Langsung ke konten
Jumat, 23 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Waspada Asap Beracun TPA Supiturang, Dosen UMM Bagikan Panduan Kesehatan

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supiturang di Kota Malang pada 21 Oktober 2026 lalu telah memicu kepulan

Titik Agustiyaningsih, S.Kep., Ns., M.Kep., Dosen D-3 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Titik Agustiyaningsih, S.Kep., Ns., M.Kep., Dosen D-3 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). (Foto: Humas UMM)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supiturang di Kota Malang pada 21 Oktober 2026 lalu telah memicu kepulan asap pekat yang menyebar luas ke sejumlah wilayah di Malang Raya. Dampak sebaran asap tersebut dilaporkan berdampak hingga ke wilayah Kecamatan Dau dan sebagian Kecamatan Karangploso di Kabupaten Malang, serta kawasan Kecamatan Lowokwaru, khususnya di Kelurahan Dinoyo, Kota Malang.

Menyikapi situasi darurat tersebut, Dosen D-3 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Titik Agustiyaningsih, S.Kep., Ns., M.Kep., langsung memberikan imbauan penting serta membagikan panduan kesehatan kepada masyarakat untuk menghadapi ancaman asap beracun akibat pembakaran sampah domestik, organik, dan plastik.

Bahaya Kandungan Toksik Asap Kebakaran Sampah

Titik menjelaskan bahwa asap dari pembakaran sampah mengandung partikulat halus PM2.5 dan PM10 yang sangat berbahaya karena mampu menembus jauh hingga ke kantung udara di dalam paru-paru. Selain itu, terdapat pula kandungan gas Karbon Monoksida yang dapat menghambat distribusi oksigen di dalam darah, serta berbagai zat karsinogenik seperti Sulfur Dioksida, Nitrogen Dioksida, Dioksin, dan Furan hasil dari pembakaran plastik yang berpotensi memicu penyakit kanker serta melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Baca juga: Waspada Asap Karhutla! Pakar Paru UMM Ungkap Bahaya Partikel Tak Kasatmata bagi Pernapasan

Baca juga: Kisah Inspiratif Isa Almasih Putra Muhammadiyah: Dari Rasa Minder hingga Pidato di Podium Wisuda UMM

Paparan zat berbahaya tersebut dapat memicu dampak kesehatan jangka pendek berupa iritasi mata, batuk, pusing, kelelahan, hingga serangan asma akut dan perburukan Penyakit Paru Obstruktif Kronis. Dalam jangka panjang, warga bahkan berisiko mengalami penurunan fungsi paru secara permanen serta ancaman penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke.

Perlindungan Ekstra bagi Kelompok Rentan

Ia juga menekankan pentingnya memberikan perlindungan ekstra bagi kelompok masyarakat yang masuk dalam kategori rentan. Pada anak usia balita, paparan asap beracun sangat berisiko menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Akhir atau ISPA berat serta menghambat proses tumbuh kembang paru. Bagi ibu hamil, penurunan suplai oksigen dapat memicu risiko kelahiran prematur atau bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah. Sementara itu, pada kelompok lansia, beban kerja organ yang menurun drastis akan meningkatkan risiko terjadinya gagal napas hingga gagal jantung.

Langkah Pencegahan di Rumah dan Luar Ruangan

Sebagai langkah mitigasi mandiri di dalam rumah, masyarakat diimbau untuk menutup rapat pintu dan jendela, menutup celah ventilasi menggunakan kain basah, menggunakan alat penjernih udara atau air purifier, serta mengatur pendingin ruangan ke mode sirkulasi internal.

Iklan

Bagi warga yang harus beraktivitas di luar ruangan, ia mengingatkan agar tidak menggunakan masker kain biasa atau masker medis tipis karena dinilai tidak efektif dalam menyaring partikel mikro. Masyarakat disarankan untuk menggunakan masker berstandar N95, KN95, atau KF94. Khusus bagi para pekerja lapangan seperti pengemudi ojek daring, ia berpesan agar wajib mengenakan masker secara rapat, memakai kacamata pelindung atau menutup visor helm, serta rutin minum air putih untuk menjaga hidrasi tubuh dan proses detoksifikasi alami.

Bagi warga yang mengalami iritasi mata ringan, disarankan untuk segera membilas mata menggunakan air mengalir atau cairan saline steril tanpa menguceknya. Sedangkan keluhan tenggorokan gatal dapat diredakan dengan memperbanyak minum air hangat serta berkumur menggunakan air garam hangat.

Tanda Darurat dan Imbauan Segera ke Tenaga Medis

Kendati demikian, ia mengingatkan masyarakat agar segera mendatangi Puskesmas atau rumah sakit terdekat apabila mulai merasakan tanda-tanda bahaya yang mengkhawatirkan. Beberapa tanda darurat tersebut meliputi sesak napas berat, nyeri dada, batuk berdahak gelap atau disertai darah, pusing ekstrem, hingga kondisi bibir dan kuku yang tampak kebiruan atau sianosis.

Kewaspadaan khusus juga harus diberikan kepada anak-anak dan lansia yang kerap terlambat mengekspresikan gejala yang dirasakan. Pada balita, tanda darurat dapat dikenali melalui tarikan dinding dada yang cekung saat bernapas, pernapasan cuping hidung yang cepat, serta kondisi anak yang tampak sangat lemas atau menolak menyusu. Sedangkan pada lansia, keluarga perlu memperhatikan gejala napas yang sangat cepat saat beristirahat, penurunan nafsu makan yang drastis, hingga perubahan status mental secara mendadak seperti linglung atau mengantuk berlebihan.

Melalui panduan tersebut, ia berharap seluruh masyarakat Malang Raya dapat tetap tenang namun senantiasa sigap dalam melindungi kesehatan keluarga di tengah kepulan asap. Ia juga berharap penanganan kebakaran di TPA Supiturang dapat segera tuntas, sehingga kualitas udara kembali membaik dan warga dapat beraktivitas dengan aman seperti sediakala.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.