Langsung ke konten
Senin, 28 September 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Titiek Soeharto Bersama Komisi IV DPR RI Kunjungi Pasuruan, Bupati Rusdi Paparkan Keunggulan Sapi Perah Genom Grati di KUTT Suka Makmur

Kunjungan bertujuan untuk meninjau langsung potensi serta pengembangan bibit sapi perah unggulan lokal yang dikenal dengan nama Sapi Genom Grati.

Bupati Pasuruan Rusdi Sutedjo, Titiek Soeharto, dan ketua KUTT Evi Zainal Abidin

Bupati Pasuruan Rusdi Sutedjo, Titiek Soeharto, dan ketua KUTT Evi Zainal Abidin

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Komisi IV DPR RI yang dipimpin oleh Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pasuruan, khususnya ke KUTT Suka Makmur, Kecamatan Grati, Senin 28/9/2026.

Disambut langsung bupati Rusdi Sutedjo Titiek mendapat penjelasan tentang KUTT oleh Ketuanya Evi Zainal Abidin.

Kunjungan bertujuan untuk meninjau langsung potensi serta pengembangan bibit sapi perah unggulan lokal yang dikenal dengan nama Sapi Genom Grati.

Baca juga: Serap Aspirasi Masyarakat, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Muhammad Zaini Gelar Reses III di Desa Ngabar Kecamatan Kraton

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Muhammad Zaini Serahkan Sapi Kurban DPC PDI Perjuangan ke Masjid Nurul Huda Pakijangan

Iklan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutedjo menjelaskan bahwa Sapi Genom Grati memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri dibanding sapi perah impor. Jika sapi perah impor (seperti asal Australia) umumnya membutuhkan habitat di dataran tinggi di atas 600–700 mdpl (seperti kawasan Puspo, Tutur, Tosari, atau Lumbang), Sapi Genom Grati justru mampu beradaptasi dan berproduksi dengan baik di kawasan dataran rendah hingga kawasan pesisir pantai.

Titiek Soeharto Bersama Komisi IV DPR RI Kunjungi Pasuruan, Bupati Rusdi Paparkan Keunggulan Sapi Perah Genom Grati di KUTT Suka Makmur

“Selain toleran terhadap cuaca panas dataran rendah, sapi ini juga dikenal lebih tahan terhadap penyakit dan membutuhkan asupan pakan yang relatif lebih sedikit namun tetap mampu memproduksi susu dalam jumlah tinggi,” ujar Bupati Rusdi.

Bupati juga menjelaskan bahwa penelitian dan pemetaan genom sapi tersebut—yang diinisiasi bersama Pemkab Pasuruan—telah rampung. Saat ini, proses pengurusan hak kekayaan intelektual (HAKI) atau hak paten atas genom sapi Grati tersebut tengah berjalan.

” Komisi IV saat ini tengah mengurus undang-undang terkait genetik, tidak hanya sapi melainkan secara umum,” lanjut Bupati Rusdi.

Terkait ekspansi ke wilayah lain bupati menyampaikan masih memprioritaskan pengembangbiakan di wilayah Grati dan Nguling. Kendati demikian bupati menyatakan keterbukaan dan kesiapan untuk mendukung kabupaten/kota lain yang ingin memanfaatkan genom sapi Grati demi mendukung program ketahanan pangan nasional.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.