Langsung ke konten
Senin, 17 Agustus 2026
Headline KAI Daop 7 Madiun Tambah Kapasitas Rangkaian, Akomodir Lonjakan Penumpang Libur Panjang HUT ke-81 RI
Daerah Malang

PKB Kota Malang Buka Musancab, Tekankan Soliditas dan Kerja Nyata Menuju Pemilu 2029

Foto : Istimewa

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM; Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang membuka Musyawarah Anak Cabang (Musancab) dengan sarasehan bertajuk “Cerdas Memilih, Bijak Mengawal, Hijaukan Jawa Timur”, Minggu (16/8/2026).

Kegiatan yang digelar di Hotel Asscent Kota Malang mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB tersebut menjadi momentum penting bagi PKB Kota Malang untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus melakukan regenerasi kepengurusan di tingkat kecamatan.

Ratusan kader dan pengurus hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas jajaran DPC PKB Kota Malang periode 2022–2026, Dewan Syuro, pengurus Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC), hingga pengurus Dewan Pengurus Ranting (DPRt) PKB se-Kota Malang.

Sejumlah anggota Fraksi PKB DPRD Kota Malang juga turut hadir, di antaranya Ketua Fraksi Saniman Wafi, S.Tr.Par, Muhammad Anas Muttaqin, S.Psi., M.Psi., Putri Aidillah Nurfitriyah Kriswanto, SH, Drs. H. Fathol Arifin, MH, Arief Wahyudi, SH, Abd. Wahid, serta Ike Kisnawati, SH.

Sarasehan sekaligus pembukaan Musancab berlangsung dalam suasana konsolidatif. Forum tersebut tidak hanya membahas penyegaran struktur kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang untuk kembali meneguhkan arah perjuangan PKB dari tingkat kecamatan hingga ranting.

Hikmah: Soliditas Jadi Modal Utama

Ketua DPC PKB Kota Malang, Hj. Hikmah Bafaqih, M.Pd., menekankan pentingnya menjaga soliditas seluruh jajaran pengurus dan kader.

Menurut Hikmah, kekuatan struktur organisasi merupakan salah satu modal utama PKB Kota Malang dalam menjalankan agenda politik sekaligus memperkuat kehadiran partai di tengah masyarakat.

“Soliditas pengurus akan menjadi tulang punggung keberhasilan PKB Kota Malang. Karena itu, siapa pun yang nantinya mendapat amanah dalam kepengurusan harus tetap berada dalam satu barisan perjuangan,” ujar Hikmah.

Ia menegaskan, Musancab tidak boleh hanya dimaknai sebagai proses pergantian maupun pengisian jabatan dalam struktur organisasi. Lebih dari itu, Musancab harus menjadi momentum untuk memastikan seluruh kader tetap bergerak dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

Musancab Bukan Sekadar Pergeseran Pengurus

Sementara itu, dalam sambutan atas nama Ketua DPW PKB Jawa Timur, Sekretaris Dewan Syuro DPW PKB Jawa Timur Dr. Ahmad Atoillah, M.IP., menegaskan bahwa Musancab merupakan bagian penting dari konsolidasi kekuatan partai.

Musancab, menurutnya, bukan sekadar kegiatan seremonial ataupun momentum pergeseran personel pengurus. Forum tersebut harus menjadi ruang untuk mengonsolidasikan kekuatan, menetapkan target pemenangan, sekaligus meluruskan kembali arah perjuangan partai.

Tujuan akhirnya bukan sekadar kemenangan politik, tetapi kemenangan yang berkelanjutan dan mampu memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.

Dalam konteks tersebut, DPAC dan ranting memiliki posisi strategis. Struktur partai di tingkat kecamatan dan kelurahan menjadi ruang bagi kader untuk ditempa, bekerja langsung di tengah masyarakat, mencari solusi atas persoalan warga, sekaligus menghadirkan PKB secara nyata.

Semangat “PKB Naik Kelas” juga ditekankan agar tidak berhenti sebagai slogan. PKB didorong untuk bergerak dari kegiatan seremonial menuju kegiatan yang berdampak, dari diskusi menjadi solusi, serta dari sekadar kata-kata menjadi kerja nyata.

Empat Agenda Besar Penguatan Organisasi

Dalam arahannya, jajaran PKB didorong memprioritaskan empat agenda besar penguatan organisasi.

Pertama, memperkuat regenerasi kepemimpinan agar organisasi memiliki kesinambungan dan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin baru.

Kedua, memperkuat transformasi digital dan penguasaan ruang informasi. Kader dan struktur partai dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi serta memanfaatkan ruang digital secara produktif untuk menyampaikan gagasan dan kerja-kerja politik.

Ketiga, memulai kerja politik menuju Pemilu 2029 sejak sekarang. Konsolidasi tidak boleh dilakukan secara mendadak menjelang momentum pemilu, tetapi harus dibangun secara berkelanjutan.

Keempat, memperkuat sistem kaderisasi. Kaderisasi disebut sebagai jantung organisasi karena dari proses tersebut akan lahir kader yang ideologis, loyal, kompeten, dan berintegritas.

DPAC diharapkan mampu menjadi ujung tombak dalam menjalankan proses kaderisasi tersebut secara konsisten dan berkelanjutan.

Empat Pilar Politik PKB

Kepengurusan baru di tingkat kecamatan juga diarahkan untuk memegang teguh empat pilar politik, yakni politik kehadiran, politik pelayanan, politik keteladanan, dan politik kepemimpinan.

Politik kehadiran berarti kader harus selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika memasuki masa kampanye. Kehadiran tersebut harus diwujudkan melalui interaksi dan kerja nyata untuk memahami persoalan warga.

Sementara politik pelayanan mendorong struktur partai menjadi institusi yang mampu membantu masyarakat mencari jalan keluar atas berbagai persoalan yang dihadapi.

Adapun politik keteladanan menempatkan kader sebagai contoh di tengah masyarakat melalui sikap santun, jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas.

Sedangkan politik kepemimpinan mendorong kader untuk berani memimpin gagasan, mengambil inisiatif, serta menjadi penggerak perubahan di wilayah masing-masing.

Keempat pilar tersebut pada akhirnya bermuara pada satu tujuan utama, yakni menghadirkan kemanfaatan bagi rakyat.

“Setiap Orang Ada Masanya, Setiap Masa Ada Orangnya”

Rangkaian sambutan dalam pembukaan Musancab juga menegaskan bahwa penyegaran struktur kepengurusan tidak semestinya dipandang sebagai persoalan mengenai siapa yang mendapatkan posisi dan siapa yang tidak lagi berada dalam struktur.

Prinsip “setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya” menjadi penegasan bahwa perubahan struktur merupakan bagian dari proses regenerasi organisasi.

Jabatan bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah yang harus dijalankan untuk memperkuat perjuangan partai dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Karena itu, pengabdian kader PKB tidak berhenti ketika seseorang tidak lagi menempati posisi tertentu dalam struktur organisasi. Pengabdian tetap dapat dilakukan melalui berbagai ruang dan peran sesuai kebutuhan organisasi maupun masyarakat.

Dengan semangat tersebut, Musancab PKB Kota Malang diharapkan tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan soliditas seluruh kader.

Soliditas tersebut menjadi modal penting bagi PKB untuk terus hadir di tengah masyarakat Kota Malang, mendengar aspirasi warga, memberikan pelayanan, serta mengawal kebijakan agar benar-benar memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.

Musancab pun diharapkan menjadi titik awal penguatan organisasi menuju kerja politik yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. Dengan struktur yang solid, kaderisasi yang kuat, serta orientasi pada pelayanan publik, PKB Kota Malang menatap agenda politik ke depan dengan semangat menghadirkan partai yang semakin dekat dan bermanfaat bagi masyarakat.