Langsung ke konten
Senin, 7 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur Perkuat Digitalisasi UMKM Desa Mangkujajar melalui Program UMKM GO DIGITAL

Dokumentasi Bersama Perkuat Digitalisasi UMKM Desa Mangkujajar melalui Program UMKM GO DIGITAL

            LAMONGAN | JATIMSATUNEWS.COM : Desa Mangkujajar terletak di
Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan. Desa ini terbagi menjadi empat
dusun, yaitu Dusun Mojolebak, Pilang Pinggir, Mengkuli, dan Sambijajar.
Berdasarkan data dari Sekretaris Desa tahun 2025, Desa Mangkujajar terdiri dari
1791 penduduk dengan mayoritas mata pencaharian sebagai petani dan pelaku Usaha
Mikro Kecil Menengah (UMKM). Namun, berdasarkan hasil survei awal, diketahui
bahwa pelaku UMKM Desa Mangkujajar masih belum terdata secara keseluruhan.
Selain itu, pemasaran serta transaksi produk UMKM tergolong minim memanfaatkan
media digital seperti Google Maps, QRIS, dan TikTok. Oleh karena itu,
Mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur, tepatnya Kelompok 11 Desa Mangkujajar
menjalankan Program Kerja yang disebut UMKM GO DIGITAL.

            Tahap awal program kerja UMKM GO
DIGITAL
dilaksanakan pada tanggal 18–19 Juli 2026 melalui kegiatan sensus
UMKM di Desa Mangkujajar. Pelaksanaan sensus dilakukan dengan mendatangi setiap
pelaku UMKM di Desa Mangkujajar. Setiap dusun didatangi oleh dua tim sensus
yang terdiri dari tim SIDATA UMKM dan tim ON MAPS. Kegiatan sensus ini
diisi dengan melakukan pendataan UMKM, marking lokasi UMKM di Google
Maps
, serta penjelasan singkat terkait pentingnya digitalisasi. Namun,
beberapa UMKM di Desa Mangkujajar telah terdaftar di Google Maps. Oleh karena
itu, tim ON MAPS hanya bertugas membantu mengevaluasi kebenaran informasi dan
titik lokasi UMKM. Selain itu, juga dilakukan penginputan serta pembenahan
titik lokasi, seperti masjid, musholla, klinik kesehatan, hingga TPU yang ada
di Desa Mangkujajar. 

            Berdasarkan hasil tahapan sensus
UMKM, tim SIDATA UMKM berhasil  mendata sebanyak 56 UMKM. Tim ON MAPS
berhasil mendaftarkan lokasi sebanyak 90% UMKM yang terdata ke Google Maps,
sedangkan 10% lainnya telah terdaftar sebelumnya. Ketimpangan persentase
ini menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM masih belum memanfaatkan digitalisasi
secara optimal, khususnya Google Maps. Sebagai bentuk evaluasi dari
permasalahan tersebut, maka tahapan selanjutnya dari program kerja ini adalah
pelaksanaan workshop. Workshop dilaksanakan dengan mengumpulkan
para pelaku UMKM terdata di Balai Desa Mangkujajar pada tanggal 25 Juli 2026.
Adapun materi yang disampaikan meliputi tutorial Marking Google Maps,
pembuatan QRIS, hingga tips dan trik pembuatan konten promosi di TikTok.
Materi terkait QRIS dan Tiktok turut diberikan sebagai pengenalan media
digital yang dapat menunjang pengembangan UMKM. Melalui kegiatan workshop
ini pelaku UMKM diharapkan dapat memahami dan memanfaatkan berbagai media
digital sebagai sarana pengembangan usaha.

            Tahapan terakhir dari program kerja
UMKM GO DIGITAL adalah kegiatan Door to Door untuk pelaksanaan post-test
dan pengumpulan feedback. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27-28
Juli 2026 dengan mendatangi 56 pelaku UMKM secara langsung. Tahapan ini
bertujuan untuk memastikan apakah materi yang telah disampaikan saat workshop
telah dipahami dan diterapkan secara nyata. Kuesioner post-test turut
dibagikan melalui Google Form kepada seluruh pelaku UMKM untuk mengukur
pemahaman terkait marking Google Maps, penggunaan QRIS, dan video
promosi TikTok. Selain itu, ditanyakan juga mengenai feedback terkait manfaat
yang dirasakan oleh pelaku UMKM dari kegiatan ini. Salah satu kendala dalam
tahapan ini, yaitu rendahnya minat pelaku UMKM dalam pembuatan QRIS. Hal
ini disebabkan karena mayoritas konsumen di wilayah tersebut jarang menggunakan
metode non-tunai. Temuan kendala pada tahapan Door to Door akan
dijadikan sebagai bahan evaluasi keberhasilan program kerja UMKM GO DIGITAL.

Iklan

Setelah seluruh rangkaian program kerja
UMKM GO DIGITAL selesai dilaksanakan, hasil evaluasi menunjukkan bahwa
sebagian besar pelaku UMKM memberikan tanggapan positif. Hal tersebut tercermin
dari berbagai feedback yang disampaikan oleh pelaku UMKM selama proses Door
to Door
. Berikut beberapa feedback dari pelaku UMKM:

“Merasa
sangat terbantu dengan adanya Google Maps, QRIS, dan promosi di sosial
media. Google Maps memudahkan orang lain untuk mencari lokasi UMKM.
Adanya QRIS memudahkan pelanggan dalam pembayaran. Hal ini karena
sebelumnya sudah ada pelanggan yang menanyakan pembayaran melalui Dana tetapi
belum memiliki akun Dana.” – UMKM Adonan Endees.

“Dengan
adanya Google Maps membantu usaha Pondok Tirta lebih dikenal luas yang
biasanya hanya tersebar dari mulut ke mulut saja.” – UMKM Pondok Tirta.

“Jadi
lebih tahu tentang QRIS, terutama perbedaan rekening bisnis dan
personal. Selain itu, juga jadi paham cara mengedit dan mengelola informasi
usaha di Google Maps.” – UMKM Konveksi Ayunda.

Secara
keseluruhan, hasil evaluasi menunjukkan bahwa program UMKM GO DIGITAL
berhasil meningkatkan pemahaman sekaligus mendorong pelaku UMKM untuk
memanfaatkan Google Maps, QRIS, serta TikTok guna meningkatkan
visibilitas usaha.


Penulis : Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 11 Kabupaten Lamongan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.