Langsung ke konten
Sabtu, 31 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Era Meritokrasi, Ning Lia: Anak Muda Punya Peluang Jadi Legislator Berintegritas

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Kalangan anak muda dinilai memiliki peluang emas untuk berkiprah secara luas di panggung politik serta menduduki jabatan publik

Suasana kehangatan saat Ning Lia menyapa dan bersalaman langsung dengan mahasiswa peserta Sekolah Legislator.

Suasana kehangatan saat Ning Lia menyapa dan bersalaman langsung dengan mahasiswa peserta Sekolah Legislator. (Foto: Tim Lia Istifhama, istimewa)

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Kalangan anak muda dinilai memiliki peluang emas untuk berkiprah secara luas di panggung politik serta menduduki jabatan publik strategis, asalkan dibekali dengan kapasitas, kompetensi, prestasi, serta integritas yang kuat. Di tengah iklim meritokrasi saat ini, latar belakang keluarga, kekayaan, maupun status sosial seharusnya tidak lagi menjadi tembok penghalang bagi generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam membangun pilar demokrasi bangsa.

Pesan penting tersebut disampaikan secara langsung oleh Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. H. Lia Istifhama, S.Sos., S.Sos.I., S.H.I., M.E.I., saat menjadi narasumber utama dalam kegiatan Sekolah Legislator yang mengusung tema Legislatif Muda: Membangun Generasi Kritis, Aspiratif, Berintegritas di hadapan ratusan mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.

Acara akademik yang sarat akan diskursus politik kebangsaan ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor III Untag Surabaya Dr. Sumiati, M.M., Wakil Dekan FISIP Untag Surabaya Insan Romadhon, serta jajaran dosen pengampu seperti Wahyu Kuncoro. Hadir pula unsur praktisi legislatif, yakni Samsol Arif Marla, S.I.Kom., dari DPRD Kabupaten Bangkalan dan Muhammad Syaifuddin, S.Sos., dari DPRD Kota Surabaya, bersama Ketua Umum Awaludin Kahar serta Ketua Pelaksana Triana Marta Sisilia.

Baca juga: Ning Lia Pilih “Modun Ngisor”, Serap Aspirasi Pedagang UMKM Sambil Menyapa dengan Akrab

Baca juga: Kinerja KPU Jatim Apik Tekan Golput, Ning Lia Tebar Pantun Bikin Suasana Cair

Meritokrasi Buka Ruang Luas Tanpa Batas Status Sosial

Sesi foto bersama jajaran pimpinan universitas, narasumber, dan seluruh peserta mahasiswa Untag Surabaya.
Sesi foto bersama jajaran pimpinan universitas, narasumber, dan seluruh peserta mahasiswa Untag Surabaya. (Foto: Tim Lia Istifhama, Istimewa)

Dalam pemaparannya, senator yang akrab disapa Ning Lia ini menekankan bahwa generasi penerus bangsa, khususnya Gen Z dan Generasi Alpha, sudah saatnya mempersiapkan diri secara matang guna menghadapi tantangan kepemimpinan masa depan. Menurutnya, pemuda masa kini tidak cukup hanya bermodalkan kecerdasan intelektual atau kepiawaian dalam menyampaikan retorika di depan publik, melainkan harus memiliki kepekaan tinggi dalam membaca persoalan riil serta menawarkan solusi yang solutif.

Sistem meritokrasi, lanjut putri tokoh kharismatik KH Masykur Hasyim tersebut, memberikan jaminan ruang berkembang yang adil bagi setiap individu berdasarkan kualitas dan kapabilitas diri, bukan karena faktor kedekatan kekuasaan semata.

Iklan

“Gagasan meritokrasi menempatkan kemampuan, kompetensi, prestasi, dan integritas sebagai dasar seseorang memperoleh posisi atau kepercayaan. Dengan prinsip ini, kesempatan berkiprah di dunia legislatif tidak semestinya hanya terbuka bagi mereka yang memiliki kekayaan, kedekatan politik, atau latar belakang tertentu,” tegas Ning Lia di hadapan mahasiswa Untag.

Konsep Politik “SENI” dan Karakter Negarawan

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat menyampaikan materi interaktif di hadapan mahasiswa Untag Surabaya.
Anggota DPD RI Lia Istifhama saat menyampaikan materi interaktif di hadapan mahasiswa Untag Surabaya. (Foto: Tim Lia Istifhama, Istimewa)

Lebih lanjut, politisi perempuan yang dikenal ramah ini membedah makna politik bukan sekadar arena perebutan kekuasaan, melainkan sebuah instrumen suci pengabdian kepada masyarakat luas. Ia merumuskan esensi politik ke dalam akronim SENI, yang meliputi Strategy (strategi membaca masalah), Equity (keadilan kebijakan), Nation (orientasi kepentingan bangsa), serta Integrity (landasan moral).

“Politik tidak cukup dipahami sebagai perebutan jabatan atau kekuasaan. Politik harus menjadi sarana untuk merumuskan kebijakan yang adil, memperjuangkan kepentingan masyarakat, dan menjaga keberlanjutan bangsa,” tuturnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menanamkan karakter negarawan (statesman) pada diri anak muda. Seorang pemimpin berjiwa negarawan tidak akan berpikir pendek demi keuntungan sesaat, melainkan senantiasa memperhitungkan dampak jangka panjang bagi generasi penerus di masa depan melalui prinsip think about our country and think about next generation.

Apresiasi Akademisi dan Antusiasme Mahasiswa

Penyerahan cinderamata sebagai bentuk apresiasi kepada narasumber dalam kegiatan di Untag Surabaya.
Penyerahan cinderamata sebagai bentuk apresiasi kepada narasumber dalam kegiatan di Untag Surabaya. (Foto: Tim Lia Istifhama, Istimewa)

Kehadiran Ning Lia di kampus merah putih tersebut mendapat sambutan hangat dari pihak birokrasi kampus. Wakil Rektor III Untag Surabaya, Dr. Sumiati, M.M., mengungkapkan apresiasi mendalam atas kesediaan para legislator hadir berbagi pengalaman nyata kepada mahasiswanya. Ia menilai sosok Lia Istifhama sebagai teladan senator yang tetap konsisten turun ke bawah menyapa konstituen pasca-pemilu.

“Seperti Ning Lia, bagaimana bisa menjadi salah satu dari empat senator terpilih dari 14 calon yang bertarung pada Pemilu 2024. Setelah terpilih, Ning Lia berkeliling menyapa konstituennya. Itu tentu memiliki tantangan tersendiri. Karena itu, kesempatan ini sangat berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari para legislator hebat,” puji Sumiati.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Awaludin Kahar turut menyampaikan rasa terima kasih atas inspirasi yang diberikan. Ia menyebut Ning Lia sebagai figur politisi humanis yang sangat dekat dengan dunia anak muda dan Gen Z, sehingga kehadirannya mampu memberikan suntikan motivasi bagi mahasiswa untuk melek politik secara bermartabat. (Ans)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.