Mahadir Muhammad Fikri Rohmatulloh, mahasiswa Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, meraih Juara 2 pada kategori Poomsae Semi Prestasi Senior Man Individual dalam Kejuaraan Nasional Indonesia Super Fight.
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Mahadir Muhammad Fikri Rohmatulloh, mahasiswa Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, meraih Juara 2 pada kategori Poomsae Semi Prestasi Senior Man Individual dalam Kejuaraan Nasional Indonesia Super Fight.
Capaian tersebut menempatkan Mahadir sebagai runner-up dalam salah satu nomor pertandingan taekwondo yang menuntut ketepatan teknik, keseimbangan, kekuatan, kecepatan, dan konsistensi gerakan.
Baca juga: Luar Biasa, Wartawan JatimSatuNews Juara 2 Lomba Menulis Budaya HUT TNI
Baca juga: Kolaborasi Mahasiswa Sains Data UB dan UNAIR Raih Juara 2 Hackathon IFEST 2026 lewat “Nyambung”
Berbeda dengan nomor kyorugi yang mempertemukan dua atlet dalam pertarungan langsung, poomsae menguji kemampuan atlet menampilkan rangkaian jurus secara terstruktur. Penilaian mencakup ketepatan gerakan dan teknik, keseimbangan, kekuatan, kecepatan, ekspresi, hingga kerapian penampilan.
Mahadir harus bersaing dengan peserta dari berbagai daerah dan klub atau perguruan taekwondo dalam kejuaraan tingkat nasional tersebut. Penampilannya berhasil mengantarkan mahasiswa PIPS itu menempati posisi kedua.
Raihan tersebut tidak lepas dari proses latihan yang dijalani secara konsisten. Bagi atlet poomsae, penguasaan setiap rangkaian gerakan membutuhkan latihan berulang, evaluasi teknik, serta kemampuan menjaga konsentrasi agar seluruh gerakan dapat ditampilkan secara presisi ketika berada di arena pertandingan.
Kompetisi tingkat nasional juga menghadirkan tantangan yang berbeda dibandingkan latihan rutin. Atlet dituntut mampu mengendalikan tekanan, menjaga fokus di hadapan juri, sekaligus mempertahankan kualitas penampilan dalam situasi kompetitif.
Bagi Mahadir, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan kemampuan di luar ruang akademik. Aktivitas olahraga yang ditekuninya berjalan bersamaan dengan studinya sebagai mahasiswa PIPS FTIK UIN Malang.
Taekwondo juga menuntut sejumlah karakter yang relevan dengan kehidupan mahasiswa, seperti disiplin, ketekunan, pengendalian diri, keberanian, dan sportivitas. Karena itu, pengalaman bertanding di tingkat nasional tidak hanya menghasilkan medali, tetapi juga memperkaya pengalaman Mahadir dalam menghadapi tekanan dan mengevaluasi kemampuan dirinya.
Juara 2 Indonesia Super Fight menjadi capaian terbaru dalam perjalanan Mahadir di bidang taekwondo. Hasil tersebut sekaligus menjadi pijakan untuk memperbaiki teknik dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
Sumber: ftik.uin-malang.ac.id



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.