MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Publikasi ilmiah internasional terus menjadi pilar penting bagi dunia akademis untuk memperluas manfaat riset. Hal tersebut dibuktikan oleh Dr. Ir. Dana Marsetiya Utama, S.T., M.T., dosen sekaligus Ketua Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang kembali mencatatkan namanya dalam daftar Top 2% Scientists in the World secara berturut-turut sejak tahun 2024, 2025, hingga 2026. Pengakuan bergengsi ini bersumber dari pemeringkatan Elsevier dan Stanford University melalui profil TOPSCINET.
Konsistensi Riset Bawa Dosen UMM Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia
Berada di bidang Operations Research yang berfokus pada penggunaan metode analitis dan matematis untuk pengambilan keputusan kompleks, Dana menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari proses yang panjang. Ia menyebutkan bahwa produktivitas akademik tidak dibangun dalam semalam, melainkan melalui konsistensi dalam menentukan fokus riset, mengembangkan kajian, hingga menggandeng peneliti lain.
“Bagi saya, konsistensi dalam penelitian dan publikasi menjadi hal penting untuk menjaga keberlanjutan kontribusi akademik,” ujar Dana. Berdasarkan data SINTA dan Scopus, ia tercatat memiliki 82 artikel terindeks Scopus dengan perolehan 1.145 sitasi, H-index 20, serta i10-index 40.
Baca juga: Top 25 Inovator EJIES 2026, Agus Harianto Harumkan SMAN 1 Turen Lewat Inovasi Literasi Wisata Daerah
Baca juga: Kisah Inspiratif Isa Almasih Putra Muhammadiyah: Dari Rasa Minder hingga Pidato di Podium Wisuda UMM
Fokus Ekonomi Sirkular dan Pemanfaatan Limbah untuk Masyarakat
Dalam praktiknya, penelitian yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada angka akademik semata. Dana memiliki fokus riset mendalam pada circular economy atau ekonomi sirkular dan closed-loop supply chain, di mana limbah tidak lagi dipandang sebagai sisa produksi, melainkan diubah menjadi sumber daya bernilai guna.
Salah satu bentuk penerapannya dikembangkan bersama mitra di Poncokusumo, Kabupaten Malang, melalui pengkajian pemanfaatan sekam menjadi produk bernilai tambah seperti pelet dan pupuk.
“Penelitian perlu diarahkan agar tidak berhenti pada publikasi, tetapi juga memiliki peluang untuk diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Pentingnya Kolaborasi dan Dukungan Institusi
Guna menjaga produktivitas riset tersebut, Dana selalu membangun kolaborasi erat bersama mahasiswa dan dosen muda. Strategi pembagian peran dalam tim serta kesinambungan topik penelitian menjadi kunci utama, sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam proses penelitian sejak tahap gagasan hingga penyusunan karya ilmiah.
Selain itu, ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari institusi UMM, baik melalui peta jalan penelitian yang berorientasi pada keberlanjutan maupun ketersediaan fasilitas laboratorium komputasi yang menunjang. “Kolaborasi dan konsistensi menjadi kunci agar penelitian dapat berkembang secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Capaian gemilang ini diharapkan mampu memperkuat budaya riset di lingkungan UMM serta mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan secara lebih luas bagi industri dan masyarakat.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.