Langsung ke konten
Rabu, 23 September 2026
Headline Self Awareness dalam Islam: Ketika Ilmu Menjadi Pembenaran Diri
Daerah

Dekan FTIK UIN Malang Tegaskan ICIED sebagai Tradisi Akademik dan Ruang Pengembangan Diri

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A., menegaskan posisi International Conference on Islamic Education (ICIED) sebagai bagian dari penguatan tradisi akademik di lingkungan fakultas. Hal itu disampaikan dalam Rapat Evaluasi ICIED ke-11, Jumat, 18 September 2026.

Rapat yang berlangsung di Meeting Room Gedung Megawati Lantai 1 tersebut menjadi forum evaluasi setelah penyelenggaraan ICIED 2026. Selain mengevaluasi pelaksanaan konferensi, forum tersebut membahas berbagai pengalaman kepanitiaan sebagai bahan perbaikan penyelenggaraan pada periode berikutnya.

Prof. Walid menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya ICIED ke-11 sekaligus mengapresiasi kerja seluruh jajaran panitia. Menurutnya, pelaksanaan konferensi internasional tersebut merupakan hasil dari koordinasi dan kerja bersama berbagai unsur yang terlibat.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam evaluasi adalah adanya penyesuaian anggaran penyelenggaraan ICIED. Perubahan tersebut berdampak pada pola kerja dan mekanisme organisasi selama pelaksanaan kegiatan.

Prof. Walid menilai perubahan tersebut perlu dipandang sebagai bagian dari proses pembenahan organisasi. Penyesuaian pola kerja, menurutnya, tidak semestinya dipahami sebagai kemunduran, tetapi sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola yang lebih adaptif dan bertanggung jawab.

Dalam konteks tersebut, berbagai kendala yang muncul selama penyelenggaraan menjadi bahan pembelajaran untuk memperbaiki sistem kerja. Evaluasi diperlukan agar pengalaman yang telah dilalui dapat diterjemahkan menjadi perbaikan dalam perencanaan dan pelaksanaan ICIED berikutnya.

Prof. Walid juga memberikan apresiasi kepada Ketua Panitia ICIED 2026, Harir Mubarak, M.Pd., atas kepemimpinannya selama proses penyelenggaraan. Berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan konferensi dinilai dapat dihadapi melalui koordinasi dan kerja kolektif kepanitiaan.

Iklan

Selain aspek teknis penyelenggaraan, Dekan FTIK menempatkan ICIED dalam konteks yang lebih luas sebagai ruang pengembangan akademik. Konferensi internasional tersebut memberikan kesempatan bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk mengaktualisasikan gagasan, memperluas wawasan, serta membangun jejaring akademik.

Melalui forum ilmiah seperti ICIED, gagasan akademik tidak hanya dipresentasikan, tetapi juga dipertemukan dan didiskusikan dengan perspektif dari berbagai kalangan akademik. Karena itu, keberadaan ICIED dipandang sebagai bagian dari proses membangun budaya ilmiah di lingkungan FTIK.

Rapat evaluasi kemudian diarahkan sebagai dasar penyempurnaan penyelenggaraan ICIED berikutnya. Hal-hal yang telah berjalan baik menjadi bagian yang perlu dipertahankan, sementara berbagai kendala selama pelaksanaan menjadi bahan perbaikan tata kelola dan mekanisme kerja.

Dengan evaluasi tersebut, FTIK UIN Malang menempatkan ICIED bukan sekadar sebagai agenda tahunan, tetapi sebagai bagian dari tradisi akademik yang terus dikembangkan melalui perbaikan penyelenggaraan, penguatan budaya ilmiah, dan perluasan ruang kolaborasi akademik.

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.