SURABAYA| JATIMSATUNEWS.COM: Kabar membanggakan datang dari keluarga besar kontributor koran Jatim Satu News (JSN). M. Zainurokhman Arifin, pemuda asal Grati, Kabupaten Pasuruan, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih peringkat pertama di antara 24 prajurit yang mengikuti penutupan pendidikan selama enam bulan dalam Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) dan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI Angkatan Laut Angkatan 46/1.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga, khususnya bagi orang tuanya yang selama ini mendukung perjalanan pendidikan dan cita-cita putra ketiganya untuk mengabdi kepada bangsa dan negara melalui institusi TNI Angkatan Laut.
Penutupan pendidikan berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026, bertempat di Sekolah Penerbangan TNI Angkatan Laut (Senerbal), Juanda. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para prajurit setelah menyelesaikan rangkaian pendidikan dan pelatihan yang telah dijalani selama enam bulan.
Acara penutupan dihadiri Komandan Pusat Pendidikan Khusus (Danpusdiksus), Kolonel Laut (P) Yulius Azz Zaenal, beserta jajaran perwira Pusdiksus dan Senerbal. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat sebagai penanda berakhirnya tahapan pendidikan sekaligus awal perjalanan pengabdian para prajurit dalam menjalankan tugas di lingkungan TNI Angkatan Laut.
Bagi M. Zainurokhman Arifin, keberhasilan meraih peringkat pertama bukan sekadar pencapaian akademis maupun hasil dari proses pendidikan. Lebih dari itu, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kedisiplinan, ketekunan, semangat belajar, serta kesungguhan dalam menjalani setiap tahapan pendidikan merupakan bagian penting untuk mencapai hasil terbaik.
Enam Bulan Pendidikan Menjadi Bekal Pengabdian
Selama menjalani pendidikan di Senerbal, para siswa mendapatkan pembelajaran, pembinaan, serta pelatihan keterampilan sebagai bekal untuk menjalankan tugas sebagai prajurit TNI Angkatan Laut.
Proses pendidikan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan dan keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai dasar keprajuritan, seperti disiplin, loyalitas, tanggung jawab, profesionalisme, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dalam kegiatan penutupan pendidikan, Perwira Operasi dan Pengajaran (Paopsjar) Senerbal, Mayor Laut (P) Omega Toranaga, menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya menjaga kedisiplinan, loyalitas, dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas.
Nilai-nilai tersebut menjadi landasan penting bagi setiap prajurit untuk menghadapi berbagai tantangan penugasan, sekaligus membangun karakter yang tangguh, bertanggung jawab, dan memiliki kesiapan mental maupun fisik.
Pendidikan yang telah diselesaikan diharapkan menjadi fondasi bagi para prajurit untuk terus meningkatkan kemampuan diri, mengembangkan keterampilan, serta menerapkan seluruh pengetahuan yang telah diperoleh dalam pelaksanaan tugas nantinya.
Bagi para prajurit yang telah menyelesaikan pendidikan, momen ini juga menjadi pengingat bahwa perjalanan pengabdian masih panjang. Mereka dituntut untuk terus belajar, menjaga integritas, serta menunjukkan sikap profesional dalam setiap amanah yang diberikan.
M. Zainurokhman Arifin, Kebanggaan Keluarga dari Grati, Pasuruan
Keberhasilan M. Zainurokhman Arifin meraih peringkat pertama tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga. Putra ketiga dari seorang kontributor koran Jatim Satu News (JSN) yang juga berprofesi sebagai guru di MTsN 5 Pasuruan tersebut berhasil membuktikan bahwa kerja keras dan kesungguhan dalam menempuh pendidikan dapat membuahkan hasil yang membanggakan.
Rasa syukur pun disampaikan keluarga atas pencapaian yang diraih setelah melewati proses pendidikan selama enam bulan.
“Alhamdulillahirabbil’alamin, kami sekeluarga mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas pencapaian putra ketiga kami, M. Zainurokhman Arifin, yang berasal dari Grati, Kabupaten Pasuruan. Dari 24 prajurit yang mengikuti pendidikan selama enam bulan, alhamdulillah anak kami berhasil meraih peringkat pertama,” ungkap keluarga dengan penuh rasa syukur.
Prestasi tersebut menjadi kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Sebagai orang tua, keberhasilan seorang anak bukan hanya diukur dari pencapaian yang diraih, tetapi juga dari proses perjuangan, kedisiplinan, dan kesungguhannya dalam menempuh jalan kehidupan.
Terlebih, menjadi seorang prajurit TNI membutuhkan komitmen kuat, kesiapan mental, kedisiplinan tinggi, serta tanggung jawab besar. Karena itu, keberhasilan menyelesaikan pendidikan dengan hasil terbaik merupakan pencapaian yang patut disyukuri dan dijadikan motivasi untuk melangkah lebih jauh.
Keluarga berharap prestasi tersebut menjadi awal yang baik bagi perjalanan karier M. Zainurokhman Arifin sebagai prajurit TNI Angkatan Laut. Harapan besar juga disematkan agar ia senantiasa menjaga sikap rendah hati, menjunjung tinggi nilai-nilai keprajuritan, serta tidak pernah berhenti belajar dalam menghadapi berbagai tantangan tugas.
Ucapan Terima Kasih kepada Jajaran Pendidik Senerbal
Di balik keberhasilan seorang prajurit, terdapat proses pendidikan, pembinaan, dan pelatihan yang membutuhkan kesungguhan serta dukungan banyak pihak.
Atas pencapaian tersebut, keluarga M. Zainurokhman Arifin menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran Senerbal, para instruktur, pengasuh, dan tenaga pendidik yang telah memberikan ilmu pengetahuan, pembelajaran, serta keterampilan kepada para siswa selama menjalani pendidikan.
Keluarga menyadari bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari proses pembinaan yang dijalani selama enam bulan. Pendidikan yang diberikan diharapkan mampu membentuk prajurit yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mempunyai karakter kuat, disiplin, loyalitas, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
“Terima kasih atas pendidikan, pembelajaran, dan keterampilan yang telah diberikan kepada anak kami selama menjalani pendidikan di Senerbal. Semoga seluruh ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat dan barokah, serta dapat diamalkan dengan baik dalam menjalankan tugas sebagai prajurit TNI Angkatan Laut,” ungkap keluarga.
Ucapan terima kasih tersebut juga menjadi bentuk penghargaan kepada seluruh pihak yang telah mendampingi para siswa selama proses pendidikan, mulai dari pembelajaran hingga pembentukan karakter sebagai prajurit.
Keluarga berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh tidak hanya menjadi bekal dalam menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bersikap, mengambil keputusan, maupun berinteraksi dengan masyarakat.
Menjadi Prajurit Jalasena yang Profesional dan Berintegritas
Penutupan Pendidikan Dikmaba dan Dikmata TNI Angkatan Laut Angkatan 46/1 menjadi langkah awal bagi para prajurit untuk memasuki tahapan pengabdian berikutnya.
Ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai keprajuritan yang telah diperoleh selama pendidikan diharapkan dapat diterapkan secara nyata dalam pelaksanaan tugas. Terlebih, lingkungan TNI Angkatan Laut menuntut setiap prajurit memiliki kedisiplinan, loyalitas, profesionalisme, serta kesiapan untuk menjalankan amanah negara.
Bagi M. Zainurokhman Arifin, keberhasilan meraih peringkat pertama hendaknya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat mental, serta mengembangkan kemampuan agar dapat menjadi prajurit yang semakin profesional.
Prestasi tersebut bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Sebab, keberhasilan sejati seorang prajurit tidak hanya dilihat dari prestasi selama pendidikan, tetapi juga dari dedikasi, integritas, dan kesungguhannya dalam menjalankan tugas pengabdian.
Keluarga pun berharap agar putra ketiganya senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kekuatan dalam menjalani setiap tahapan pengabdian. Doa terbaik selalu menyertai langkahnya agar dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keprajuritan.
“Semoga anak kami senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas. Semoga menjadi prajurit yang profesional, amanah, rendah hati, serta mampu membanggakan keluarga, institusi TNI Angkatan Laut, dan bangsa Indonesia,” menjadi harapan keluarga.
Kebanggaan Keluarga, Semangat Pengabdian untuk Bangsa
Prestasi M. Zainurokhman Arifin menjadi kabar menggembirakan bagi keluarga besar, sekaligus membawa kebanggaan bagi masyarakat Grati, Kabupaten Pasuruan.
Keberhasilannya meraih peringkat pertama dari 24 prajurit yang mengikuti pendidikan menjadi pengingat bahwa kesungguhan, kedisiplinan, dan semangat untuk terus belajar merupakan bekal penting dalam meraih cita-cita.
Dukungan keluarga, pendidikan yang dijalani dengan sungguh-sungguh, serta bimbingan para pendidik menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut.
Di tengah kebahagiaan atas prestasi yang diraih, keluarga berharap M. Zainurokhman Arifin tetap menjadi pribadi yang bersahaja, menghormati orang tua dan para pendidik, serta menjaga nama baik keluarga di mana pun bertugas.
Menjadi prajurit TNI Angkatan Laut merupakan sebuah amanah sekaligus bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara. Karena itu, prestasi yang telah diraih hendaknya menjadi penyemangat untuk terus memberikan yang terbaik dalam setiap tugas.
Alhamdulillah, selamat dan sukses kepada M. Zainurokhman Arifin atas keberhasilannya meraih peringkat pertama dalam pendidikan Dikmaba dan Dikmata TNI Angkatan Laut Angkatan 46/1.
Semoga ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat dan barokah, karier pengabdian semakin baik, serta senantiasa diberikan perlindungan oleh Allah SWT dalam menjalankan tugas sebagai prajurit Jalasena.
Satu prestasi menjadi kebanggaan keluarga. Satu pengabdian menjadi kehormatan. Semoga senantiasa menjadi prajurit yang tangguh, profesional, berintegritas, dan setia kepada bangsa dan negara.(SA)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.