Langsung ke konten
Rabu, 19 Agustus 2026
Headline KAI Daop 7 Madiun Tambah Kapasitas Rangkaian, Akomodir Lonjakan Penumpang Libur Panjang HUT ke-81 RI
Nasional

Solusi Cerdas Pengelolaan Sampah: KKN 122 UMM Resmikan Incinerator Rocket Stove di Desa Ampelgading

Mahasiswa KKN 122 UMM berfoto bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), perangkat desa, serta tokoh masyarakat usai meresmikan fasilitas incinerator berkonsep Rocket Stove di TPQ An-Najah, Desa Ampelgading, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 122 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan inovasi pengelolaan sampah berupa fasilitas incinerator berkonsep Rocket Stove di Desa Ampelgading, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Peresmian inovasi ini berlangsung sukses di pelataran TPQ An-Najah pada Kamis (13/8/2026).

Langkah nyata yang menjadi bagian dari program “KKN Berdampak UMM 2026” ini mendapat apresiasi penuh dari masyarakat dan jajaran tokoh setempat. Perwakilan Puskesmas Kecamatan Tirtoyudo, Nanang, bersama Ketua RT 18 Desa Ampelgading menyambut antusias kehadiran teknologi yang dinilai mampu memecahkan persoalan sampah di desa tersebut.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok KKN 122 UMM, R. Tanzil Fawaiq Sayyaf, S.Sy., M.H., turut menegaskan bahwa program kerja mahasiswa harus berangkat dari kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Hal ini sejalan dengan paparan Penanggung Jawab Program, Hanif Rakan Jaya, serta Nurul Aini Permata Putri. Keduanya menjelaskan bahwa Rocket Stove merupakan teknologi pembakaran optimal yang memanfaatkan prinsip aliran udara dan panas sehingga lebih terarah dan ramah bagi masyarakat.

Acara peresmian ini ditandai dengan prosesi pemotongan pita oleh perwakilan Pemerintah Desa Ampelgading, didampingi oleh DPL dan tokoh masyarakat. Kehadiran fasilitas Rocket Stove ini diharapkan tidak sekadar menjadi alternatif pengelolaan sampah fisik, tetapi juga mampu memacu kesadaran warga Desa Ampelgading untuk terus menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan secara mandiri.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.