Langsung ke konten
Rabu, 7 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Tadris Matematika UIN Malang Buka Ruang Suara Mahasiswa, Evaluasi Perkuliahan hingga Kebutuhan Akademik

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Bagaimana sebenarnya mahasiswa mengalami proses perkuliahan di kelas? Pertanyaan itu menjadi salah satu bahasan dalam Forum Ketua

Mahasiswa Tadris Matematika di Ged. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Mahasiswa Tadris Matematika di Ged. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (Foto: Humas UIN Malang)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Bagaimana sebenarnya mahasiswa mengalami proses perkuliahan di kelas? Pertanyaan itu menjadi salah satu bahasan dalam Forum Ketua Kelas yang digelar Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Senin (28/9/2026).

Bertempat di Meeting Room Megawati Lantai 2, forum tersebut mempertemukan program studi dengan para ketua kelas untuk menghimpun pengalaman, persoalan, dan aspirasi mahasiswa selama mengikuti perkuliahan.

Ketua kelas tidak hanya menyampaikan informasi administratif. Mereka membawa berbagai masukan dari mahasiswa mengenai pelaksanaan pembelajaran, komunikasi akademik, tugas dan aktivitas perkuliahan, koordinasi dengan dosen, hingga hal-hal yang dinilai perlu diperbaiki agar proses belajar berlangsung lebih efektif.

Baca juga: Prodi MPI FTIK UIN Malang Bekali Mahasiswa Public Speaking untuk Komunikasi Manajerial

Baca juga: Mahasiswa Tadris Matematika UIN Malang Sabet Juara 2 LKTI Nusantara Matematika Festival 2026

Bagi Program Studi Tadris Matematika, forum tersebut menjadi salah satu cara memperoleh gambaran proses perkuliahan langsung dari perspektif mahasiswa.

Masukan mahasiswa juga tidak semata diarahkan untuk mencari persoalan. Forum memberikan ruang untuk mengidentifikasi praktik pembelajaran yang dinilai berjalan baik sekaligus melihat aspek yang masih membutuhkan perbaikan.

Dari sini, suara mahasiswa ditempatkan sebagai salah satu bahan evaluasi program studi, bukan sekadar pendapat yang berhenti setelah forum selesai.

Dari Evaluasi Kelas hingga Agenda Akademik

Pembahasan kemudian berkembang pada kebutuhan mahasiswa di luar aktivitas perkuliahan.

Para ketua kelas turut menyampaikan kebutuhan terhadap berbagai kegiatan yang dapat memperkaya pengalaman akademik, mulai dari seminar, pelatihan, forum ilmiah, penelitian, publikasi, hingga kompetisi.

Masukan tersebut menjadi bahan bagi program studi untuk memetakan kegiatan yang lebih relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan profil lulusan Tadris Matematika.

Pengalaman mengikuti kegiatan ilmiah dan kompetisi, misalnya, tidak hanya dipandang sebagai aktivitas tambahan. Kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari pembentukan portofolio akademik sekaligus penguatan kompetensi profesional mahasiswa.

Terlebih, mahasiswa Tadris Matematika tidak hanya diproyeksikan menjadi pendidik matematika. Penguatan kompetensi juga dapat diarahkan pada bidang penelitian maupun pengembangan usaha berbasis pendidikan atau edupreneur.

Iklan

Karena itu, forum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk membaca kebutuhan mahasiswa secara lebih konkret: kompetensi apa yang perlu diperkuat, kegiatan apa yang dibutuhkan, dan pengalaman akademik seperti apa yang dapat menunjang kesiapan mereka setelah lulus.

Suara Mahasiswa Menjadi Bahan Evaluasi

Hasil forum kemudian dihimpun menjadi sejumlah masukan yang dapat digunakan program studi untuk memperbaiki layanan akademik.

Masukan mengenai proses perkuliahan menjadi bahan koordinasi internal dan komunikasi dengan pihak terkait. Sementara kebutuhan kegiatan akademik menjadi dasar untuk memetakan agenda pengembangan mahasiswa.

Aspek lain yang mendapat perhatian adalah komunikasi antara program studi, dosen, ketua kelas, dan mahasiswa. Komunikasi dua arah dinilai penting agar persoalan yang muncul dalam proses perkuliahan dapat diketahui lebih awal dan dikomunikasikan melalui mekanisme akademik yang sesuai.

Dengan pola tersebut, Forum Ketua Kelas tidak berhenti sebagai forum penyampaian aspirasi. Ia ditempatkan sebagai bagian dari siklus evaluasi, pemetaan kebutuhan, dan tindak lanjut dalam pengelolaan akademik.

Bagi Tadris Matematika, keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari upaya membangun budaya akademik yang lebih terbuka dan kolaboratif. Mahasiswa bukan hanya penerima layanan pendidikan, tetapi juga memiliki pengalaman langsung yang dapat menjadi sumber informasi penting bagi program studi.

Pada akhirnya, forum tersebut memperlihatkan bahwa perbaikan akademik tidak selalu dimulai dari kebijakan besar. Ia bisa berangkat dari percakapan sederhana tentang apa yang terjadi di ruang kelas.

Dari suara mahasiswa, program studi mendapatkan bahan untuk mengevaluasi. Dari evaluasi, kebutuhan dipetakan. Dan dari pemetaan itulah agenda perbaikan dapat diarahkan secara lebih nyata.

Suasana diskusi
Suasana diskusi

Sumber: ftik.uin-malang.ac.id

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.