandangan tersebut sejalan dengan konsep pasar murah yang selama ini dikembangkan Pemprov Jatim. Dalam sejumlah pelaksanaan sebelumnya, pasar murah juga menghadirkan produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.

Ning Lia berharap konsistensi intervensi pasar tersebut terus dilanjutkan, terutama di wilayah yang membutuhkan penguatan keterjangkauan pangan.

Bagi dia, menjaga stabilitas harga bukan sekadar persoalan angka inflasi, tetapi juga berkaitan langsung dengan kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Ketika harga kebutuhan pokok terjangkau, masyarakat memiliki ruang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Karena itu, menjaga daya beli masyarakat harus menjadi perhatian bersama,” pungkasnya.

Dengan digelarnya Pasar Murah ke-139, Pemprov Jatim menunjukkan kesinambungan intervensi di lapangan dalam menjaga keterjangkauan pangan. Program tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam menghadapi dinamika harga kebutuhan pokok di Jawa Timur. Ans

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.