MALANG | JATMSATUNEWS.COM: Tim peneliti Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan program intervensi komprehensif “Gema Lansia” (Gerakan Mandiri & Bahagia Masa Lansia) di Kelurahan Gadingkasri, Malang. Program berlangsung dalam dua sesi, masing-masing tiga hari, yaitu pada 21-23 Oktober 2026 dan 28-30 Oktober 2026. Tim terdiri atas gabungan dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang dan beberapa mahasiswa yang diketuai oleh Ibu Nur Rohmah Hidayatul Qoyyimah, S.Psi., M.A. Penelitian ini juga melibatkan Yulia Fitriani, S.Psi., M.A., dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya sekaligus Kepala Sekolah Lansia Bahtera, Indonesia Ramah Lansia Jawa Barat, sebagai peneliti kolaborator.
Kegiatan ini berangkat dari makin besarnya jumlah lansia di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik, usia harapan hidup penduduk Indonesia naik dari 69 tahun pada 2015 menjadi 73 tahun pada 2024. Jumlah lansia diproyeksikan mencapai 65,82 juta jiwa atau sekitar 20,31 persen penduduk pada 2045. Di sisi lain, rasio ketergantungan lansia meningkat dari 15,16 persen pada 2020 menjadi 17,74 persen pada 2024, dan persentase lansia yang mengalami keluhan kesehatan naik dari 19,72 persen menjadi 21,21 persen dalam tiga tahun terakhir.
Program ini dirancang agar lansia dapat mengoptimalkan penuaan sehat (healthy aging) melalui kegiatan tiga asah: asah fisik, asah pikir, dan asah rasa. Secara ilmiah, program diuji dengan desain kuasi-eksperimen. Pada sesi pertama, 21 lansia kelompok eksperimen menerima intervensi. Pada sesi kedua, 21 lansia kelompok kontrol yang masuk daftar tunggu mendapat kegiatan yang sama. Tingkat penuaan sehat peserta diukur sebelum dan sesudah program menggunakan Healthy Aging Instrument, dengan pretest di hari pertama dan posttest di hari terakhir.
Setiap sesi dibuka dengan pengisian pretest dan pembukaan, dilanjutkan literasi tentang karakteristik perkembangan lansia dan pentingnya penuaan sehat selama 60 menit. Pada hari itu juga peserta mulai berlatih asah fisik.

Baca juga: 5 Tahun Dampingi Pemula dan Lansia, MQS Sabilillah Malang Luluskan 40 Santri
Baca juga: Inovasi PANTAS Dosen UMM, Solusi Digital Pantau Kesehatan Lansia Mandiri
Asah fisik dilakukan setiap hari selama tiga hari, sekitar 30 menit per pertemuan, mengacu pada pedoman WHO 2020 dengan gerakan yang disesuaikan kondisi peserta. Rangkaiannya mencakup latihan keseimbangan berupa mengangkat lutut bergantian, latihan kekuatan dengan merenggangkan resistance band, kain, atau tali panjang serta mengangkat botol air, dan latihan kelenturan berupa peregangan tangan, kaki, dan pergelangan kaki, menoleh, memiringkan dan memutar kepala, serta memutar bahu dan pergelangan tangan.
Asah pikir dilaksanakan pada hari kedua. Peserta mengikuti senam otak selama 15 menit yang terbagi dalam tiga kelompok gerakan. Kelompok pertama bertujuan mengaktifkan energi dan menguatkan sikap, antara lain Hooks Up, Saklar Otak, Tombol Bumi, Tombol Angkasa, Menguap Berenergi, dan Pasang Telinga, Gerakan Silang, Lazy Eight, dan Gerakan Gajah, Mengaktifkan Tangan, Burung Manguni, dan Luncuran Gravitasi, yang boleh disederhanakan sesuai kemampuan.

Senam otak dipadukan dengan memory training. Dalam permainan recall kata “Sebutkan Bagian-Bagianku”, pendamping menunjukkan kartu bergambar, misalnya dapur, taman, atau alat kebersihan. Lansia lalu menyebutkan sebanyak mungkin benda yang ada di tempat itu untuk melatih memori mereka. Dalam permainan anagram, peserta dibagi menjadi kelompok beranggotakan 3-5 orang. Tiap kelompok menerima sekitar 10 kata kunci dan diminta menyusun kata baru yang bermakna. Kelompok dengan kata baru terbanyak menjadi pemenang sehingga latihan ingatan sekaligus melatih bahasa, konsentrasi, dan kebersamaan.

Asah rasa dilaksanakan pada hari ketiga melalui reminiscence, yaitu mengenang pengalaman yang menyenangkan. Peserta membawa foto atau benda sederhana yang menyimpan kenangan berharga, lalu membentuk kelompok kecil berisi 3-5 orang. Fasilitator memandu mereka berbagi cerita dengan pertanyaan reflektif seperti kejadian apa yang diceritakan foto atau benda itu, siapa saja yang ada di dalamnya, kenangan apa yang paling berharga, dan pelajaran apa dari pengalaman itu yang bisa membantu mengoptimalkan masa lansia saat ini. Media seperti video, musik, dan foto dipakai untuk menguatkan suasana. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penutupan dan pengisian post-test.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.