MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Sebanyak 12 dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang lolos sebagai asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Keagamaan (LAMGAMA). Keterlibatan dosen dari lima fakultas tersebut memperluas kontribusi UIN Maliki Malang dalam proses penilaian dan penguatan mutu pendidikan tinggi di tingkat nasional.
Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana. Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya mencerminkan kompetensi individual para dosen, tetapi juga menjadi bentuk pengakuan terhadap kapasitas akademik institusi.
“Ini bukan semata-mata prestasi personal, tetapi juga pengakuan terhadap kapasitas institusi. Kita ingin dosen UIN Maliki Malang tidak hanya menjadi bagian dari upaya membangun budaya mutu di kampus sendiri, tetapi juga dipercaya mengambil peran dalam menilai, mengawal, dan mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi pada level nasional,” ungkapnya.
Baca juga: Prodi Manajemen Universitas Ma Chung Kantongi Akreditasi Unggul
Sebanyak 12 dosen yang lolos sebagai asesor tersebut berasal dari lima fakultas. Fakultas Syariah mengirimkan empat dosen, yakni Prof. Dr. Saifullah, Dr. Nur Fadhilah, Prof. Dr. Fakhruddin, dan Dr. Musleh Hery.
Dari Fakultas Humaniora terdapat Prof. Dr. Muasshomah, Dr. Halimy, dan Dr. Abdul Muntaqim. Sementara itu, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) diwakili Prof. Dr. Abdul Aziz, Dr. Zakiyah, dan Dr. Devi. Dua dosen lainnya berasal dari Fakultas Psikologi, yakni Prof. Dr. Riva, serta Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI), yakni Dr. Ali Hamdan.
Rektor menegaskan, keterlibatan dosen sebagai asesor juga diharapkan memberikan manfaat timbal balik bagi pengembangan universitas. Pengalaman melakukan asesmen di berbagai perguruan tinggi dapat memperluas perspektif akademik, memperkuat jejaring kelembagaan, sekaligus menjadi sumber pembelajaran untuk meningkatkan sistem penjaminan mutu internal kampus.
Menurutnya, reputasi perguruan tinggi tidak cukup dibangun melalui pengembangan sarana prasarana, penambahan program studi, maupun capaian administratif. Kualitas dosen, produktivitas akademik, pengakuan profesional, dan kepercayaan komunitas pendidikan tinggi juga menjadi faktor penting dalam membangun daya saing institusi.
“Perguruan tinggi yang kuat bukan hanya perguruan tinggi yang memperoleh penilaian baik dari pihak luar, tetapi juga yang memiliki sumber daya manusia dengan kapasitas dan integritas untuk ikut meningkatkan kualitas institusi lain. Karena itu, capaian ini harus menjadi motivasi bagi dosen-dosen lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas kontribusi, dan membangun reputasi akademik,” tambahnya.
Capaian tersebut sekaligus mempertegas arah pengembangan UIN Maliki Malang yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan mutu internal, tetapi juga perluasan kontribusi akademik di tingkat nasional. Melalui keterlibatan dosen dalam lembaga akreditasi, universitas diharapkan dapat mengambil bagian lebih luas dalam membangun budaya mutu dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Indonesia.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.