Langsung ke konten
Kamis, 5 November 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Tak Sekadar Menguasai Bahasa, Mahasiswa PBA UIN Malang Berlatih Menjadi Penerjemah Antarbudaya

Kemampuan menerjemahkan tidak cukup bertumpu pada penguasaan kosakata dan tata bahasa

Dokumentasi bersama

Dokumentasi bersama (Foto: Humas FTIK UIN Malang)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Kemampuan menerjemahkan tidak cukup bertumpu pada penguasaan kosakata dan tata bahasa. Seorang penerjemah juga dituntut memahami konteks, menangkap maksud pembicara, serta menyampaikan pesan secara tepat kepada lawan bicara. Kompetensi inilah yang diasah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui Arabic Live Interpreting Forum (ALIF) 2026.

Digelar Rabu (4/11/2026) di Aula Microteaching UIN Malang, forum bertema “Connecting Voices, Bridging Cultures” tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Mohammed Alahdel, Amro Shalan, dan Abdelkarim Saleh. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis berkomunikasi dalam bahasa Arab sekaligus melatih keterampilan penerjemahan secara langsung (live interpreting).

Berbeda dari pembelajaran yang berpusat pada penjelasan teori, ALIF 2026 melibatkan mahasiswa dalam praktik komunikasi secara aktif. Peserta ditantang menyimak tuturan, menangkap inti pembicaraan, merespons percakapan secara spontan, dan menyampaikan kembali pesan dalam bahasa yang berbeda.

Baca juga: Mahasiswa UIN Malang Raih Best Speaker Debat Bahasa Arab di International Conference Santri Mendunia Malaysia Batch 6

Baca juga: Mahasiswa PBA UIN Malang Siapkan 10 Inovasi Media Pembelajaran Bahasa Arab Digital

Rangkaian kegiatan dikemas melalui empat aktivitas utama, yaitu Live Arabic Speech, Real-Time Interpreting, International Student Interaction, serta Feedback and Reflection. Keempatnya memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan keterampilan menyimak, memahami konteks, berbicara, dan menerjemahkan dalam situasi komunikasi yang lebih autentik.

Praktik tersebut sekaligus memperkenalkan mahasiswa pada tantangan penerjemahan yang tidak selalu dapat diselesaikan dengan menerjemahkan kata demi kata. Perbedaan ungkapan, maksud pembicara, dan latar budaya menuntut penerjemah memiliki kepekaan dalam memahami pesan sebelum menyampaikannya kembali.

Iklan

Interaksi dengan narasumber dan mahasiswa internasional juga membuka kesempatan bagi peserta untuk membangun keberanian berkomunikasi sekaligus mengenali keberagaman budaya. Dengan demikian, kemampuan bahasa Arab tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga dikembangkan sebagai keterampilan yang relevan dalam komunikasi lintas negara.

Melalui ALIF 2026, PBA FTIK UIN Malang berupaya menghadirkan pembelajaran bahasa Arab yang lebih partisipatif, aplikatif, dan berorientasi pada kompetensi komunikatif. Semangat “Listen, Understand, Interpret” menjadi penekanan bahwa komunikasi yang efektif bermula dari kemampuan mendengar, memahami maksud, kemudian menyampaikan pesan secara akurat.

Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu berbicara dalam bahasa Arab, tetapi juga dipersiapkan untuk menjadi penghubung pesan dan pemikiran di tengah perbedaan bahasa dan budaya.

Sumber: ftik.uin-malang.ac.id

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.