Langsung ke konten
Sabtu, 7 November 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Nasional

Bukan Sekadar Cerdas: Buku Beyond Intelligence Soroti Peran Orang Tua dan Daya Tahan Siswa untuk mencapai Prestasi

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Kecerdasan saja tidak cukup untuk membuat seorang siswa berprestasi. Dukungan keluarga dan kemampuan bertahan menghadapi kesulitan ikut menentukan. Gagasan itu menjadi inti buku terbaru berjudul Beyond Intelligence: Mengapa Peran Orang Tua dan Daya Juang Siswa Menentukan Prestasi Siswa di Sekolah? Buku ini ditulis oleh lima akademisi, yaitu Melly Amalia Vardia, Resi Shaumia Ratu Eka Permata, Rizka Fibria Nugrahani, Nur Amin Barokah Asfari, dan Helga Graciani Hidajat. Penerbit Buku Indonesia menerbitkannya pada Juli 2026 dengan ISBN 978-634-7956-31-6.

Buku ini berangkat dari kenyataan sehari-hari di sekolah. Tidak semua siswa menunjukkan semangat belajar yang sama. Sebagian tekun dan disiplin, sementara sebagian lain menunda tugas, belajar hanya menjelang ujian, atau mudah menyerah saat menghadapi tantangan. Menurut para penulis, hasil belajar yang kurang optimal tidak selalu berkaitan dengan kemampuan intelektual. Sering kali penyebabnya adalah rendahnya motivasi berprestasi, ketekunan, dan rasa tanggung jawab.

Untuk menjelaskannya, buku ini menyoroti dua faktor. Faktor pertama adalah pola asuh orang tua. Pengasuhan yang hangat, komunikatif, dan disertai aturan yang jelas dinilai paling mendukung tumbuhnya kepercayaan diri, kemandirian, dan dorongan berprestasi. Pengasuhan yang terlalu mengekang dapat membentuk kedisiplinan, tetapi berisiko melemahkan inisiatif dan motivasi dari dalam diri anak. Sebaliknya, pengasuhan yang terlalu longgar atau minim perhatian membuat anak kurang mendapat arahan dan dukungan emosional.

Faktor kedua adalah daya juang, atau adversity quotient, yaitu kemampuan seseorang mengelola kesulitan dan tetap bertahan. Siswa dengan daya juang tinggi cenderung melihat hambatan sebagai kesempatan belajar. Siswa dengan daya juang rendah lebih mudah putus asa dan berhenti sebelum tujuan tercapai. Kedua faktor ini saling melengkapi. Keluarga membentuk nilai dan dorongan untuk berprestasi, sedangkan daya juang menentukan apakah dorongan itu bertahan saat jalan tidak mulus.

Iklan

“Orang tua sering berfokus pada nilai di rapor, padahal yang perlu dibangun lebih dulu adalah dorongan dari dalam diri anak. Kehangatan dan komunikasi yang terbuka, dibarengi batasan yang jelas, memberi ruang bagi anak untuk tumbuh percaya diri dan bertanggung jawab,” ujar Melly Amalia Vardia, salah satu penulis.

Ia menambahkan, kegagalan sebaiknya tidak dipandang sebagai akhir dari usaha. “Anak perlu belajar bahwa kesulitan bukan alasan untuk berhenti. Ketika mereka punya daya juang, kesulitan justru menjadi bahan belajar. Di situlah prestasi yang bertahan lama terbentuk,” katanya.

Buku ini disusun sebagai referensi bagi orang tua, pendidik, mahasiswa, dan siapa pun yang tertarik pada perkembangan remaja dan motivasi belajar. Para penulis berharap buku ini mendorong keluarga dan sekolah untuk memandang prestasi lebih luas, tidak hanya dari kecerdasan, tetapi juga dari pengasuhan yang tepat dan ketangguhan anak menghadapi tantangan.

Link Produk :
https://www.penerbitbukuindonesia.com/product/beyond-intelligence-mengapa-peran-orang-tua-dan-daya-juang-siswa-menentukan-prestasi-siswa-di-sekolah/

Foto profil Eko Rudianto
Eko Rudianto

Abdi, Adab, Aktif, Ajar, Amal

Lihat semua artikel oleh Eko Rudianto

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.