Melalui Program Mahasiswa Berdesa, Mahasiswa Universitas Jember Latih Kelompok Tani Kranjingan Hadapi Gigitan Ular Berbisa
JEMBER | JATIMSATUNEWS.COM : Mahasiswa Universitas Jember melalui Program Mahasiswa Berdesa (Promahadesa) Siaga Gigitan Ular dan Pertolongan Pertama (SIGAP) memberikan edukasi dan pelatihan kepada petani di Kelurahan Kranjingan, Kabupaten Jember. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan petani dalam mencegah dan menghadapi risiko gigitan ular berbisa. Program tersebut melibatkan mahasiswa, ketua kelompok tani, dan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani SIGAP. Kegiatan mencakup edukasi, praktik pertolongan pertama, serta pembuatan produk pencegahan ular berbahan alami.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Minggu (19/7/2026) dengan pembentukan Kelompok Tani SIGAP dan edukasi “Kenali Ular” yang membahas jenis-jenis ular serta potensi risiko perjumpaan dengan ular di lingkungan pertanian. Peserta juga mendapatkan materi “Cegat Ular” yang memberikan pemahaman mengenai tanda dan gejala gigitan ular berbisa, langkah pertolongan pertama yang tepat, serta tindakan yang perlu dihindari saat menghadapi korban gigitan ular.

Selanjutnya, pada Selasa (4/8/2026), peserta mengikuti edukasi “TANGKAS ULAR” (Tanggap Aksi Nyata Selamatkan Korban Gigitan Ular) yang membahas penanganan awal dan prosedur evakuasi korban menuju fasilitas pelayanan kesehatan. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya penanganan medis serta pemberian antivenom sesuai kondisi dan indikasi medis. Pada pertemuan yang sama, peserta diperkenalkan dengan Bilik KITA dan mengikuti praktik pertolongan pertama melalui simulasi. Praktik meliputi pembidaian sederhana, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta evakuasi korban menuju fasilitas pelayanan kesehatan.

Kemudian, pada Selasa (11/8/2026), peserta mengikuti praktik pembuatan produk repelan atau pengusir ular berbahan alami dari sereh merah, kemangi, dan bawang putih. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan alternatif pencegahan keberadaan ular di lingkungan pertanian dengan memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh.
Melalui kegiatan tersebut, Promahadesa SIGAP diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kelompok Tani SIGAP Kranjingan agar lebih waspada dan tanggap menghadapi risiko gigitan ular berbisa. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa Universitas Jember dalam pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan pelatihan yang sesuai dengan kondisi serta risiko yang dihadapi petani dalam aktivitas sehari-hari.
Penulis : Faizzatul Halimah, Mahasiswa Universitas Jember

