MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Komitmen kuat dalam membumikan Al-Qur’an melalui layanan pendidikan yang inklusif terus dibuktikan oleh Yayasan Sabilillah Malang. Melalui Madrasatul Qur’an Sabilillah (MQS), lembaga ini sukses menggelar prosesi Khotaman Al-Qur’an, Tahsin, dan Tahfidz MQS Angkatan V di Auditorium KH. Masjkur Lantai II Yayasan Sabilillah, Jalan Ahmad Yani Nomor 15, Blimbing, Kota Malang.

Ruang Belajar Tanpa Batas Usia
Program yang telah berjalan konsisten sejak tahun 2021 ini memberikan apresiasi bagi sekitar 40 peserta dari beragam latar belakang sosial. Mulai dari kalangan aghniya, pensiunan TNI-Polri, pengusaha, hingga jamaah umum turut serta merampungkan proses pembelajaran Al-Qur’an dengan penuh khidmat.
Ketua Yayasan Sabilillah Bidang III, Prof. Dr. H. M. Mas’ud Said, MM., Ph.D., mengungkapkan bahwa penguatan pembelajaran Al-Qur’an bagi masyarakat, khususnya pemula dan lansia, merupakan salah satu pilar layanan unggulan dari LAZIS Sabilillah. Ia menegaskan bahwa belajar Al-Qur’an tidak mengenal batasan usia maupun status sosial.
Baca juga: LAZIS Sabilillah Buka Beasiswa Full Funded, Kuota Terbatas!
Baca juga: Peletakkan Batu Pertama, Sabilillah Rencanakan Ubah Masjid Lebih Megah
”Salah satu layanan LAZIS Sabilillah ialah menguatkan pembelajaran Al-Qur’an bagi pemula dan lansia. Program ini sudah berjalan lima tahun, sejak 2021,” ungkap Prof. Mas’ud saat memberikan sambutan.
Melalui program ini, setiap individu diberikan kesempatan yang sama untuk memperbaiki bacaan, memahami kaidah tajwid, hingga meningkatkan kedekatan spiritual dengan Kalam Ilahi.
Uji Publik Kemampuan Santri dan Kehadiran Para Tokoh
Rangkaian acara yang dihelat pada Minggu (1/11/2026) ini dihadiri oleh jajaran pengurus penting Yayasan Sabilillah. Di antaranya tampak Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Sabilillah H. M. Ishom Ichsan, Direktur MQS KH. M. Anas Bashori, Kepala Madrasatul Qur’an Sabilillah Ustadz Sulaiman, AP., serta perwakilan pengurus LAZIS Sabilillah Abd. Adzim Irsyad.
Acara diawali dengan khotmul Qur’an, pembacaan surat-surat pendek, dilanjutkan dengan sesi imtihan atau uji publik santri tahfidz dan tahsin. Sesi ini menjadi ajang evaluasi sekaligus bentuk pertanggungjawaban atas proses pendidikan yang telah ditempuh para peserta di MQS. Para santri tampil bergantian menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan para pengurus dan tamu undangan.
Menutup rangkaian kegiatan, Pembina Madrasatul Qur’an Sabilillah, KH. M. Anas Bashori Alwi, menyampaikan pesan mendalam agar para santri senantiasa menjaga istiqomah dan tidak berhenti berinteraksi dengan Al-Qur’an. Acara kemudian diakhiri dengan prosesi penyerahan sertifikat secara simbolis kepada seluruh santri sebagai penanda tuntasnya jenjang pendidikan Angkatan V. (mut)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.