Langsung ke konten
Senin, 31 Agustus 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Tekankan Pentingnya Regenerasi Kader, PRPM Kasin Diresmikan

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Klojen meresmikan Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Kasin pada Sabtu (29/8)

Dari kiri Bendahara PRPM Kasin Mochammad Sukron, Ketua PRPM Kasin Adi Candra Wijaya, Sekretaris PRPM Kasin Mochammad Rafly Ferdiansyah

Dari kiri Bendahara PRPM Kasin Mochammad Sukron, Ketua PRPM Kasin Adi Candra Wijaya, Sekretaris PRPM Kasin Mochammad Rafly Ferdiansyah

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Klojen meresmikan Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Kasin pada Sabtu (29/8) di Masjid Al-Furqon RSI Aisyiyah. Peresmian tersebut menjadi momentum untuk menghidupkan kembali kaderisasi Pemuda Muhammadiyah dari tingkat ranting sebagai fondasi keberlanjutan organisasi.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Klojen, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Malang, serta pemuda yang dipersiapkan menjadi calon anggota dan penggerak PRPM Kasin.

Dalam peresmian tersebut, kepengurusan PRPM Kasin periode 2026–2028 secara resmi diamanahkan kepada Adi Candra Wijaya sebagai ketua, Mochamad Rafly Ferdiansyah sebagai sekretaris, dan Mochamad Sukron sebagai bendahara. Kepengurusan tersebut diharapkan menjadi motor penggerak aktivitas kepemudaan sekaligus memperkuat proses kaderisasi di lingkungan Ranting Kasin.

Perwakilan PCM Klojen, Muhammad Azis, menekankan bahwa keberadaan PRPM tidak sekadar berkaitan dengan pembentukan struktur organisasi, tetapi menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan kaderisasi Muhammadiyah. Menurutnya, lemahnya aktivitas di tingkat ranting dapat berdampak pada keberlangsungan organisasi di tingkat cabang hingga daerah.

Azis menggambarkan hubungan tersebut sebagai sebuah rantai organisasi. PRPM yang hidup akan memberikan basis kader yang kuat bagi PCPM. Selanjutnya, PCPM yang aktif akan menjadi sumber penerus bagi PCM. Karena itu, penguatan ranting harus menjadi perhatian utama dalam menjaga estafet kepemimpinan Muhammadiyah.

“PRPM hidup, PCPM memiliki basis kader yang kuat. PCPM hidup, PCM memiliki penerus yang kompeten. Kaderisasi mati, Muhammadiyah terancam punah di wilayah tersebut,” tegas Azis.

Ia juga menyoroti pentingnya memberikan ruang yang lebih besar kepada pemuda untuk terlibat secara langsung dalam kegiatan persyarikatan. Kader tidak cukup hanya hadir sebagai peserta, tetapi perlu dilibatkan dalam kepanitiaan berbagai kegiatan besar yang diselenggarakan PDM maupun PCM.

Menurut Azis, keterlibatan tersebut dapat memberikan pengalaman praktis kepada kader muda. Pengalaman berorganisasi sejak tingkat ranting akan membantu mereka lebih siap ketika memperoleh tanggung jawab kepemimpinan yang lebih tinggi. Sebaliknya, minimnya keterlibatan dapat membuat kader kurang percaya diri ketika harus memasuki jenjang organisasi berikutnya.

Dalam sambutannya, Azis juga mendorong adanya variasi kegiatan untuk menarik minat generasi muda. Kaderisasi tidak harus selalu dilakukan melalui kegiatan pengajian formal, tetapi dapat dikembangkan melalui aktivitas yang dekat dengan minat pemuda, seperti olahraga dan seni. Pendekatan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk untuk memperluas keterlibatan generasi muda dalam persyarikatan.

Azis turut menekankan karakter kader yang dirumuskan dalam prinsip “Pinter, Bener, dan Koper”. Kader Muhammadiyah tidak hanya dituntut memiliki kemampuan intelektual dan integritas moral, tetapi juga kemauan untuk meluangkan waktu serta berkorban bagi persyarikatan.

Di sisi lain, penguatan kaderisasi membutuhkan dukungan dari seluruh jenjang organisasi. PCM dan PDM dinilai perlu memberikan supervisi, pendampingan, serta dukungan nyata kepada organisasi kepemudaan. Ketika sebuah PRPM mengalami stagnasi, PCPM perlu turun tangan memberikan dorongan, sementara komunikasi antara ranting dan cabang harus terus dibangun untuk menemukan solusi atas berbagai kendala di lapangan.

Peresmian PRPM Kasin pun diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni pembentukan organisasi. Momentum tersebut menjadi awal untuk menghidupkan kembali basis kaderisasi Pemuda Muhammadiyah di tingkat akar rumput serta mempersiapkan generasi yang mampu melanjutkan estafet kepemimpinan Muhammadiyah di masa mendatang.

Penulis: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Wakil Ketua Bidang Organisasi PCPM Klojen

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.