Langsung ke konten
Jumat, 14 Agustus 2026
Headline Ketua Perbasi Sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Muhammad Zaini Persiapkan Atlet Hadapi Popda 2026, Target Juara
Nasional

Targetkan ‘Trend Setter’ 2045, Universitas Ma Chung Kebut 7 Guru Besar Baru dan Perkuat Karakter Mahasiswa

 

Wawancara rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc., dalam momentum perayaan Dies Natalis ke-19

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM:  Universitas Ma Chung Malang bersiap melakukan lompatan besar. Setelah melewati fase Living Example, kampus ini kini menargetkan posisi sebagai Trend Setter pendidikan pada periode 2026–2045. Hal tersebut ditegaskan oleh Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc., dalam momentum perayaan Dies Natalis ke-19.

​Guna mencapai predikat Perguruan Tinggi Unggul, Ma Chung menargetkan penambahan 7 Guru Besar baru dalam kurun waktu satu hingga tiga tahun ke depan, melengkapi 6 Guru Besar yang sudah ada. Menariknya, pihak kampus menolak cara instan.

​”Kami menghindari strategi ‘membajak’ dosen dari luar karena berisiko melemahkan sistem nilai lokal. Kami fokus pada kaderisasi internal, di mana setiap Guru Besar diwajibkan mengayomi dan membimbing dosen-dosen muda,” tegas Prof. Yufra.

Sentuhan Kemanusiaan di Era AI dan Syarat Kelulusan Ketat

​Menghadapi gempuran Kecerdasan Buatan (AI), Universitas Ma Chung memilih jalur pendidikan transformasional, bukan sekadar transaksional. Prof. Yufra menekankan bahwa gelar bisa didapat secara daring, tetapi human touch (sentuhan kemanusiaan) dan pembentukan budi pekerti tidak bisa digantikan oleh mesin.

​Pendidikan karakter ini langsung diimplementasikan sebagai syarat mutlak kelulusan. Mahasiswa tidak hanya dituntut mengejar Indeks Prestasi (IP) tinggi, tetapi diwajibkan mengantongi minimal 100 poin keaktifan.

​Poin ini didapat dari enam rumpun kegiatan, antara lain:

  • ​Kepemimpinan (Organisasi)
  • ​Kepedulian Sosial kemasyarakatan
  • ​Pengembangan Diri (Seminar)
  • ​Wawasan Almamater
  • ​Pengembangan Bakat dan Minat

​Sebagai langkah awal pemetaan potensi mahasiswa, Universitas Ma Chung juga telah menghapus Ospek konvensional. Sejak dua tahun terakhir, orientasi mahasiswa baru diganti dengan “Macu Festival” agar minat dan keterampilan mahasiswa langsung terpetakan sejak hari pertama perkuliahan.