ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM: Penggunaan thermovisi dalam pemeriksaan kondisi peralatan kelistrikan memiliki keterkaitan erat dengan berbagai konsep fisika yang dipelajari dalam Program Studi Fisika.Sebagai mahasiswa Program Studi Fisika, Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’ Jawa Timur, kegiatan magang memberikan kesempatan untuk menerapkan berbagai konsep fisika yang diperoleh selama perkuliahan secara langsung di PT PLN UPT Surabaya Selatan, Jalan Ketintang No. 9, Surabaya, pada periode 13 Juli hingga 13 November 2026
Menurut Abdel Haq et al.(2023), pemantauan kondisi termal dapat digunakan untuk mengidentifikasi peningkatan temperatur pada peralatan kelistrikan Salah satu konsep Fisika yang berkaitan erat dengan thermovisi adalah suhu dan kalor. Dalam sistem kelistrikan, Aliran arus listrik melalui penghantar dan komponen yang memiliki resistansi dapat menghasilkan panas. Panas tersebut menyebabkan perubahan temperatur pada permukaan peralatan. Melalui thermovisi, perubahan temperatur tersebut dapat diamati dan dipetakan dalam bentuk citra termal, sehingga konsep mengenai suhu, kalor, dan distribusi panas yang dipelajari dalam perkuliahan dapat diamati secara langsung pada kondisi nyata.

Thermovisi juga memiliki keterkaitan dengan materi termodinamika, mengenai perpindahan kalor. Kalor dapat berpindah melalui konduksi, konveksi, dan radiasi. Pada pemeriksaan menggunakan kamera termal, prinsip radiasi menjadi bagian yang sangat penting karena alat mendeteksi radiasi inframerah yang dipancarkan oleh permukaan suatu objek. Radiasi tersebut kemudian diterima oleh sensor dan diolah menjadi informasi temperatur yang ditampilkan dalam bentuk citra termal.

Selain itu, penggunaan thermovisi berkaitan dengan konsep radiasi elektromagnetik. Radiasi inframerah merupakan bagian dari spektrum elektromagnetik dengan panjang gelombang lebih besar daripada cahaya tampak.. Setiap benda yang memiliki temperatur di atas nol mutlak memancarkan radiasi elektromagnetik. Karakteristik radiasi yang dipancarkan dipengaruhi oleh temperatur dan sifat permukaan benda. Prinsip tersebut dimanfaatkan oleh kamera thermovisi untuk melakukan pengukuran temperatur tanpa kontak langsung dengan objek.

Dalam bidang Fisika Material, thermovisi juga berkaitan dengan sifat termal material, terutama konduktivitas termal dan emisivitas. Setiap material memiliki kemampuan yang berbeda dalam menghantarkan dan memancarkan panas. Perbedaan sifat tersebut dapat memengaruhi respons termal dan hasil pengamatan menggunakan kamera thermovisi. Oleh karena itu, pemahaman mengenai karakteristik material menjadi penting dalam menginterpretasikan hasil pemeriksaan termal.
Kegiatan magang menunjukkan bahwa berbagai konsep fisika memiliki penerapan langsung dalam bidang ketenagalistrikan. Penggunaan thermovisi merupakan salah satu contoh penerapan konsep suhu, kalor, termodinamika, radiasi elektromagnetik, dan sifat termal material dalam pemeriksaan serta pemeliharaan peralatan kelistrikan. Kegiatan magang di Gardu Induk Gunung Sari memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-7, yaitu Energi Bersih dan Terjangkau, serta tujuan ke-9, yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Melalui kegiatan inspeksi rutin, pemeriksaan kondisi peralatan, dan thermovisi, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan untuk menjaga keandalan penyaluran energi listrik. Kegiatan tersebut juga mendukung upaya pencegahan gangguan dan peningkatan efisiensi operasional melalui deteksi dini terhadap potensi kerusakan peralatan. Dengan demikian, pelaksanaan magang tidak hanya meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang ketenagalistrikan, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung terciptanya sistem energi yang andal, efisien, dan berkelanjutan.
Selama kegiatan magang, mahasiswa memperoleh bimbingan dari Dosen Pembimbing Reffany Choiru, S.Si., M.Si., dan Pembimbing Magang Fikri Ghazali. Pengalaman tersebut tidak hanya meningkatkan pemahaman teoritis, tetapi juga mengembangkan kemampuan dalam melakukan pengamatan, pengukuran, analisis, serta menghubungkan konsep fisika dengan permasalahan di lingkungan kerja.
Penulis: I Kadek Swastika Yasa,Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur,Fakultas Teknik Dan Sains,Program Studi Fisika


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.