Langsung ke konten
Kamis, 5 November 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Nasional

Penghargaan Mangrove Prob. Oleh Prof Elfi Anis Saati, MP. ( Periset Pigmen-UMM)

Penerimaan Penghargaan oleh Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP dan Bapak Ganjar Adhiwiryawan (tengah-mewakili UMM)

Mangrove adalah tanaman anugrah Tuhan Yang Maha Esa utk menjaga sumber air, memeluk bumi dengan perakaran yg mudah berkembang biak, menjulur panjang membantu menjaga habitat biota dan hewan2 di bawah nya seperti kepiting, kerang, anak2 ikan bandeng dan udang. Terutama juga menjaga ekosistem pesisir dan mencegah abrasi. Daun nya membantu menyerap Carbon/CO2 dan menggantinya menyediakan udara segar sekelilingnya, daun yg jatuh, membusuk bisa menjadi pupuk organik. Kulit kayu, propagul yg kering, bisa dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami batik organik. Mengurangi limbah dan cemaran pewarna sintetis yang ada di dunia perbatikan. Buahnya bisa dimanfaatkan menjadi bahan tepung, minuman hingga kue seperti brownis setelah direduksi kandungan taninnya. YAGASU adalah mitra Yayasan gajah sumatra merupakan yayasan yg lama bergiat membantu pelestarian mangrove di daerah pesisir Sumatra, Jawa Timur hingga membantu pemberdayaan masyarakat sekitar agar dapat memanfaatkan mangrove tersebut sebagai bahan yg berguna, seperti bahan pewarna alami batik. Dengan tampilan warna alami yang soft kecoklatan atau dipertajam warna menjadi lebih gelap dapat ditambahkan pigmen bahan lain, misalnya indigovera bisa menjadi keunguan, menjadi merah tua bisa ditambahkan ekstrak kayu secang atau bayam merah. Bahan perekat alami bisa dicelupkan dengan larutan rumput laut (hijau, merah atau coklat), sebelum dimordanting dengan tawas, kapur atau tunjung. Pemberian ekstrak rumput laut tsb yang menjadi penciri karya dari tim pigmen dan tim batik UMM dengan 4 Judul Hak Cipta (diantaranya berjudul ; Pewarna Alami Batik Warna Merah Berbahan Mangrove, Indigo, Dan Kapur Dengan Menggunakan Perekat Rumput Laut), dan pernah memperoleh hibah Muchting Fund 2022-2023 dan Pengabdian Batik organik di Tosari Pasuruan (2024). Daftar paten batik juga diperoleh periset Prof Dr.Ir. Elfi Anis Saati, MP bersama BRIN pengabdian pewarnaan alami serat kain batik di Tapanuli Sumatra Utara (2025).


Buah mangrove pernah diteliti tim UMM (ketua Prof Elfi Anis) dan mengolahnya menjadi makanan yaitu brownis dengan mereduksi kadar tanin buahnya (0,019%) terlebih dahulu hingga memenuhi standar kesehatan, menggunakan abu gosok 20% dengan perendaman 48 jam. Hasilnya analisi gizinya (karbohidrat, Lemak, protein dan kadar airnya memenuhi SNI roti manis.
Pengalaman memanfaatkan mangrove tersebut ternyata berbuah manis. Pada hari Selasa, 3 Nopember 2026 di Festival Mangrove Jawa Timur ke-11 yang mengusung tema “Mangrove Lestari, Masyarakat Sejahtera”, Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP., memperoleh penghargaan sebagai Periset fasilitasi penelitian dan pendampingan Pembuatan Pewarna Alami (ogrnanik) batik Mangrove. Sedangkan kampus UMM memperoleh penghargaan sebagai Kampus pegiat mangrove pada kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama musisi Akhadi Wira Satriaji (Kaka Slank) menanam 8.100 bibit mangrove di Bee Jay Bakau Resort (BJBR), Kota Probolinggo membuka acara festival tersebut, dengan dihadiri banyak tokoh, pejabat dan komunitas pegiat hutan mangrove se Jawa Timur.

Prof Elfi Anis, Ganjar Adhywirawan, SPi, MP. (tengah-mewakili UMM).
Festival ini meraih rekor MURI untuk kategori “Festival Mangrove secara Seri Terbanyak dalam Waktu 5 Tahun” sejak 2022. Diramaikan dengan beragam pasar murah, bazar UMKM, kampus dan Dinas Kehutanan PEMDA, hingga edukasi. Jawa Timur merupakan wilayah terbesar pengelola Kawasan mangrove di Indonesia, smoga kedepan makin nyata pemberdayaan hutan mangrove bagi kelesterian alam yang mendukung kesejahteraan masyarakat.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.