MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Pembelajaran Aqidah Akhlak di jenjang sekolah dasar kerap diidentikkan dengan metode hafalan dan ceramah satu arah, sehingga tidak jarang menimbulkan kejenuhan pada siswa. Padahal, penanaman nilai-nilai keimanan dan akhlak mulia sejak dini memerlukan pendekatan yang mampu menumbuhkan minat sekaligus pemahaman yang bermakna.
Berangkat dari persoalan tersebut, tim dosen dan mahasiswa Program Studi Psikologi, Universitas Negeri Malang (UM), menginisiasi program pengabdian masyarakat bertajuk Modul Penerapan Permainan Edukatif BRAINS (Board Games, Riddles, Association, Intelligence, Network, and Skill). Program ini dilaksanakan di MI Alkhoiriyah, Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, dengan sasaran 30 siswa kelas 3.
Pemilihan metode permainan dalam program ini didasarkan pada karakteristik perkembangan kognitif anak usia sekolah dasar, khususnya kelas 3, yang cenderung lebih optimal menyerap pembelajaran melalui pengalaman konkret dan interaktif dibandingkan metode hafalan konvensional. Dengan demikian, perancangan modul BRAINS tidak hanya berorientasi pada aspek keagamaan, tetapi juga mempertimbangkan prinsip-prinsip psikologi perkembangan anak.
Modul BRAINS terdiri atas empat materi utama yang masing-masing disampaikan melalui permainan edukatif yang berbeda.
Materi pertama, mengenal kebesaran Allah, disampaikan melalui permainan puzzle bergambar ciptaan Tuhan. Siswa mengurutkan potongan gambar, menggunting, kemudian menempelkannya kembali hingga membentuk gambar utuh. Selanjutnya, siswa diajak mengidentifikasi ciptaan manusia dan makhluk hidup lainnya, dilanjutkan dengan aktivitas mewarnai. Pada materi ini pula diperkenalkan kalimat syahadat beserta artinya, yang dilengkapi dengan latihan menebalkan tulisan.
Materi kedua, rukun iman, disampaikan melalui permainan teka-teki silang islami yang memuat pertanyaan seputar rukun iman, sehingga siswa dapat mengingat dan memahami konsep dasar keimanan secara lebih interaktif. Materi ketiga, bersih dan disiplin, disampaikan melalui permainan mencari kata tersembunyi di antara susunan huruf acak, yang mengarahkan siswa untuk mengenali nilai-nilai kebersihan dan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.
Materi keempat, anak beradab, disampaikan melalui permainan mencocokkan kata, yang bertujuan mengenalkan berbagai perilaku yang mencerminkan akhlak dan adab yang baik. Sebagai penutup rangkaian pembelajaran, seluruh materi diintegrasikan melalui permainan ular tangga yang telah dimodifikasi. Pada sejumlah kotak tertentu, siswa yang berhenti di kotak tersebut diminta melaksanakan instruksi yang berkaitan dengan materi sebelumnya, misalnya membaca kalimat syahadat. Melalui permainan ini, siswa tidak hanya terlibat secara aktif, tetapi juga memperoleh pengulangan pemahaman atas keseluruhan materi yang telah dipelajari.
Program pengabdian ini turut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan keilmuan psikologi secara langsung di tengah masyarakat, sekaligus menjadi salah satu bentuk kegiatan yang dapat menggantikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Kegiatan berlangsung selama dua hari, yaitu Selasa dan Rabu, tanggal 14–15 Juli 2026. Pelaksanaan program ini melibatkan anggota dosen antara lain, Yaumul Rahmi, M.Si, Melly Amalia Vardia, S.Psi., M.Si, Resi Shaumia Ratu Eka Permata, M.Si, Nur Amin Barokah Asfari, S.Psi., M.A bersama lima mahasiswa, yaitu Aurellia Devina Wiranda Putri, Auril Amalia Putri, Azka Dzakiyyah Rahadatul Aisy, Azza Musta’anatul Lailatus Shofiyah, dan Belva Nindya Helyconia.
Suasana kelas yang umumnya berlangsung formal berubah menjadi lebih hidup dan interaktif, seiring keterlibatan aktif siswa dalam setiap permainan yang disajikan. Kondisi ini menunjukkan bahwa materi keagamaan dapat disampaikan secara menyenangkan tanpa mengurangi esensi nilai yang hendak ditanamkan.
Program pengabdian ini memberikan manfaat pada berbagai pihak yang terlibat. Bagi siswa, modul BRAINS menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna karena materi disampaikan secara konkret dan sesuai dengan tahap perkembangan kognitif mereka. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi sarana penerapan ilmu psikologi secara langsung di masyarakat, sekaligus pengalaman pengabdian yang setara dengan program KKN. Adapun bagi dosen dan institusi, program ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dari Program Studi Psikologi Universitas Negeri Malang.
Modul Penerapan Permainan Edukatif BRAINS menunjukkan bahwa pendekatan psikologis dapat diintegrasikan secara efektif dalam inovasi metode pembelajaran, termasuk pada ranah pendidikan keagamaan. Diharapkan, modul ini tidak hanya diterapkan di MI Alkhoiriyah, tetapi juga dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain yang menghadapi tantangan serupa dalam menumbuhkan minat belajar siswa.
Pada akhirnya, penanaman nilai-nilai keimanan dan akhlak mulia sejak dini tidak selalu memerlukan pendekatan yang kaku. Melalui media yang sederhana namun tepat sasaran, seperti puzzle, teka-teki silang, dan permainan ular tangga, proses belajar dapat berlangsung secara menyenangkan sekaligus bermakna bagi tumbuh kembang anak.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.