MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang sukses menggelar Pengajian Daerah di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi pada Ahad (9/8). Dihadiri sekitar 4.500 jemaah, agenda rutin dwibulanan ini menjadi momentum penting untuk mempertegas kontribusi nyata Muhammadiyah bagi masyarakat.
Acara ini terasa semakin spesial dengan hadirnya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., beserta jajaran pimpinan daerah setempat.
Ketua PDM Kabupaten Malang, Dr. H. M. Nurul Humaidi, M.Ag., dalam sambutannya meluruskan sejumlah persepsi publik terkait identitas gerakan Muhammadiyah. Ia menegaskan bahwa nilai keislaman tidak cukup hanya dipahami melalui simbol atau aktivitas keagamaan verbal semata.
“Tahlil bagi warga Muhammadiyah bukan hanya diucapkan secara verbal, melainkan diwujudkan dalam bentuk *mTahlil Sosial. Yakni, memperhatikan sesama manusia melalui gerakan amal dan kedermawanan yang menjadi ciri khas organisasi,” tegas Dr. Nurul Humaidi.
Konsep Tahlil Sosial ini telah dibuktikan melalui berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan, sosial, dan filantropi. Salah satu contoh nyatanya adalah pengembangan Pondok Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah (PEM) Gondanglegi. Pesantren ini berdiri megah di atas tanah hibah seluas 1,7 hektare dari keluarga besar PT Polowijo Gosari (Almarhum Jauhar Arifin), yang berkomitmen untuk terus mendukung perluasan fasilitas pendidikan Islam tersebut.
Tahlil Sosial, Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti menyoroti peran strategis Muhammadiyah dalam memajukan Indonesia melalui pendidikan. Ia mengaitkan hal ini dengan konsep Darul Ahdi wa Syahadah bahwa Indonesia adalah negara kesepakatan yang harus diisi dengan karya dan kemajuan peradaban.
Prof. Mu’ti juga mengingatkan besarnya jasa tokoh-tokoh Muhammadiyah, seperti Ki Bagus Hadikusumo, Ir. Soekarno, Kasman Singodimedjo, dan Abdul Kahar Muzakkir dalam merumuskan dasar negara di BPUPKI dan PPKI.
Untuk melanjutkan estafet perjuangan tersebut, Prof. Mu’ti menekankan pentingnya mencetak generasi Ulul Albab generasi dengan pemikiran kritis tingkat tinggi yang diimbangi kekuatan spiritual.
“Pendidikan merupakan kekuatan utama transformasi masyarakat, dari masyarakat Jahiliyah menuju masyarakat ilmiah yang bertumpu pada prestasi, penguasaan ilmu pengetahuan, literasi, dan akhlakul karimah,” ujar Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah tersebut.
Menjadikan “Education, Education, Education” sebagai semboyan utamanya, Prof. Mu’ti menegaskan bahwa kemajuan negara sangat bergantung pada kualitas sistem pendidikannya. Ia mengajak warga Muhammadiyah untuk kembali pada spirit Iqra (perintah membaca dalam QS. Al-Alaq 1-5) sebagai fondasi membangun learning society atau masyarakat pembelajar.
Tradisi membaca, menulis, dan pengajaran sejawat (peer teaching) harus menjadi budaya yang mengakar untuk membangun masyarakat yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga berintegritas dan bermoral tinggi.
Pengajian Daerah ini pada akhirnya tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi ribuan warga persyarikatan. Lebih dari itu, acara ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara filantropi (Tahlil Sosial) dan pendidikan yang transformatif adalah kunci bagi Muhammadiyah Kabupaten Malang dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, dan berkeadaban.
Diolah dari rilis/tulisan: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin (Wakil Ketua Bidang Organisasi PCPM Klojen Kota Malang).

