Langsung ke konten
Jumat, 23 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Panen Stabil dan Harga Naik, Petani Jambu Merah di Pujon Dulang Berkah Musim Kemarau

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Musim kemarau yang melanda tidak menyurutkan produktivitas para petani jambu merah di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten

Petani Matsuri bersama rombongan Jatimsatunews di kebun jambu merah Desa Ngabab, Pujon.

Petani Matsuri bersama rombongan Jatimsatunews di kebun jambu merah Desa Ngabab, Pujon.

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Musim kemarau yang melanda tidak menyurutkan produktivitas para petani jambu merah di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Berkat perawatan intensif serta ketersediaan air yang terjaga, tanaman jambu merah milik Matsuri tetap tumbuh subur dengan hasil panen yang stabil.

Kunci Sukses: Pengairan Lancar dan Perawatan Rutin

Matsuri menjelaskan bahwa kondisi tanaman di kebunnya tetap hijau meskipun cuaca sedang panas. Menurut dia, keberhasilan dalam menjaga produktivitas tanaman sangat bergantung pada pengairan yang lancar serta perawatan yang konsisten.

“Perawatan tanaman harus tetap diperhatikan, terutama pengairan. Selama sumber air tersedia dan pengairan berjalan lancar, tanaman bisa tetap tumbuh subur,” ujar Matsuri.

Baca juga: Sinergitas Bea Cukai,Pemerintah Kabupaten Lumajang, dan Seluruh Stakeholder Perkuat Pengawasan Barang Kena Cukai Ilegal Melalui Pemanfaatan DBHCHT Tahun Anggaran 2026

Baca juga: LP2M UIN Malang Inisiasi Bank Sampah di Sumbersuko, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi

Potret buah jambu merah segar di kebun milik Matsuri.
Potret buah jambu merah segar di kebun milik Matsuri.

Selain memastikan kebutuhan air terpenuhi, ia juga rutin melakukan pemupukan dan mengantisipasi serangan hama, khususnya kutu yang kerap menjadi kendala saat musim kemarau. Untuk mengendalikan hama tersebut, ia menggunakan pestisida melalui penyemprotan rutin agar lebih praktis dan efisien.

Pemanfaatan Limbah Kebun Menjadi Kompos Alami

Dalam menjaga kesuburan tanah, Matsuri memanfaatkan sisa-sisa tanaman di kebunnya sebagai sumber nutrisi alami. Daun dan ranting dari pohon yang tidak berbuah dikumpulkan lalu diletakkan di sekitar bagian bawah pohon.

Iklan

“Sisa tanaman tersebut nantinya dapat terurai dan menjadi kompos alami yang membantu menambah unsur hara tanah. Pengelolaan sisa tanaman ini dipadukan dengan pemberian pupuk kandang untuk mendukung kesuburan tanaman,” ungkapnya.

Penampakan Kebun Jambu Merah yang berbuah meski di musim kemarau.

Harga Jambu Merah Meningkat di Musim Kemarau

Menurut Matsuri, cuaca panas selama musim kemarau tidak memberikan pengaruh buruk terhadap volume maupun kualitas buah. Jambu merah di kebunnya tetap menghasilkan buah berkualitas yang sesuai untuk kebutuhan bahan baku industri jus.

Di tengah cuaca yang cenderung panas ini, musim kemarau justru membawa keuntungan ekonomi tersendiri. Harga jual jambu merah saat ini mengalami kenaikan dan mencapai kisaran Rp7.000 hingga Rp8.000 per kilogram. Dengan hasil panen yang stabil dan harga jual yang lebih tinggi, Matsuri berpeluang meraup pendapatan yang lebih besar pada musim kemarau tahun ini.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.