Langsung ke konten
Sabtu, 7 November 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Rekor MURI Kembali Diraih Gubernur Jatim, Senator Lia Istifhama Apresiasi Sedekah Oksigen

Senator yang akrab disapa Ning Lia itu mengungkapkan kekagumannya terhadap gagasan Khofifah yang kerap menjuluki gerakan tanam mangrove sebagai "sedekah

DDPD RI Lia Istifhama telaten menanam bibit mangrove di kawasan BJBR Probolinggo.

DDPD RI Lia Istifhama telaten menanam bibit mangrove di kawasan BJBR Probolinggo. (Foto: Tim Lia Istifhama, Istimewa)

PROBOLINGGO | JATIMSATUNEWS.COM: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui perolehan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangkaian Festival Mangrove Jawa Timur XI. Capaian gemilang ini sontak mendatangkan apresiasi hangat dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, yang menilai aksi penanaman mangrove tersebut sebagai wujud nyata kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan.

Senator yang akrab disapa Ning Lia itu mengungkapkan kekagumannya terhadap gagasan Khofifah yang kerap menjuluki gerakan tanam mangrove sebagai “sedekah oksigen”. Menurutnya, istilah yang sederhana tersebut menyimpan pesan mendalam guna menggugah kesadaran masyarakat agar terus menjaga bumi.

“Sedekah oksigen yang digaungkan Ibu Khofifah merupakan pesan luar biasa. Menanam mangrove bukan hanya menjaga lingkungan hari ini, tetapi juga memberikan kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Ini gerakan positif yang patut diapresiasi dan dicontoh daerah lain,” ujar Ning Lia.

Baca juga: JatimSatuNews Raih Penghargaan

Baca juga: HUT ke-3 Alas Veenuz Trawas: Ning Lia dan Gus Barra Tanam Pohon, Sedekah Oksigen untuk Bumi

Peresmian fasilitas kawasan wisata mangrove bersama para tokoh dan musisi nasional.
Peresmian fasilitas kawasan wisata mangrove bersama para tokoh dan musisi nasional. (Foto: Tim Lia Istifhama, Istimewa)

Aksi Massal dan Komitmen Jangka Panjang

Penghargaan MURI tersebut berhasil diraih berkat suksesnya aksi penanaman mangrove serentak yang melibatkan partisipasi masif dari kalangan pelajar serta masyarakat luas di Jawa Timur. Perhelatan akbar ini dipusatkan di kawasan Bee Jay Bakau Resort (BJBR), Kota Probolinggo. Ning Lia menilai keterlibatan aktif generasi muda dalam pelestarian lingkungan merupakan modal krusial untuk merawat ekosistem secara berkelanjutan.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa penanaman mangrove merupakan bentuk investasi lingkungan jangka panjang yang manfaatnya dirasakan langsung oleh anak cucu kelak. Ia juga menjelaskan bahwa mangrove memiliki fungsi vital dalam menahan abrasi, merawat keanekaragaman hayati, menyerap karbon, hingga menopang perekonomian masyarakat pesisir.

Momen penyerahan penghargaan MURI dalam Festival Mangrove Jatim XI.
Momen penyerahan penghargaan MURI dalam Festival Mangrove Jatim XI. (Foto: Tim Lia Istifhama, Istimewa)

“Bagi saya ini adalah sedekah oksigen. Jadi kalau zaman Googling, sedekah oksigen itu insyaallah ketemunya mangrove. Saya selalu mengajak kita untuk bersedekah oksigen,” tutur Khofifah. Lebih lanjut, kepala daerah perempuan pertama di Jatim itu mengingatkan agar gerakan hijau ini tidak berhenti sekadar seremoni, melainkan terus dirawat secara konsisten.

Perluasan Kawasan dan Sinergi Digital Pengelolaan Pesisir

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur Jumadi melaporkan bahwa luas kawasan mangrove di Jatim menunjukkan tren peningkatan signifikan, yakni dari 27.221 hektare pada 2021 melonjak menjadi 31.067 hektare pada 2025 atau bertambah seluas 3.846 hektare dalam kurun waktu empat tahun.

Iklan

“Tutupan mangrove di Jawa Timur merupakan yang paling tinggi se-Jawa, menyamai hampir 50 persen dari total luasan regional,” ungkap Jumadi.

Dalam momen yang sama, Wakil Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN), Mayjen TNI Dr. Sriyanto, turut memperkenalkan Sagara atau Sistem Informasi Gambut dan Mangrove Nusantara sebagai platform digital guna memperkuat tata kelola ekosistem pesisir. Festival yang turut dihadiri oleh jajaran kepala daerah setempat serta vokalis grup band Slank, Kaka, ini diharapkan mampu menularkan semangat sedekah oksigen ke berbagai penjuru daerah lainnya. (Ans)

Suasana kebersamaan dan antusiasme peserta serta undangan dalam perhelatan akbar.
Suasana kebersamaan dan antusiasme peserta serta undangan dalam perhelatan akbar. (Foto: Tim Lia Istifhama, Istimewa)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.