| Dokumentasi Kegiatan Lewat Program “JELITA”, Mahasiswa KKN SDG’S UPN Veteran Jawa Timur Berdayakan Kader serta Karang Taruna RW 07 Kelurahan Banyu Urip Olah Limbah Minyak Jelantah |
SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM : Melalui program bertajuk JELITA (Jelantah Inovatif Bernilai Ekonomi), mahasiswa KKN SDG’S UPN Veteran Jawa Timur bersama ibu-ibu Kader Surabaya Hebat (KSH) dan Karang Taruna RW 07 Kelurahan Banyu Urip menggelar sosialisasi serta pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun cuci piring. Pelatihan yang bertempat di Balai RW 07 Kelurahan Banyu Urip tersebut berfokus pada praktik pengolahan limbah minyak goreng bekas. Tujuan utama dari program kerja ini adalah untuk mengurangi tingkat pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh limbah minyak tersebut. Selain itu, mahasiswa juga bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga agar menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Optimalisasi Bank Sampah Jelantah
Hadirnya program JELITA dilatarbelakangi oleh kondisi RW 07 Kelurahan Banyu Urip yang warganya banyak sekali memiliki limbah minyak jelantah. Namun, warga hanya mengandalkan pengepul minyak jelantah untuk membuang limbah tersebut tanpa memaksimalkannya menjadi barang yang memiliki nilai guna. Melalui pelatihan ini, masyarakat diajak untuk memaksimalkan potensi limbah tersebut agar dapat diolah kembali menjadi sabun cuci piring yang layak pakai.
Dalam pelatihan tersebut, ibu-ibu Kader Surabaya Hebat (KSH) dan anggota Karang Taruna mendapatkan penjelasan rinci mengenai tahapan pengolahan minyak jelantah. Edukasi dimulai dari proses penyaringan dan penjernihan untuk mengurangi kotoran serta bau pada minyak jelantah, dilanjutkan dengan pencampuran bahan-bahan yang diperlukan untuk menghasilkan sabun cuci piring. Seluruh tahapan dipraktikkan dengan memperhatikan aspek keamanan dan kualitas hasil akhir secara seksama.
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan
Selain memberikan dampak positif bagi kebersihan lingkungan, program ini diharapkan mampu membantu masyarakat dalam menghemat pengeluaran rumah tangga karena sabun hasil olahan dapat digunakan secara mandiri. Kedepannya, sabun ramah lingkungan ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk bernilai ekonomis yang dapat dipasarkan di lingkungan sekitar.
Anggota Kader Surabaya Hebat (KSH) RW 07, Ibu Mariyem, menyampaikan antusiasme dan harapannya terhadap program JELITA ini. “Mudah-mudahan melalui praktik ini, perekonomian rumah tangga bisa bertambah. Kegiatan ini juga bisa dipraktikkan sendiri di rumah karena kami mendapatkan brosur panduan. Ini sangat menambah wawasan dan pengalaman baru yang belum pernah kami temui sebelumnya,” ungkap Ibu Mariyem.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan Karang Taruna RW 07, Rika, memberikan pesan singkat yang menggugah masyarakat sekitar. “Jangan menganggap remeh minyak jelantah, karena jelantah bisa menghasilkan nilai tambah jika diolah dengan tepat dan benar,” tuturnya.
Melalui penyelenggaraan program kegiatan ini, JELITA diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain. Terutama dalam mengelola limbah rumah tangga secara kreatif demi mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan produktif.
Penulis : Innesyah Dwi Lestari, Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur
Editor : Ardhena Vareldio Pratama Hadianto, Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur

