Langsung ke konten
Kamis, 22 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Momentum Hari Santri, Ning Lia Dorong Nilai Islam Perkuat Peradaban

Perkuat Peradaban Islam dari Timur Indonesia MADURA | JATIMSATUNEWS.COM: Momentum Hari Santri Nasional dijadikan sebagai pengingat penting bagi peran aktif

Jajaran pimpinan universitas dan tamu undangan berfoto bersama dalam acara Islamic Talkshow di UTM.

Jajaran pimpinan universitas dan tamu undangan berfoto bersama dalam acara Islamic Talkshow di UTM. (Foto: Tim Lia Istifhama, Istimewa)

Perkuat Peradaban Islam dari Timur Indonesia

MADURA | JATIMSATUNEWS.COM: Momentum Hari Santri Nasional dijadikan sebagai pengingat penting bagi peran aktif generasi muda dalam membangun peradaban Islam yang berkemajuan. Hal tersebut disuarakan oleh Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, saat hadir sebagai narasumber utama dalam acara Islamic Talkshow bertajuk “Membangun Peradaban dari Timur: Kontribusi Nilai-Nilai Islam bagi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara”. Kegiatan akademik yang dipusatkan di Gedung Pertemuan R.P. Mohammad Noer, Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Rabu (21/10/2026), ini dipandu oleh Moh Miqdad Ilmi selaku moderator.

Forum ilmiah tersebut turut dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya perwakilan Gubernur Jawa Timur sekaligus Kepala BPSDM Jatim Dr. Ramliyanto S., anggota DPRD Jawa Timur Lora Nasih Aschal, Dekan Fakultas Keislaman UTM Dr. Abdur Rohman, S.Ag., M.E.I., bersama para wakil dekan, dosen, serta ratusan pengurus organisasi mahasiswa. Di hadapan para peserta, senator yang akrab disapa Ning Lia ini mengajak seluruh mahasiswa agar menjadikan nilai-nilai luhur Islam sebagai fondasi kuat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, memperkokoh karakter kepribadian, serta mendongkrak kemajuan di sektor pendidikan, ekonomi, dan sosial kemasyarakatan.

Baca juga: Sat-set, Wat-wet: Budaya Kerja Cepat, Tepat, dan Tuntas dalam Perspektif Nilai-Nilai Islam

Baca juga: Kontribusi Nilai-Nilai Islam terhadap Efektivitas Manajemen Pendidikan

Anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama saat menyampaikan materi di atas podium.
Anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama saat menyampaikan materi di atas podium. (Foto: Tim Lia Istifhama, Istimewa)

Integrasi Ilmu Pengetahuan dan Peran Strategis Pesantren

Menurut Ning Lia, upaya membangun peradaban dari wilayah Timur tidak sekadar mengenang kejayaan masa lalu, melainkan harus diwujudkan dengan menghidupkan kembali tradisi keilmuan Islam agar adaptif terhadap tantangan zaman. Ia memaparkan konsep benevolent society atau masyarakat yang berorientasi pada kebaikan bersama dan kemanfaatan sosial. Dalam penjelasannya, ia menguraikan tiga pendekatan epistemologi Islam—yakni bayani yang bertumpu pada teks, irfani yang menekankan pengalaman spiritual, serta burhani yang mengedepankan penalaran rasional. “Ketiganya dapat menjadi pijakan untuk membangun tradisi keilmuan yang memadukan nilai agama, kedalaman spiritual, dan rasionalitas,” ungkap Ning Lia.

Iklan

Lebih lanjut, putri mendiang KH Masykur Hasyim ini menegaskan bahwa pesantren memegang posisi strategis sebagai pusat pencetak akhlak dan disiplin generasi penerus. Ia memperkenalkan konsep akronim SANTRI—yakni Smart, Adaptability, Networking, Toughness, Responsibility, dan Integrity—sebagai nilai dasar yang wajib dimiliki oleh pemuda masa kini. Senada dengan hal tersebut, Kepala BPSDM Jatim Dr. Ramliyanto S. menambahkan bahwa Jawa Timur memiliki akar sejarah Islam yang kuat dengan keberadaan ribuan pesantren serta warisan peradaban para wali yang harus terus dijaga dan didigitalisasi.

Internalisasi Nilai Islam dalam Kehidupan Sehari-hari

Sementara itu, Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Prof. Dr. Syafi’, S.H., M.H., dalam sambutannya memberikan penekanan mendalam mengenai pentingnya pengamalan ajaran agama secara substantif. Ia mengingatkan bahwa identitas keislaman tidak cukup hanya ditampilkan melalui atribut simbolik semata, melainkan harus tercermin langsung lewat integritas moral dan perilaku sehari-hari. Pandangan serupa juga disampaikan oleh Ketua Pelaksana M. Bagus Junaidi dan Gubernur BEM Fakultas Keislaman M. Fathul Amin Firdaus, yang berharap kegiatan tersebut mampu mencetak bibit-bibit pemuda visioner yang siap merajut masa depan peradaban bangsa yang berkeadilan.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.