Langsung ke konten
Selasa, 25 Agustus 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

DPD RI Lia Istifhama Sampaikan Transformasi UNITABAH Lamongan untuk Peradaban Pesisir

Lia Istifhama, S.Sos.I., M.E.I., hadir sebagai pembicara utama dalam Launching dan Simposium Transformasi Universitas Tarbiyatut Tholabah (UNITABAH) Lamongan

Senator DPD RI, Dr. Hj. Lia Istifhama, S.Sos.I., M.E.I., (pembicara di podium) menyampaikan pidato kebangsaan dalam acara Simposium Nasional bertema "Pendidikan Tinggi Pesisir untuk Kemerdekaan" di UNITABAH Lamongan.

Senator DPD RI, Dr. Hj. Lia Istifhama, S.Sos.I., M.E.I., (pembicara di podium) menyampaikan pidato kebangsaan dalam acara Simposium Nasional bertema "Pendidikan Tinggi Pesisir untuk Kemerdekaan" di UNITABAH Lamongan. (Foto: Tim Lia Istifhama, istimewa)

LAMONGAN | JATIMSATUNEWS.COM: Senator DPD RI, Dr. Hj. Lia Istifhama, S.Sos.I., M.E.I., hadir sebagai pembicara utama dalam Launching dan Simposium Transformasi Universitas Tarbiyatut Tholabah (UNITABAH) Lamongan di Paciran, kemarin.

Dalam orasi ilmiahnya, legislator yang karib disapa Ning Lia ini menekankan urgensi peran pendidikan tinggi dalam memajukan peradaban, khususnya di kawasan pesisir. Ia berharap alih status ke universitas menjadi motor peningkatan mutu pendidikan setempat.

“Pendidikan memiliki peran sentral dalam membangun peradaban bangsa. Saya berharap UNITABAH dapat menjadi pilar penguat bagi masyarakat pesisir, terutama melalui penanaman karakter kepemimpinan, literasi hukum, dan literasi digital,” tegas Ning Lia.

Komitmen Global Berbasis Budaya Lokal
Rektor UNITABAH Lamongan, Dr. Alimul Muniroh, M.Ed., menyambut baik dukungan tersebut. Menurutnya, transformasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan babak baru tanggung jawab akademik yang lebih besar.

“Ini bukan hanya soal kelahiran universitas, tapi peneguhan perjuangan panjang. Status universitas menuntut integrasi keilmuan yang lebih kuat, daya saing global, dan kedekatan dengan masyarakat,” ungkap Alimul Muniroh.

Meskipun melangkah ke arah global, Alimul memastikan UNITABAH akan tetap memegang teguh identitasnya. “Nilai-nilai pesantren dan keislaman akan selalu menjadi fondasi dan ‘roh’ penggerak universitas ini,” pungkasnya.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.