MADURA | JATIMSATUNEWS.COM: Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur terus memperkuat peran organisasi keagamaan dalam membangun keluarga berkualitas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi Dr. Hj. Lilik Noer Chalida Badrus, M.H., Ketua III PW Muslimat NU Jawa Timur, sebagai narasumber dalam kegiatan Pengembangan dan Penguatan Jejaring Kemitraan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), Selasa (27/10/2026), di Ruang Rapat Trunojoyo Bakorwil IV Pamekasan, Jalan Slamet Riyadi Nomor 1, Kabupaten Pamekasan.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur ini bertujuan memperkuat sinergi antarlembaga dan jejaring kemitraan dalam mewujudkan keluarga berkualitas, khususnya di wilayah kerja Bakorwil IV Pamekasan yang meliputi Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Hj. Lilik Noer Chalida Badrus, M.H., menyampaikan materi bertema “Peran Organisasi Keagamaan dan Tokoh Agama dalam Edukasi Keluarga Berencana, Pencegahan Perkawinan Anak, dan Ketahanan Keluarga.” Materi ini menekankan pentingnya keterlibatan organisasi keagamaan dan tokoh agama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, sekaligus membangun kesadaran tentang tanggung jawab keluarga berdasarkan nilai-nilai agama dan kemaslahatan sosial.

Menurut perspektif pembangunan keluarga, ketahanan keluarga tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga mencakup kesiapan mental, kematangan emosional, kesehatan, komunikasi, serta tanggung jawab bersama antara suami dan istri. Keluarga yang kuat menjadi fondasi penting bagi lahirnya generasi yang sehat, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Dalam pemaparannya, terdapat tiga prinsip penting yang perlu diperhatikan untuk membangun ketahanan keluarga. Pertama, pemilihan calon pasangan secara matang dan bertanggung jawab. Perkawinan perlu didasari kesiapan usia sesuai ketentuan hukum, kematangan mental dan emosional, pemahaman agama, serta kemampuan menjalankan tanggung jawab rumah tangga. Edukasi pranikah menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah perkawinan anak dan mempersiapkan kehidupan keluarga yang lebih baik.
Kedua, melaksanakan peran suami dan istri secara proporsional. Ketahanan keluarga dapat tumbuh melalui pembagian tanggung jawab yang adil, komunikasi yang terbuka, sikap saling menghormati, serta kerja sama dalam mengelola kebutuhan rumah tangga dan mendidik anak. Suami dan istri perlu membangun hubungan yang harmonis dengan mengedepankan musyawarah, kasih sayang, dan tanggung jawab bersama.

Ketiga, melahirkan dan mendidik keturunan yang saleh dan salehah. Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak melalui pendidikan agama, keteladanan, pemenuhan kebutuhan kesehatan dan gizi, serta lingkungan keluarga yang aman dan penuh kasih sayang. Kualitas generasi tidak hanya ditentukan oleh kelahiran, tetapi juga oleh perhatian, pengasuhan, dan pendidikan yang diberikan sejak dini.
Edukasi keluarga berencana juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan keluarga yang terencana dan sejahtera. Melalui pemahaman yang benar, masyarakat diharapkan mampu mengambil keputusan terkait perencanaan keluarga dengan mempertimbangkan kesehatan ibu dan anak, kesiapan orang tua, serta kemampuan memenuhi kebutuhan keluarga.
Dalam upaya pencegahan perkawinan anak, organisasi keagamaan dan tokoh agama mempunyai posisi strategis karena dekat dengan kehidupan masyarakat. Pesan-pesan edukatif dapat disampaikan melalui pengajian, majelis taklim, kegiatan sosial, pendampingan keluarga, serta forum pembinaan perempuan dan generasi muda. Pendekatan yang santun, komunikatif, dan sesuai dengan nilai-nilai keagamaan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesiapan dalam membangun rumah tangga.
Sebagai organisasi perempuan yang memiliki jaringan hingga tingkat akar rumput, Muslimat NU diharapkan terus berkontribusi dalam memperkuat literasi keluarga, meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak, serta mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi secara optimal. Sinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan menjadi langkah penting agar edukasi tersebut dapat menjangkau lebih banyak keluarga.
Melalui kegiatan ini, penguatan jejaring kemitraan Program Bangga Kencana di wilayah Bakorwil IV Pamekasan diharapkan tidak berhenti pada forum sosialisasi, tetapi berlanjut menjadi gerakan nyata di tengah masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan tokoh masyarakat menjadi kunci dalam membangun keluarga yang tangguh, mencegah perkawinan anak, serta menyiapkan generasi penerus yang berkualitas.
Penulis
Sekar Wijaya Kusuma


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.