Langsung ke konten
Jumat, 6 November 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Kemenag Kota Malang Genjot Mutu Madrasah Lewat Inovasi PRISMA, Nilai GTK hingga Tertib Administrasi Jadi Penilaian Utama

MALANG— Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang terus menunjukkan komitmennya dalam mendongkrak mutu pendidikan Islam.

Kepala Kemenag Kabupaten Banyuwangi Saat Memberikan Penghargaan Kepada Mudir Ma'had MAN 2 Kota Malang

Kepala Kemenag Kabupaten Banyuwangi Saat Memberikan Penghargaan Kepada Mudir Ma'had MAN 2 Kota Malang (Foto: humas kemenag kota malang)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang terus menunjukkan komitmennya dalam mendongkrak mutu pendidikan Islam. Melalui inovasi program PRISMA (Prestasi Madrasah Wilayah Kemenag Kota Malang), Kemenag mendorong seluruh madrasah untuk terus berkembang, berinovasi, dan berkompetisi secara sehat.

Kepala Kemenag Kota Malang, KH Achmad Shampton Masduqie, S.H.I., M.Ag., menjelaskan bahwa PRISMA dirancang sebagai instrumen strategis untuk membangun budaya pengelolaan madrasah berbasis data, akuntabilitas, dan prestasi. Program ini merupakan pengembangan lanjutan dari inovasi NGAMEN (Ngaji Manajemen) Madrasah.

Berbeda dari penilaian pada umumnya, PRISMA menerapkan variabel yang komprehensif dan tidak hanya berfokus pada capaian peserta didik semata. Penilaian dalam program ini turut mengevaluasi kinerja guru dan tenaga kependidikan (GTK), sistem pengelolaan manajemen kelembagaan, transparansi, serta aspek tertib administrasi seperti ketersediaan kalender akademik yang tertata rapi.

Baca juga: Raih 11 Penghargaan, MAN 2 Kota Malang Pertahankan Gelar Juara Umum IGSN 2026

Baca juga: Pastikan Fisik dan Administrasi Tepat Sasaran, Itdam V/Brawijaya Tinjau Jembatan Perintis Garuda di Kodim 0833 Kota Malang

Berdasarkan data instrumen PRISMA, cakupan variabel penilaian yang dihimpun dalam basis data terpadu meliputi:

1. Diklat GTK2. Penghargaan GTK3. Prestasi Murid4. Sertifikasi GTK5. Prestasi Madrasah6. Nilai Ijazah7. Lanjutan Unggulan8. Giat Inovatif9. Persentase Daftar10. Prestasi Bidang Al-Quran

“PRISMA bukan sekadar instrumen untuk menghitung perolehan poin atau mengejar penghargaan semata. Lebih dari itu, inovasi ini diarahkan untuk menumbuhkan budaya mutu, ketertiban administrasi, transparansi, dan tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Gus Shampton saat menerima kunjungan studi dari Kemenag Kabupaten Banyuwangi di MAN 2 Kota Malang, Jumat, 6 Nopember 2026.

Iklan

Melalui basis data terpadu ini, Kemenag Kota Malang ingin memastikan bahwa perkembangan setiap madrasah memiliki indikator konkret dan objektif yang dapat ditelusuri, bukan sekadar penilaian subjektif. Sebagai catatan, MAN 2 Kota Malang sempat memimpin posisi tertinggi sementara dalam pendataan PRISMA berkat kolaborasi dan kinerja optimal dari seluruh unsur madrasah.

Inovasi tata kelola yang digagas Kemenag Kota Malang ini pun menarik perhatian daerah lain. Jajaran Kemenag Kabupaten Banyuwangi yang dipimpin oleh Dr. Chaironi Hidayat, S.Ag., M.M., bersama 35 peserta, sengaja datang berkunjung untuk mempelajari praktik baik “best practices” pengelolaan kelembagaan dan ma’had di MAN 2 Kota Malang.

Dengan adanya program PRISMA, Kemenag Kota Malang optimis iklim kompetisi antar-madrasah akan semakin sehat, melahirkan SDM pendidik yang profesional, serta mencetak generasi santri dan siswa madrasah yang unggul dan berdaya saing tinggi. Masyarakat luas juga dapat melihat madrasah negeri dan swasta mana yang memiliki budaya prestasi dan sistem tata kelola yang baik. Masyarakat bisa melihat melalui link https://prisma.ptspkotamalang.net/

kepala kantor kemenag kota malang saat menjelaskan program PRISMA
kepala kantor kemenag kota malang saat menjelaskan program PRISMA (Foto: HUMAS KEMENAG)

Sumber: kemenag.malangkota.go.id

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.