Karpet Merah Menuju Indonesia Emas 2045 bagi Santri Berprestasi
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Peringatan Hari Santri Nasional 2026 dimaknai secara konkret oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Alih-alih sekadar menggelar seremoni, Kampus Putih resmi membuka karpet merah bagi para lulusan pondok pesantren di seluruh penjuru Indonesia melalui beragam skema beasiswa unggulan dalam Perekrutan Mahasiswa Baru (PMB) tahun akademik 2027.
Kebijakan strategis ini diambil guna mendorong lahirnya generasi “Santri Teknokrat”, yakni kaum terpelajar yang tidak hanya memiliki kedalaman spiritual, tetapi juga menguasai sains, teknologi, serta kepemimpinan profesional demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A., menegaskan bahwa para santri di era modern sudah saatnya tidak hanya terpaku pada mimbar keagamaan semata. Menurutnya, lulusan pesantren dibekali modal karakter, tingkat kemandirian, serta etos disiplin yang sangat kuat untuk berkecimpung di berbagai sektor strategis, mulai dari bidang kedokteran, keteknikan, ekonomi, hingga teknologi informasi.
Baca juga: Ratusan Mahasiswa Unusida Sampaikan Aspirasi Kepada DPD RI Terpilih tentang Hak Anak Yatim
“Kami ingin meruntuhkan stigma bahwa lulusan pesantren hanya bisa masuk ke jurusan keagamaan. Di UMM, kami menyiapkan dukungan finansial dan fasilitas akademik yang memadai agar para santri bisa bertransformasi menjadi dokter, insinyur, akuntan, hingga wirausahawan sukses tanpa kehilangan identitas kepesantrenannya,” ungkap Juanda sewaktu ditemui Humas UMM.
Ragam Skema Beasiswa Inklusif dan Ekosistem Ramah Santri
Sebagai wujud komitmen nyata dalam menghadirkan akses pendidikan tinggi yang inklusif, UMM menyediakan berbagai pilihan skema keringanan biaya kuliah. Salah satu program primadona yang banyak diminati adalah Jalur Prestasi Keagamaan dan Tahfidz Al-Qur’an. Melalui jalur ini, para penghafal Al-Qur’an serta peraih juara ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) maupun Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) berkesempatan menikmati fasilitas pembebasan tes masuk hingga potongan Biaya Studi Semester (BSS) secara signifikan.
Selain itu, tersedia pula beasiswa penuh lewat Program Pendidikan Ulama Tarjih (PPUT) yang menggratiskan biaya kuliah sekaligus menyediakan fasilitas asrama secara cuma-cuma. Bagi para lulusan sekolah maupun pondok pesantren di bawah naungan Muhammadiyah, UMM turut membuka jalur khusus melalui Beasiswa Alumni Sekolah Muhammadiyah serta Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KATAMM) yang menawarkan insentif potongan biaya studi sangat kompetitif. Seluruh rangkaian proses pendaftaran telah dibuka sejak 1 Oktober 2026 dan dapat diakses secara daring melalui laman resmi admisi.umm.ac.id.
Lebih lanjut, Dr. Ahmad Juanda memaparkan bahwa ekosistem lingkungan Kampus Putih dirancang sangat ramah terhadap kultur santri. Melalui program pembentukan karakter serta keberadaan pusat studi bahasa dan keislaman, para santri dipastikan tidak akan mengalami kendala penyesuaian diri atau gegar budaya (culture shock).
“Identitas kesantrian mereka tidak akan luntur di sini. Justru kami akselerasi dengan kompetensi global melalui berbagai kelas profesional Center of Excellence (CoE). Kami memastikan setiap rupiah dan waktu yang diinvestasikan santri di UMM akan kembali dalam bentuk jaminan lulus tepat waktu dan kesiapan kerja di dunia industri,” pungkasnya.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.