Percepatan Pembangunan Infrastruktur Demi Mobilitas Warga
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Personel Koramil 0833-01/Klojen tampak sibuk dan terus mengebut pengerjaan proyek Jembatan Perintis Garuda yang berlokasi di wilayah Oro-Oro Dowo, Kota Malang. Dengan mengusung semangat gotong royong yang tinggi, jajaran prajurit TNI bekerja bahu-membahu di lapangan guna mempercepat penyelesaian infrastruktur tersebut agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat, Kamis (22/10/2026).
Bagi warga setempat, keberadaan jembatan ini memiliki arti yang sangat penting. Bukan sekadar bangunan fisik semata, melainkan sebuah akses vital yang dapat menunjang mobilitas harian serta menjamin kelancaran berbagai aktivitas masyarakat sekitar.
Komitmen TNI Jaga Kualitas dan Kebermanfaatan Jangka Panjang
Menanggapi progres pembangunan tersebut, Danramil 0833-01/Klojen Kapten Inf Hariyanto menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong seluruh personel di lapangan agar bekerja secara maksimal dengan tetap mengutamakan faktor kualitas konstruksi dan keselamatan kerja.
Ia menyampaikan bahwa pengabdian TNI harus diwujudkan melalui kerja nyata yang langsung menyentuh kesejahteraan rakyat, tidak hanya berfokus pada pengamanan wilayah saja.
“Kami ingin Jembatan Perintis Garuda ini tidak hanya selesai dibangun, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, personel kami terus bekerja maksimal, mengedepankan semangat gotong royong, serta menjaga kualitas pekerjaan agar hasilnya dapat dirasakan warga dalam jangka panjang,” ujar Kapten Inf Hariyanto.
Di akhir keterangannya, Danramil juga menekankan pentingnya sinergi serta kepedulian bersama agar seluruh rangkaian pembangunan dapat berjalan lancar hingga tuntas tanpa kendala berarti.
“Harapan kami, jembatan ini nantinya menjadi penghubung yang membawa manfaat, memperkuat kebersamaan, dan meningkatkan kemudahan akses bagi warga Oro-Oro Dowo. Kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik sebagai bentuk tanggung jawab dan pengabdian TNI kepada rakyat,” pungkasnya.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.