Langsung ke konten
Kamis, 3 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Buntut Keracunan MBG Sidoarjo, Senator Lia Istifhama Dukung Evaluasi Total SPPG Jatim

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, secara terbuka memberikan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Provinsi

Anggota DPD RI, Lia Istifhama (kiri), tampak berbincang hangat saat menjenguk korban keracunan program Makan Bergizi Gratis yang tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit, Rabu malam (2/9/2026).

Anggota DPD RI, Lia Istifhama (kiri), tampak berbincang hangat saat menjenguk korban keracunan program Makan Bergizi Gratis yang tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit, Rabu malam (2/9/2026). (Foto: Tim Lia Istifhama, istimewa)

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, secara terbuka memberikan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang berencana mengumpulkan seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah taktis ini dinilainya sangat krusial sebagai bentuk evaluasi sekaligus jaminan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap mematuhi standar keamanan dan pemenuhan gizi.

Tokoh perempuan yang akrab disapa Ning Lia ini memandang inisiatif di bawah kendali Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tersebut sebagai bukti nyata keseriusan pemerintah daerah. Menurutnya, pemprov sangat sungguh-sungguh dalam mengawal dan menyukseskan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

“Langkah Pemprov Jawa Timur untuk mengumpulkan seluruh pengelola SPPG ini sangat baik. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan program MBG berjalan dengan baik, terutama dari sisi keamanan pangan dan kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat,” tegas Ning Lia.

Baca juga: Sinergitas Bea Cukai,Pemerintah Kabupaten Lumajang, dan Seluruh Stakeholder Perkuat Pengawasan Barang Kena Cukai Ilegal Melalui Pemanfaatan DBHCHT Tahun Anggaran 2026

Baca juga: Bupati Subandi Tegaskan Pengawasan Ketat Proyek Pemerintah, Target Tepat Waktu dan Berkualitas

Lebih lanjut, senator asal Jatim ini menyoroti perlunya perhatian ekstra terhadap insiden keracunan makanan yang mewarnai pelaksanaan MBG. Ia mengingatkan bahwa rentetan kejadian serupa di berbagai daerah menuntut adanya evaluasi yang menyeluruh. Ning Lia pun mewanti-wanti agar masalah keracunan ini benar-benar mendapat penanganan serius agar persoalan yang sama tidak terus berulang dan berujung pada keresahan di tengah masyarakat luas.

Iklan

Empati mendalam juga ditunjukkan oleh Ning Lia atas insiden keracunan MBG di Kabupaten Sidoarjo. Pada Rabu malam (2/9/2026), ia menyempatkan diri menjenguk langsung para korban yang tengah dirawat intensif, termasuk di antaranya para santri dari Pondok Pesantren Manba’ul Hikam. Diketahui, lebih dari 400 santri dari pesantren tersebut harus mendapatkan penanganan medis, menjadikannya kelompok korban dengan jumlah terbanyak sejauh ini.

Melihat kondisi tersebut, Ning Lia menyampaikan keprihatinan yang sangat mendalam kepada para korban, khususnya anak-anak dan para santri. Ia turut mendoakan agar seluruh korban segera diberikan kesembuhan dan bisa beraktivitas kembali. Di samping itu, ia menyebut bahwa kejadian ini harus menjadi semacam alarm pengingat bagi semua pihak yang terlibat dalam ekosistem MBG.

Ia mendesak agar evaluasi yang dilakukan pemerintah tidak hanya berhenti pada tahap penanganan kasus saat ini saja. Ning Lia berharap ada langkah konkret dan strategis untuk memperkuat sistem pengawasan SPPG sejak dari hulu. Pengawasan tersebut, kata dia, harus diperketat mulai dari proses pengadaan bahan pangan, pengolahan di dapur, distribusi, hingga makanan tersebut dipastikan aman saat diterima oleh para penerima manfaat.

Sebagai penutup, Ning Lia kembali mengingatkan esensi penting dari program ini. “Program MBG ini adalah program besar dan sangat baik karena menyangkut pemenuhan gizi masyarakat. Karena itu, pelaksanaannya harus benar-benar dijaga. Jangan sampai tujuan baik dari program ini justru terganggu karena persoalan keamanan pangan,” tutupnya.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.