MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Suasana khusyuk dan penuh keberkahan mewarnai Ruang Guru MAN 2 Kota Malang pada Jumat (28/8) pagi. Tepat pukul 07.00 WIB, para Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) tampak duduk berdampingan melangsungkan kegiatan ngaji rutin bersama sebelum memulai berbagai rutinitas akademik maupun pelayanan madrasah.
Pada pertemuan kali ini, lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar menggema saat para GTK secara serentak mendaras Surat Al-An’am mulai ayat 11 hingga 30. Pihak madrasah secara tidak langsung menegaskan bahwa agenda yang berlangsung selama kurang lebih setengah jam ini merupakan ikhtiar nyata institusi untuk menumbuhkan kebiasaan positif sekaligus mempertebal fondasi spiritual seluruh pegawainya.
Usai kekhusyukan membaca Al-Qur’an bersama, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tausiyah yang disampaikan oleh Drs. Khoirul Insan. Dalam arahannya, ia mengajak seluruh peserta yang hadir untuk membedah dan menghayati keutamaan Surat Al-Fatihah. Secara mendalam, ia mengingatkan bahwa surat pembuka Al-Qur’an tersebut hakikatnya memuat esensi doa, pujian kepada Allah SWT, serta permohonan bimbingan menuju jalan yang lurus bagi setiap muslim.
Baca juga: MAN 2 Kota Malang Perkuat Layanan Madrasah melalui Penyesuaian Job Description Tenaga Kependidikan
Baca juga: Cegah Anemia dan Diabetes, MAN 2 Kota Malang Gandeng Puskesmas Arjuno Gelar Skrining Kesehatan Siswi
“Surat Al-Fatihah adalah surat yang sangat dekat dengan kehidupan kita karena selalu kita baca dalam setiap salat. Namun, kedekatan itu hendaknya tidak hanya sebatas pada kebiasaan melafalkannya, tetapi juga bagaimana kita mampu memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Drs. Khoirul Insan secara langsung di hadapan para GTK.
Melalui konsistensi kegiatan ngaji pagi ini, MAN 2 Kota Malang berharap setiap elemen pendidik dan tenaga kependidikan dapat terus merawat kedekatan mereka dengan Al-Qur’an. Harmonisasi antara profesionalitas kerja dan penguatan nilai-nilai keagamaan ini diyakini mampu menciptakan iklim lingkungan kerja yang religius, penuh ketenangan, serta membawa keberkahan bagi kemajuan madrasah ke depannya.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.