MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Menanamkan karakter positif sejak usia dini menjadi fondasi penting dalam melahirkan generasi bangsa yang berakhlak mulia, tangguh, dan berintegritas. Kesadaran tersebut mendorong Babinsa Kotalama Koramil 0833-02/Kedungkandang, Koptu Eko, turun langsung memberikan pembinaan kedinasan dan karakter kepada 206 siswa-siswi MI Nurul Hikmah pada Jumat (23/10).
Usung Tema Santri Hebat, Santri Kuat
Kegiatan edukatif tersebut mengusung tema khusus bertajuk “Santri Hebat, Santri Kuat”. Dalam pemaparannya, Koptu Eko memfokuskan materi pada upaya pencegahan kenakalan remaja, pemahaman mendalam mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, serta penguatan sikap antiperundungan atau anti-bullying baik di lingkungan sekolah maupun dalam pergaulan sehari-hari.
Baca juga: Cegah Perundungan Sejak Dini, Babinsa Sawojajar Beri Edukasi Anti-Bullying di SDN Sawojajar 4 Malang
Melalui gaya komunikasi yang interaktif dan komunikatif sesuai usia peserta didik, ia mengajak para siswa untuk senantiasa membiasakan diri hidup disiplin, menghormati guru serta orang tua, dan menyayangi sesama teman. Para siswa juga diberikan pemahaman mendalam bahwa tindakan mengejek, mengucilkan, maupun menyakiti teman bukanlah perbuatan yang patut dilakukan.
Pesan Tegas Jauhi Narkoba dan Perundungan
Lebih lanjut, Koptu Eko mengingatkan agar para pelajar berani menolak segala bentuk ajakan yang menjurus pada perilaku negatif. Menurutnya, pembentukan mental dan moral anak harus berjalan beriringan dengan perolehan ilmu pengetahuan di bangku sekolah agar tercipta lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
“Santri hebat bukan hanya dilihat dari prestasi, tetapi juga dari akhlak, kedisiplinan, dan sikap menghargai sesama. Anak-anak harus berani mengatakan tidak terhadap narkoba, menjauhi kenakalan remaja, serta tidak melakukan perundungan. Jadilah teman yang saling mendukung dan membawa kebaikan,” pesan Koptu Eko di hadapan ratusan siswa.
Melalui kegiatan pembinaan ini, Koramil Kedungkandang berharap sinergi antara TNI dan dunia pendidikan semakin erat dalam mengawal karakter generasi muda. Edukasi praktis yang menyentuh kehidupan sehari-hari tersebut diyakini mampu membimbing para siswa untuk tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, menghargai perbedaan, serta peka terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.