Langsung ke konten
Senin, 21 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Nasional

RSUD Bangil Didorong Naik Kelas

Evaluasi akreditasi RSUD Bangil oleh tim surveyor KARS di Kabupaten Pasuruan

RSUD Bangil Didorong Naik Kelas

PASURUAN | JATIMSATUNEWS. COM : Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengikuti evaluasi akreditasi RSUD Bangil yang dilakukan tim surveyor Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengukur kepatuhan rumah sakit terhadap standar pelayanan kesehatan, tata kelola, serta keselamatan pasien.

Baca juga: Podcast JAWARA: Solusi Atasi PHK di Pasuruan dari Komisi IV DPRD

Dalam pemaparannya, Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo menjelaskan bahwa pengembangan fasilitas RSUD Bangil tidak hanya diarahkan pada peningkatan layanan di dalam rumah sakit. Sistem tersebut juga dirancang terhubung dengan jaringan pelayanan kesehatan dasar di tingkat kecamatan.

Langkah itu ditujukan untuk memperkuat pelayanan Puskesmas 24 jam yang tersebar di wilayah Kabupaten Pasuruan sekaligus memperjelas alur rujukan pasien.

SIMRS RSUD Bangil Terhubung dengan Command Center

Salah satu pembenahan yang dilakukan adalah mengintegrasikan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) RSUD Bangil dengan Command Center Layanan Pasuruan Satu Data.

Melalui integrasi tersebut, pemerintah dapat memantau ketersediaan tempat tidur atau bed secara real-time, melihat perkembangan tren penyakit harian, serta memantau pergerakan ambulans darurat melalui GPS.Informasi ketersediaan tempat tidur menjadi penting dalam proses rujukan.

Data yang diperbarui secara langsung dapat membantu petugas mengetahui kondisi rumah sakit sebelum pasien dikirim ke fasilitas rujukan.Di bagian farmasi, RSUD Bangil juga menerapkan otomatisasi resep atau auto-pilot. Sistem ini ditujukan untuk mengurangi kesalahan dalam proses input resep sekaligus mempercepat proses penyiapan dan penyerahan obat kepada pasien.Digitalisasi tersebut diharapkan tidak hanya membuat pengelolaan data lebih cepat, tetapi juga membantu petugas mengambil keputusan berdasarkan informasi yang lebih terintegrasi.(Ari).

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.