Langsung ke konten
Sabtu, 31 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

SMA Negeri 1 Purwosari Gelar Donor Darah Rutin, 37 Kantong Darah Terkumpul Dalam Aksi Kemanusiaan

Melalui kegiatan donor darah rutin yang digelar pada Kamis (29/10/2026), sekolah ini kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung aksi kemanusiaan

SMA Negeri 1 Purwosari kembali menggelar kegiatan sosial donor darah pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tiga bulan sekali ini menjadi bentuk kontribusi nyata dalam membantu ketersediaan stok darah di Kabupaten Pasuruan.

SMA Negeri 1 Purwosari kembali menggelar kegiatan sosial donor darah pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tiga bulan sekali ini menjadi bentuk kontribusi nyata dalam membantu ketersediaan stok darah di Kabupaten Pasuruan. (Foto: Wahyu JSN)

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Kepedulian terhadap sesama terus ditunjukkan oleh keluarga besar SMA Negeri 1 Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Melalui kegiatan donor darah rutin yang digelar pada Kamis (29/10/2026), sekolah ini kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung aksi kemanusiaan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.


Kegiatan donor darah yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali tersebut mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Sejak pagi hari, lingkungan SMA Negeri 1 Purwosari tampak ramai oleh kehadiran para pendonor yang dengan sukarela menyumbangkan darahnya.

Peserta tidak hanya berasal dari kalangan siswa, guru, dan staf sekolah, tetapi juga masyarakat sekitar yang turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut.
Suasana penuh semangat dan kebersamaan terlihat selama kegiatan berlangsung. Para peserta mengikuti tahapan donor darah, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan kesehatan awal, hingga proses pengambilan darah oleh petugas.

Antusiasme yang ditunjukkan para pendonor menjadi bukti bahwa kesadaran untuk berbagi dan membantu sesama terus tumbuh di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin sekolah, melainkan juga bentuk kepedulian nyata terhadap persoalan kemanusiaan.

Baca juga: Antusias Warga Tutur Ikuti Donor Darah Rutin, Berhasil Kumpulkan 98 Kantong Darah

Baca juga: Peringati Hari Donor Darah Sedunia, Hotel Pelataran Bromo Gandeng PMI Gelar Aksi Kemanusiaan di Kawasan Wisata Tosari

Sebab, setetes darah yang disumbangkan dapat memberikan harapan baru bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah, baik untuk penanganan kecelakaan, tindakan operasi, maupun berbagai kondisi medis lainnya.

Donor darah juga menjadi sarana edukasi yang penting bagi generasi muda agar memahami arti kepedulian sosial, solidaritas, dan pentingnya menjaga kesehatan. Melalui kegiatan semacam ini, siswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga belajar menerapkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.

M. Makhfud: Donor Darah Sudah Lama Menjadi Agenda Rutin Sekolah

M. Makhfud, salah satu guru SMA Negeri 1 Purwosari sekaligus pengurus Persatuan Donor Darah Indonesia (PDDI) Kabupaten Pasuruan, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah di sekolah tersebut telah berlangsung sejak lama dan terus dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi sekolah dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat. Selain itu, pelaksanaannya juga menjadi kesempatan untuk mengajak lebih banyak orang agar terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan.

Makhfud menjelaskan, partisipasi dalam kegiatan donor darah tidak hanya melibatkan warga sekolah, tetapi juga masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan SMA Negeri 1 Purwosari.

“Kegiatan donor darah ini sudah lama kita laksanakan di SMA Negeri 1 Purwosari. Tidak hanya siswa, guru maupun staf yang ada di sekolah, tetapi warga sekitar pun antusias dalam kegiatan donor darah ini,” jelasnya.

Ia menilai keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi hal positif yang perlu terus dipertahankan. Dengan adanya kegiatan donor darah secara berkala, sekolah dapat berperan aktif dalam menumbuhkan budaya berbagi sekaligus memperkuat hubungan sosial antara lembaga pendidikan dan masyarakat.

Iklan

Keterlibatan masyarakat sekitar juga menunjukkan bahwa kegiatan kemanusiaan mampu menjadi ruang kebersamaan tanpa membedakan latar belakang. Semua peserta memiliki tujuan yang sama, yakni membantu orang lain yang membutuhkan darah.

37 Kantong Darah Berhasil Dikumpulkan
Pada pelaksanaan donor darah kali ini, panitia menargetkan sebanyak 42 orang pendaftar. Dari jumlah tersebut, terdapat lima orang yang belum memenuhi persyaratan kesehatan untuk mendonorkan darahnya.

Dengan demikian, sebanyak 37 orang dinyatakan dapat mendonorkan darah dan berhasil menyumbangkan darahnya. Total sebanyak 37 kantong darah berhasil dikumpulkan dalam kegiatan tersebut.

Capaian ini menjadi hasil yang patut diapresiasi, mengingat setiap kantong darah yang terkumpul memiliki nilai penting bagi pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien yang membutuhkan transfusi.

Tidak semua orang yang mendaftar donor darah dapat langsung mendonorkan darahnya. Setiap calon pendonor harus melalui pemeriksaan awal untuk memastikan kondisi kesehatannya memenuhi persyaratan. Langkah tersebut merupakan bagian penting dari prosedur donor darah agar proses berjalan aman bagi pendonor maupun penerima darah.
Meskipun terdapat lima pendaftar yang tidak dapat mendonorkan darahnya, hal tersebut tidak mengurangi makna kegiatan yang telah dilaksanakan.

Sebaliknya, partisipasi puluhan pendonor menunjukkan adanya kepedulian dan kemauan masyarakat untuk berkontribusi dalam aksi sosial yang bermanfaat bagi banyak orang.

Pengumpulan 37 kantong darah tersebut diharapkan dapat membantu menambah ketersediaan stok darah untuk memenuhi kebutuhan pasien di Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya.

Kebutuhan darah dapat muncul sewaktu-waktu, sementara ketersediaannya sangat bergantung pada kesediaan masyarakat untuk mendonorkan darah secara sukarela. Oleh karena itu, kegiatan donor darah yang dilakukan secara rutin oleh berbagai lembaga menjadi salah satu bentuk dukungan penting bagi keberlangsungan pelayanan kesehatan.

Ketua PDDI Kabupaten Pasuruan Berikan Apresiasi
Apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan donor darah di SMA Negeri 1 Purwosari juga disampaikan oleh Muhammad Zaini, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan yang juga menjabat sebagai Ketua PDDI Kabupaten Pasuruan.

Ia menilai kegiatan donor darah yang dilaksanakan secara rutin oleh lembaga pendidikan maupun komunitas masyarakat merupakan langkah positif dalam membangun kepedulian sosial. Selain membantu menyediakan darah bagi pasien yang membutuhkan, kegiatan tersebut juga dapat mendorong semakin banyak pihak untuk terlibat dalam aksi kemanusiaan.

Zaini berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan menjadi inspirasi bagi sekolah, instansi, organisasi, serta berbagai elemen masyarakat lainnya di Kabupaten Pasuruan.

Iklan

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan donor darah yang dilakukan di SMA Negeri 1 Purwosari ini. Semoga ke depan semakin banyak pihak yang tergerak untuk melaksanakan kegiatan serupa, sehingga dapat membantu lebih banyak lagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi penyelenggara untuk terus menjaga keberlangsungan kegiatan donor darah. Partisipasi aktif sekolah dan masyarakat diharapkan dapat memperluas gerakan kemanusiaan sekaligus meningkatkan kesadaran bahwa membantu sesama dapat dimulai melalui tindakan sederhana.
Donor darah merupakan salah satu bentuk kepedulian yang manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

Seseorang yang mendonorkan darahnya mungkin tidak mengenal siapa penerimanya, tetapi darah yang disumbangkan dapat menjadi bagian penting dalam upaya menyelamatkan nyawa orang lain.
Membangun Budaya Peduli dari Lingkungan Sekolah
Pelaksanaan donor darah di SMA Negeri 1 Purwosari memperlihatkan bahwa lingkungan pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda.

Sekolah bukan hanya tempat untuk menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk menanamkan nilai kepedulian, gotong royong, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial.
Melalui keterlibatan dalam kegiatan kemanusiaan, para siswa dapat belajar bahwa kepedulian tidak cukup hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga perlu dibuktikan dengan tindakan nyata sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.

Kegiatan ini sekaligus mempererat hubungan antara pihak sekolah dan masyarakat sekitar. Kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan donor darah menjadi modal sosial yang penting untuk mendorong berbagai kegiatan positif lainnya di masa mendatang.

Konsistensi pelaksanaan donor darah setiap tiga bulan sekali juga menunjukkan pentingnya keberlanjutan dalam kegiatan sosial. Kepedulian yang dilakukan secara rutin akan memberikan manfaat lebih besar dibandingkan kegiatan yang hanya berlangsung sesekali.
Ke depan, kegiatan donor darah diharapkan dapat terus menarik minat masyarakat yang lebih luas. Dengan semakin banyaknya pihak yang berpartisipasi, upaya membantu memenuhi kebutuhan darah dapat dilakukan secara bersama-sama dan berkesinambungan.

Setetes Darah, Harapan bagi Sesama
Keberhasilan mengumpulkan 37 kantong darah dalam kegiatan donor darah di SMA Negeri 1 Purwosari menjadi pengingat bahwa aksi kemanusiaan dapat dimulai dari lingkungan terdekat.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (29/10/2026) tersebut, keluarga besar SMA Negeri 1 Purwosari bersama masyarakat sekitar telah menunjukkan bahwa semangat berbagi masih tumbuh kuat di tengah kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam mendukung ketersediaan stok darah, tetapi juga menginspirasi lembaga pendidikan, organisasi, dan masyarakat untuk terus menghadirkan kegiatan sosial yang berdampak positif.

Sebab, setetes darah yang disumbangkan dengan tulus dapat menjadi harapan bagi sesama. Semangat kepedulian seperti inilah yang perlu terus dirawat agar budaya gotong royong dan kemanusiaan semakin kuat di Kabupaten Pasuruan.

Dengan komitmen dan partisipasi bersama, donor darah bukan sekadar kegiatan rutin tiga bulanan, melainkan gerakan kemanusiaan yang menghubungkan banyak orang dalam satu tujuan: membantu sesama dan memberikan kesempatan hidup bagi mereka yang membutuhkan.(WK)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.