MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Musim kemarau yang melanda tidak menyurutkan produktivitas para petani jambu merah di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Berkat perawatan intensif serta ketersediaan air yang terjaga, tanaman jambu merah milik Matsuri tetap tumbuh subur dengan hasil panen yang stabil.
Kunci Sukses: Pengairan Lancar dan Perawatan Rutin
Matsuri menjelaskan bahwa kondisi tanaman di kebunnya tetap hijau meskipun cuaca sedang panas. Menurut dia, keberhasilan dalam menjaga produktivitas tanaman sangat bergantung pada pengairan yang lancar serta perawatan yang konsisten.
“Perawatan tanaman harus tetap diperhatikan, terutama pengairan. Selama sumber air tersedia dan pengairan berjalan lancar, tanaman bisa tetap tumbuh subur,” ujar Matsuri.
Baca juga: LP2M UIN Malang Inisiasi Bank Sampah di Sumbersuko, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi

Selain memastikan kebutuhan air terpenuhi, ia juga rutin melakukan pemupukan dan mengantisipasi serangan hama, khususnya kutu yang kerap menjadi kendala saat musim kemarau. Untuk mengendalikan hama tersebut, ia menggunakan pestisida melalui penyemprotan rutin agar lebih praktis dan efisien.
Pemanfaatan Limbah Kebun Menjadi Kompos Alami
Dalam menjaga kesuburan tanah, Matsuri memanfaatkan sisa-sisa tanaman di kebunnya sebagai sumber nutrisi alami. Daun dan ranting dari pohon yang tidak berbuah dikumpulkan lalu diletakkan di sekitar bagian bawah pohon.
“Sisa tanaman tersebut nantinya dapat terurai dan menjadi kompos alami yang membantu menambah unsur hara tanah. Pengelolaan sisa tanaman ini dipadukan dengan pemberian pupuk kandang untuk mendukung kesuburan tanaman,” ungkapnya.
Harga Jambu Merah Meningkat di Musim Kemarau
Menurut Matsuri, cuaca panas selama musim kemarau tidak memberikan pengaruh buruk terhadap volume maupun kualitas buah. Jambu merah di kebunnya tetap menghasilkan buah berkualitas yang sesuai untuk kebutuhan bahan baku industri jus.
Di tengah cuaca yang cenderung panas ini, musim kemarau justru membawa keuntungan ekonomi tersendiri. Harga jual jambu merah saat ini mengalami kenaikan dan mencapai kisaran Rp7.000 hingga Rp8.000 per kilogram. Dengan hasil panen yang stabil dan harga jual yang lebih tinggi, Matsuri berpeluang meraup pendapatan yang lebih besar pada musim kemarau tahun ini.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.