Langsung ke konten
Jumat, 21 Agustus 2026
Headline KAI Daop 7 Madiun Tambah Kapasitas Rangkaian, Akomodir Lonjakan Penumpang Libur Panjang HUT ke-81 RI
Daerah

Tadris Matematika FITK UIN Malang Perkuat Kurikulum 2026, Gandeng UNESA untuk Review Eksternal

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Program Studi Tadris Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memperkuat rancangan Kurikulum 2026 melalui evaluasi dan review eksternal dengan menghadirkan akademisi dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Rabu (19/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 12.00–16.00 WIB di Ruang Rapat Lantai 1 Gedung Megawati tersebut menghadirkan Prof. Tatag Yuli Eko Siswono, M.Pd. dari UNESA sebagai reviewer eksternal. Kehadiran akademisi dari luar institusi menjadi bagian dari upaya Program Studi Tadris Matematika memperoleh perspektif objektif terhadap rancangan kurikulum yang tengah dikembangkan.

Review eksternal dilakukan untuk memastikan Kurikulum 2026 tidak hanya sesuai dengan kebutuhan internal program studi, tetapi juga memiliki relevansi dengan perkembangan pendidikan matematika, kebutuhan pemangku kepentingan, dunia kerja, perkembangan teknologi, serta arah pengembangan keilmuan.

Dekan FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A., dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap langkah Program Studi Tadris Matematika yang melibatkan reviewer eksternal dalam proses pengembangan kurikulum.

Menurutnya, perspektif dari akademisi eksternal dapat membantu program studi melihat rancangan kurikulum secara lebih objektif. Masukan tersebut diharapkan menjadi bahan untuk menemukan ruang pengembangan sekaligus memperkuat relevansi dan daya saing pendidikan yang ditawarkan kepada mahasiswa.

Dalam proses review, Prof. Tatag memberikan telaah terhadap berbagai komponen rancangan Kurikulum 2026, mulai dari struktur dan substansi kurikulum, profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), bahan kajian, mata kuliah, hingga keterkaitan kurikulum dengan perkembangan pendidikan matematika dan kebutuhan pemangku kepentingan.

Telaah tersebut menjadi penting karena setiap komponen kurikulum perlu memiliki keterkaitan yang jelas. Mata kuliah tidak diposisikan sebagai bagian yang berdiri sendiri, tetapi harus menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran yang secara bertahap mengantarkan mahasiswa mencapai profil dan kompetensi lulusan yang telah ditetapkan.

Salah satu perhatian utama dalam pengembangan Kurikulum 2026 adalah penguatan prinsip Outcome-Based Education (OBE). Melalui pendekatan tersebut, orientasi pendidikan diarahkan pada capaian yang dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan proses pembelajaran, bukan semata-mata pada materi yang disampaikan oleh dosen.

Dengan pendekatan OBE, struktur kurikulum, proses pembelajaran, asesmen, dan capaian lulusan harus memiliki hubungan yang selaras. Karena itu, review eksternal menjadi ruang untuk menguji apakah desain Kurikulum 2026 telah mampu membangun keterhubungan tersebut secara konsisten.

Pengembangan kurikulum juga diarahkan agar responsif terhadap perubahan teknologi, termasuk kehadiran Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan.

Perkembangan AI menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi pendidikan matematika. Calon pendidik perlu memiliki kemampuan beradaptasi dengan teknologi sekaligus tetap memiliki fondasi akademik dan pedagogis yang kuat.

Dalam konteks tersebut, lulusan Tadris Matematika diharapkan tidak hanya mampu menguasai konsep matematika dan pedagogi, tetapi juga memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi digital secara kritis dan tepat untuk mendukung proses pembelajaran.

Namun, transformasi tersebut tetap ditempatkan dalam karakter pendidikan UIN Malang. Penguatan teknologi dan respons terhadap perkembangan zaman berjalan berdampingan dengan integrasi nilai-nilai keislaman serta penguatan karakter mahasiswa.

Dengan demikian, modernisasi kurikulum tidak dimaknai sebagai pelepasan identitas akademik dan kelembagaan, melainkan sebagai upaya mengintegrasikan perkembangan keilmuan dan teknologi dengan nilai yang menjadi karakter pendidikan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Suasana review berlangsung secara konstruktif. Berbagai masukan yang disampaikan reviewer menjadi bahan bagi Program Studi Tadris Matematika untuk melakukan penyempurnaan sebelum rancangan Kurikulum 2026 memasuki tahap finalisasi.

Proses tersebut sekaligus menempatkan review eksternal sebagai bagian dari siklus peningkatan mutu, bukan sekadar agenda formal sebelum kurikulum ditetapkan.

Bagi Program Studi Tadris Matematika FITK UIN Malang, kurikulum bukan sekadar daftar mata kuliah yang diperbarui secara periodik. Kurikulum menjadi instrumen strategis untuk menentukan kompetensi seperti apa yang harus dimiliki mahasiswa dan bagaimana proses pendidikan mengantarkan mereka menuju kompetensi tersebut.

Karena itu, keterlibatan Prof. Tatag Yuli Eko Siswono dari UNESA menjadi bagian penting dalam menguji sekaligus memperkaya rancangan Kurikulum 2026 melalui perspektif eksternal.

Setelah review, berbagai rekomendasi akan menjadi bahan tindak lanjut program studi dalam menyempurnakan rancangan kurikulum. Harapannya, Kurikulum 2026 tidak hanya relevan dengan kebutuhan pendidikan matematika saat ini, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan yang akan datang.

Sebab, kurikulum yang kuat bukanlah kurikulum yang selesai ketika dokumen ditetapkan, melainkan kurikulum yang terus dievaluasi, diperbaiki, dan mampu mengantarkan lulusan menghadapi masa depan.

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.